
"Siapa gadis cantik itu? Aku belum pernah melihatnya?" ucap salah satu tamu yang sejak tadi matanya tak berkedip memandang kearah mereka.
"Iya, benar. Dia memang cantik!" ucap salah satu dari mereka lagi.
"Dan laki-laki itu .... Ya Tuhan .... kenapa tampan sekali sih?!" Gadis lain ikut terpesona melihat ketampanan laki-laki di depan sana.
Sementara seorang gadis lain tampak penasaran dengan bisik-bisik para tamu undangan di sekitarnya. Secantik apa sih dia, hingga pesonanya mampu memukau semua orang di dalam ruangan? Dan, setampan apa sih laki-laki itu? Apa dia lebih tampan dari ..?
Tiba-tiba ingatannya langsung tertuju pada sosok laki-laki yang sangat ia puja. Ah ... rasanya tidak mungkin ketampanannya menyaingi dia. Tapi, saat pandangannya tertuju pada dua sosok itu, ternyata ...
"Kak Haidar .... Mutia ..."
Kia sangat terkejut sampai-sampai kedua matanya membelalak melihat pemandangan tak biasa itu. Bagaimana mungkin apa yang di pikirkan baru saja malah terjadi secara nyata di depan matanya sendiri? Dua orang berbeda jenis kelamin itu kenapa bisa seakrab ini? Tiba-tiba muncul sebagai pasangan hingga memukau setiap orang yang melihatnya.
"Ekhm ....! Boleh aku duduk di sini?" Dari arah lain seorang gadis muncul dan langsung memaksa duduk tepat di depannya.
"Hei, siapa yang menyuruhmu duduk di situ? Pergi!" ucap Kia ketus saat menyadari siapa gadis yang baru duduk di depannya. Gadis cantik berpakaian mewah tadi menyunggingkan senyum membalas ucapan Kia yang berusaha mengusirnya dari meja itu.
"Jangan marah-marah, Nona. Lebih baik simpan saja tenagamu untuk melihat adegan romantis dua pasangan baru di depan sana!" tunjuknya pada sepasang tamu yang saat ini terlihat paling serasi di antara mereka.
"Apa maksudmu?" tanya Kia dengan sorot mata tidak bersahabat sedikit pun.
__ADS_1
"Hahaha ... jangan pura-pura, Nona. Bukankah laki-laki itu kekasihmu? Dan, gadis yang di sebelahnya sahabatmu sendiri? Iya, kan?"
Sahabat? Cih! Kania merasa jijik saat menyebutnya. Ia masih ingat sekali bagaimana gadis di depannya ini pernah membela Mutia mati-matian. Sampai-sampai video itu harus viral hingga akhirnya Yusuf tahu jika ia dan Mutia masih ada hubungan saudara.
"Tutup mulutmu! A–aku tidak ada hubungan apapun dengan laki-laki itu! Lagi pula hak dia mau berpasangan dengan siapa saja kok!" Kia berusaha menguasai diri agar tidak terlihat bodoh di depan Kania. Ia tidak ingin menunjukkan kelemahannya, apalagi sampai orang lain tahu mengenai hubungannya dengan Haidar yang telah kandas.
"Oh, tak ada hubungan ya? Apa karena kalian sudah jadi mantan makanya sekarang tidak ada hubungan apapun?" Kania dengan penuh percaya diri terus berbicara dengan Kia meski gadis itu masih memasang wajah ketus. Ternyata usahanya untuk mengumpulkan semua informasi mengenai Azkia Aditama tidaklah sia-sia. Kania jadi punya jurus untuk membalas setiap perkataan gadis itu.
"Aku curiga, jangan-jangan kandasnya hubunganmu gara-gara Mutia? Apa kau tidak curiga kalau mereka ada main di belakangmu selama ini? Kabarnya sih di kantor mereka sangat dekat," ucap Kania lagi.
Sementara wajah gadis di depan sana mulai memerah. Kia sedikit terpancing oleh kata-kata Kania mengenai keakraban mereka di kantor. Apa benar? Jika memang benar apa yang di ucapkan oleh Kania tadi, tandanya selama ini ia telah salah mengambil keputusan.
"Kenapa diam? Apa kau tengah menyesali keputusnamu sendiri? Atau mungkin, kau membenarkan semua ucapanku?" Seolah tahu apa yang tengah di pikirkan oleh Kia, Kania semakin menyunggingkan senyum kearah gadis di depannya. Merasa usahanya untuk memprovokasi Kia telah berhasil.
Kia tidak bisa berkata apa-apa lagi selain membenarkan apa yang di ucapkan oleh Kania. Ia masih berusaha berpikir positif. Tapi entah kenapa hatinya seolah menolak. Apa ini yang di maksud Mama Airin? Apa ini ketakutan mamanya selama ini? Jika orang terdekat pun suatu saat bisa jadi musuh yang paling mengerikan.
Tapi, jika memang takdirnya bukan dengan Haidar harus bagaimana? Apa ia harus memaksa laki-laki itu agar tetap mencintainya?
Tidak! Kia menggelengkan kepalanya. Ia terus berusaha menolak mengenai ucapan buruk Kania yang sengaja di tujukan untuk sahabatnya.
Aku nggak boleh percaya pada gadis licik ini! Dia 'kan memang nggak pernah suka sama Mutia.
__ADS_1
"Oh ya, aku cuma mau kasih tah kalau Mutia ternyata selama ini diam-diam mendekati Mas Yusuf lagi. Bahkan sekarang Mas Yusuf putusin aku. Padahal rencananya dalam waktu dekat ini kami akan segera bertunangan. Ya persis kaya kamu, sih!" Ibarat sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Bukan hanya sekedar untuk balas dendam pada Kia saja, Kania sengaja ingin membuat gadis di depannya semakin membenci sahabatnya sendiri.
"Yu–Yusuf?" ulang Kia tak percaya. Karena yang Mutia katakan jika gadis itu tidak akan mungkin mendekati atau menerima Yusuf lagi.
"Ya! Kau tak percaya?" Kania merasa sebentar lagi tujuannya untuk menghancurkan hubungan gadis itu pasti akan segera berhasil. "Lihat di sana!" tunjuk Kania pada salah satu meja yang posisinya berada di paling pojok. Entah kebetulan atau apa terlihat Mutia tengah duduk dan seorang laki-laki muda yang ada di depannya.
"Yusuf ...!" ucap Kia lirih, bahkan terdengar seperti bisikan. "Kenapa sekarang dengan laki-laki itu? Di mana Kak Haidar?" Kedua matanya menyapu ke seluruh ruangan mencari keberadaan Haidar, tapi laki-laki itu tidak terlihat di mana pun.
"Kau lihat sendiri, bukan? Bagaimana kelakuan sahabatmu itu?! Dasar penghianat!"
Lihat pembalasanku gadis tak tahu diri! maki Kania dalam hati. Ia menatap penuh kebencian pada gadis yang duduk di depan sana.
Pertahanan Kia akhirnya runtuh juga. Sejak tadi ia sudah berusaha menahan diri agar tidak sampai terpengaruh omongan apapun dari Kania. Tapi saat melihat semua bukti nyata di depan matanya, amarah gadis itu memuncak. Kia terlihat mengepalkan kedua tangan. Napas gadis itu memburu seiring dengan detak jantungnya yang berpacu kian cepat.
"Penghianat! Harusnya aku tidak percaya begitu saja!"
"Kania, apa yang kau lakukan! Jangan membuat masalah!" Laura juga berada di sana nampak cemas melihat aksi putrinya yang berusaha mengganggu seorang gadis cantik yang tengah duduk sendirian. Apalagi saat mengetahui siapa gadis itu yang tak lain adalah putri dari Alex Aditama yang terkenal kejam dalam urusan bisnis.
"Apa sih, Ma? Tenang aja, aku hanya ingin bermain-main sedikit." Kania membisikkan sesuatu ke arah sang mama. Dan perempuan paruh baya itu langsung terlihat mengembangkan senyuman.
"Iya, tapi hati-hati! Jangan sampai kau membuat masalah dengan gadis itu!"
__ADS_1
"Beres! Mama lihat aja sebentar lagi pasti ada tontonan yang menarik!" Kania mengedipkan sebelah matanya. Menunggu detik-detik yang di anggap paling membahagiakan baginya.