Bukan Anak Pelakor

Bukan Anak Pelakor
Baca, ini seru lho!


__ADS_3

"Lis, cepat keluar!" pinta Rengganis segera, karena melihat jarak pintu dengan Elisa yang tidak terlalu jauh.


"Hei, kau mau kabur kemana!" Perempuan itu langsung beranjak kembali, di dekati tubuh Elisa yang hampir mencapai pintu dan di tariknya lagi.


"Arghhhhhhh, lepas!" Elisa mencoba melepaskan tangannya dari cengkeram perempuan itu. "Lepas, breng***!"


"Mimpi saja kau!" Perempuan itu tersenyum sinis. Baginya kali ini ia harus berhasil memberi pelajaran pada Elisa, setidaknya ia akan membuat wajah wanita itu cacat agar Roy menceraikannya.

__ADS_1


"Lepaskan dia, kenapa kau jahat sekali?" Rengganis bergerak maju. Di tariknya tangan perempuan itu yang masih mencengkeram tubuh Elisa. Sekuat mungkin Rengganis mencoba membebaskannya. Tapi...


"Hei, kau siapa! Beraninya kau!" Kini tatapan perempuan jahat itu beralih pada diri Rengganis, "Kau mau mati juga!"


Seketika darah Rengganis berdesir hebat. Ia mencoba tetap tenang meski kedua kakinya sudah gemetar tidak karuan. Jika ia menunjukkan ketakutannya, maka perempuan jahat itu akan semakin menjadi-jadi.


"Lepas! Kau perempuan tak waras!"

__ADS_1


"Baik. Kau yang memulainya, jadi jangan salahkan aku." Perempuan itu malah kini berbalik menyerang Rengganis, di ayunkannya garpu runcing yang tajam hingga menggores tangan mulus wanita itu.


"Awwwww.....!" Rengganis memekik keras, merasakan perih di tangan sebelah kirinya. Darah wanita itu mengucur deras hingga membasahi lantai toilet.


"Rengganis, kau tak apa-apa?" Elisa sontak berlari ke arah wanita itu. Di pegangnya tangan yang terkena goresan, lalu beralih menatap ke arah perempuan gila yang hendak mencelakainya.


"Kau benar-benar sudah tidak waras!"

__ADS_1


"Hahahah..." Bukannya tersinggung, perempuan itu malah terlihat senang. Di tatapnya lagi wajah Elisa dengan perasaan marah, lalu ia kembali mengayunkan senjatanya ke arah wanita itu.



__ADS_2