Bukan Anak Pelakor

Bukan Anak Pelakor
Kisah Gadis Keren, ayo singgah!


__ADS_3

Ia mematung beberapa saat sebelum tersadar, bahwa ini nyata.


Benar ini memang nyata. Rangga bisa merasakan hembusan napas yang memburu mengenai punggung, di sertai isak kecil yang keluar dari bibir gadis yang memeluknya ini.


Darah laki-laki itu berdesir hebat, seirama dengan detak jantungnya yang kian bekejaran.


Tidak...!


Rangga menarik kata-katanya kembali, jika benar gadis yang tengah memeluknya kini adalah Rengganis, ia tidak akan melepasnya lagi.


Sungguh ia bersumpah!


Ia berbalik seraya menarik tangan gadis itu, lalu membawanya kembali ke dalam pelukan. Dan....


"Hei...! Lepaskan gadis itu!" teriakan seorang pria menyadarkannya. Ia mendongak ke arah sumber suara, dan melihat tiga orang pria tengah berdiri menatapnya.


"Apa...?"


"Tolong lepaskan gadis itu,Tuan? Kami harus segera membawanya," ulang salah satu pria berbadan besar.


'Membawa?'


"Kami sudah membeli gadis itu dari Ayah tirinya." Pria itu kembali bersuara.


Rangga semakin bingung dengan semua ucapan pria hadapannya ini, membawa kemana? Dan apa tadi, membeli?

__ADS_1


Siapa yang mereka beli?


Rangga menarik kepala gadis itu yang masih berada dalam dekapan.


"Si–siapa kamu?"


Rangga terkejut bukan main, melihat wajah gadis yang ia peluk sedari tadi, lantas ia melangkah mundur seketika.


"Maaf, Tuan. Tolong selamatkan saya?" ucap gadis itu memohon, sembari bersembunyi di balik tubuh besar Rangga.


"Cepat kemari gadis tak tau diri! Bos kami sudah membeli mu dengan sangat mahal!" teriak pria itu kembali.


"Tidak! Aku tidak mau!"


"Tuan...? Tolong selamatkan saya." Gadis itu sudah menangis mengiba seraya terus memohon.


"Mereka orang jahat, Tuan? Tolong selamatkan saya."


"Bos kami telah membeli gadis itu dari Ayah tirinya, jadi tolong serahkan pada kami!" Salah satu dari mereka mendekat ke arah Rangga dan segera menarik pergelangan tangan gadis itu.


"Lepas! Aku tidak mau!" Memberontak, mencoba melepas cekalan di tangannya.


"Ayo ikut kami!" Salah satu pria menyeret dengan paksa, meski gadis itu terus berteriak dan memberontak.


Entah kebetulan atau hanya perasaan Rangga, ia merasa pernah mengalami kejadian seperti ini. Menolong seorang gadis yang tengah membutuhkan bantuan, ya persis di tempat ini...

__ADS_1


Bedanya dulu ia yang lebih dulu menawarkan bantuan...


"Tunggu...!" Secara serempak mereka berhenti, gadis itu berlari kembali ke arah Rangga saat para pria itu lengah dan bersembunyi di balik tubuh lelaki itu lagi.


"Hei...mau kemana kau!"


"Tolong lepaskan dia," ucap Rangga pelan.


"Tidak bisa, Tuan. Dia sudah jadi milik bos, dan kami harus segera membawanya."


Merasa di remehkan, Rangga kembali bersuara.


"Berapa harga yang bos kalian berikan untuk gadis ini, aku akan menggantinya."


Para pria itu hanya tersenyum sinis memandang wajah Rangga yang tampak serius, tidak mungkin kan ada yang berani mengganti uang sebesar itu. Apalagi hanya untuk membayar seorang gadis yang biasa saja.


"Aku akan mengganti dua kali lipat." Rangga kembali membuka suara saat melihat para pria itu diam tanpa memberinya jawaban.


"Tuan...?"


"Diam...!"


Gadis itu langsung terdiam saat Rangga memberinya sorot mata tajam. Ia hanya tidak yakin lelaki di hadapannya ini akan sanggup mengganti uang yang telah Ayah tirinya terima dari sang rentenir. Apalagi sampai mengganti dua kali lipat.


"Dua ratus juta!"

__ADS_1



__ADS_2