
"Rengganis...?"
Mendadak lidahnya kelu saat menyebut nama itu. Bagaimana mungkin orang yang selama ini ia jahati sekarang menjadi dewi penolong untuk dirinya. Elisa menatap tidak percaya ke arah wanita yang baru saja meyelamatkan hidupnya. "Ka-kamu nolongin aku?"
"Lis, cepat keluar!" pinta Rengganis segera, karena melihat jarak pintu dengan Elisa yang tidak terlalu jauh.
"Hei, kau mau kabur kemana!" Perempuan itu langsung beranjak kembali, di dekati tubuh Elisa yang hampir mencapai pintu dan di tariknya lagi.
__ADS_1
"Arghhhhhhh, lepas!" Elisa mencoba melepaskan tangannya dari cengkeram perempuan itu. "Lepas, breng***!"
"Mimpi saja kau!" Perempuan itu tersenyum sinis. Baginya kali ini ia harus berhasil memberi pelajaran pada Elisa, setidaknya ia akan membuat wajah wanita itu cacat agar Roy menceraikannya.
"Lepaskan dia, kenapa kau jahat sekali?" Rengganis bergerak maju. Di tariknya tangan perempuan itu yang masih mencengkeram tubuh Elisa. Sekuat mungkin Rengganis mencoba membebaskannya. Tapi...
Seketika darah Rengganis berdesir hebat. Ia mencoba tetap tenang meski kedua kakinya sudah gemetar tidak karuan. Jika ia menunjukkan ketakutannya, maka perempuan jahat itu akan semakin menjadi-jadi.
__ADS_1
"Lepas! Kau perempuan tak waras!"
Ada yang penasaran?
cerita ini ada di G-O-O-D-N-O-V-E-L lho.
yuk singgah 😘
__ADS_1