Between Real Or Fake

Between Real Or Fake
BROF #90


__ADS_3

Gilang memperlihatkan ke Gladys rekaman Cctv di depan ruang ganti.


"Saya akan memperlambat videonya. Kamu lihat baik-baik." Pinta Gilang lalu menekan tombol enter pada keyboard laptopnya yang telah di taruhnya di meja agar dirinya dan Gladys dapat melihatnya bersama.


"Gantungan kunci berwarna kayu jatuh dari pakaian wanita itu." Ujar Gladys setelah mengamati rekamanan itu.


"Benar. Jadi sudah pasti gantugan kunci itu milik wanita ini." Ujar Gilang.


"Saya sudah tau siapa wanita itu."


"Siapa?"


"Tante Nana." Jawab Gladys yakin. "Saya melihatnya dari rekaman Cctv pintu masuk dan saya bertambah yakin saat saya mengingat jika orang yang berbincang bersama Tante Hani saat itu adalah Tante Nana dan dasar pikunnya saya malah melupakan pakaian yang digunakan Tante Nana saat itu." Jelas Gladys.


"Sekarang kamu sudah tau siapa pemilik gantungan kunci itu. Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" Tanya Gilang penasaran.


"Saya akan bertemu dengan Tante Nana secepatnya." Ujar Gladys.


"Saya menenami kamu yah?" Ujar Gilang yang bersedia membantu Gladys mencari tau tentang mamanya.


"Terimakasih Kak Gilang sebelumnya, tapi biar saya sendiri saja." Tolak Gladys dengan ramah.


"Gak papa. Saya ingin membantu kamu sampai kamu bisa bertemu kembali dengan mama kamu. Mau yah?"


"Kak Gilang orangnya baik banget, saya jadi merasa tidak enak kalau gini."


"Kalau gitu kamu setuju. Saya akan mencari tau jadwal Tante Nana yang kosong lalu kita bertemu dengan beliau."


"Terimakasih Kak Gilang." Gladys tersenyum pada laki-laki di hadapannya.


"Permisi ada paket." Canda seseorang yang sedang berdiri di ambang pintu memperhatikan mereka berdua.


Gilang dan Gladys sontak terkejut mendengar suara orang itu dan membuat mereka yang sebelumnya membelakangi pintu ruangan itu berbalik ke arah sumber suara.


"Teddy, kamu bikin kaget saja." Gladys melihat Teddy dengan tatapan tajam.


"Aduh tatapannya menusuk ke jantung." Canda Teddy yang menghampiri mereka berdua.


"Ada apa Ted? Mikael mencari Gladys?"Tanya Gilang.


"Sepertinya Teddy tidak mendengar pembicaraan saya dan Kak Gilang tadi." Batin Gladys.


"Tidak, hanya saja saya sudah janjian dengan Nyonya Mikael Winjaya untuk membawanya melihat calon apertemennya." Ledek Teddy.


"Nyonya nyonya apaan sih? Nikah aja belum." Gerutu Gladys.


"Iya iya calon Nyonya Mikael Winjaya deh."

__ADS_1


"Kak Gilang saya duluan yah." Pamit Gladys.


Wanita cantik itu berjalan melewati Teddy, dia menyempatkan dirinya untuk menginjak kaki laki-laki yang di lewatinya.


"Rasain." Bisik Gladys ke telinga Teddy


"Auh sakit." Keluh Teddy yang meninggikan suaranya sambil memegangi punggung telapak kakinya yang diinjak Gladys. Namun Gladys tidak memperdulikan teriakan Teddy karena ulahnya.


Gladys melangkah menuju ke meja kerjanya, dia ingin membereskan dokumen-dokumen yang sedang di kerjakannya sebelum Gilang memanggilnya tadi.


"Saya ajak Mira, biar ramean aja." Ujar Teddy setelah menyusul Gladys ke meja kerjanya.


"Terserah. Saya ke ruangan Kak Mika dulu, mau nanya dia mau makan siang apa." Ujar Gladys saat kertas-kertas yang berantakan tadi telah rapi tersusun di tepi meja kerjanya.


Tanpa menunggu jawaban Teddy dia telah memasuki ruang CEO.


"Kak Mika mau makan siang apa?" Tanya Gladys yang sedang melangkah mendekati meja kerja Mikael.


"Kamu udah mau pergi melihat apertemen?" Tebak Mikael yang kini mengalihkan pandangannya dari laptop ke wanita yang kini telah berdiri di hadapannya.


"Iya Kak Mika. Kak Mika ingin makan siang apa?" Tanya Gladys sekali lagi.


"Nasi goreng aja dengan air putih. Pesen di kantin kantor aja." Jawab Mikael.


"Iya Kak Mika"


Gladys membuat segaris senyum di bibirnya sambil mengangguk tanda mengiyakan ucapan Mikael. Wanita cantik itu lalu meninggalkan Mikael.


***


Selesai memesankan menu pesanan Mikael di kantin kantor dan meminta ke kepala kantin untuk mengantarkan pesanan Mikael ke ruang CEO, mereka bertiga langsung menuju ke gedung apertemen Sky Garden, apertemen yang ingin Teddy perlihatkan pada Gladys.


30 menit perjalanan, mobil yang kendarai oleh Teddy telah memasuki Lobby Pusaran Apertemen.


Teddy yang terlebih dulu turun dari mobil langsung masuk ke dalam gedung apertemen dan mencari Pak Noh, selaku orang yang mengelolah dan mengurus apertemen Sky Garden. Sementara Gladys dan Mira mengikuti Teddy dari belakang.


"Pak Noh ini Gladys orang yang akan menyewa unit apertemen Sky-2002." Ujar Teddy sambil mengarahkan tangannya pada Gladys.


"Selamat siang, kenalkan saya Gladys." Ujar Gladys sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Selamat siang Nona Gladys, saya Nohunus, biasa di panggil Pak Noh." Ujar Pak Noh sambil membalas uluran tangan Gladys.


Selesai menyalami Gladys, Pak Noh mengulurkan tangannya pada Mira.


"Saya Mira, teman Gladys" Ujar Mira lalu menjabat tangan Pak Noh.


"Yah sudah Pak Noh bisa langsung bawa kita ke apertemennya?"

__ADS_1


"Bisa, bisa Mas Teddy. Mari Nona-nona."Ujar Pak Noh sopan.


Mereka memasuki lift yang baru saja terbuka saat seseorang keluar dari dalam lift.


"Selamat siang Pak Noh." Sapa seorang lelaki yang baru saja keluar dari lift.


"Selamat siang Mas Levin." Balas Pak Noh sebelum pintu lift kembali tertutup.


"Mas Levin itu baru saja pindah ke sini. Dia itu orang hebat, punya usaha di mana-mana, ramah lagi." Jelas Pak Noh tanpa ada yang bertanya padanya siapa lelaki tadi.


Mira dan Gladys hanya merespon ucapan Pak Noh dengan senyuman.


Pintu lift kembali terbuka.


Pak Noh melangkah menuju ke pintu yang bertuliskan Sky-2002 dan menempelkan sebuah kartu ke pegangan pintu.


"Itu unit apertemen Kak Mika." Bisik Gladys pada Mira yang menunjukkan dengan menggerakkan dagunya ke pintu apertemen milik Mikael.


"Asyik dong, tetanggaan sama pacar sendiri." Ujar Mira dengan suara yang di kecilkan.


"Silahkan Nona-nona dan Mas Teddy." Setelah membuka pintu apertemen Pak Noh dengan sopan mempersilahkan tiga orang tadi untuk masuk.


Apertemen ini sepertinya tidak seluas dan megah seperti apertemen Mikael. Pikir Gladys setelah melihat ruang tamu dan dapur yang berjarak tidak begitu jauh.


"Apertemen ini memang tidak seluas yang di tempati Pak Mika karena unit apertemen Pak Mika adalah unit apertemen terluas di bandigkan dengan unit lainnya." Jelas Teddy yang seakan mengetahui isi pikiran Gladys.


"Dys lihat, dapurnya cukup besar. Bisa puas kamu masak-masak." Seru Mira saat dia masuk ke dalam dapur yang bernuansa putih yang terlihat bersih dan indah. Sentuhan kayu juga ditambah pada beberapa bagian yang memberikan kehangatan.


"Iya, Saya juga suka dengan desainnya bergaya coastal, apalagi bantal pola bergaris biru dan putih di atas sofa mewah ini. Cantik." Puji Gladys sambil melihat sekeliling ruang. Kini Ia berpindah ruangan, dia masuk ke dalam kamar utama, yang juga bergaya coastal dengan jendela kaca besar dan juga pintu kaca menuju ke balkon.


"Gladys, kamu gak usah banyak pikir langsung sewa aja." Ujar Mira yang ternyata mengikuti Gladys masuk ke dalam kamar utama.


.


.


.


Bersambung...


Hai Readers


Jangan lupa dukung author yah😉


Biar lebih semangat nulisnya, caranya gampang kok klik like dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya 😊


Terimakasih❣

__ADS_1


__ADS_2