
Zayn mendekat, duduk di sofa sebelah Garrick yang nampak galau dan kusut. Bocah itu menepuk-nepuk pelan pundak abangnya. Lega rasanya..secara tak langsung, ingin hati menepuknya terwakilkan. Trims, Zayn...
"Sabar, bang. Semangat. Semoga ibumu cepat pulih. Masih ada ibu kita!" Cukup bijak si Zayn memberi hiburan. Pasti di masa datang, bocah itu akan jadi pria hebat.
"Iya, Zayn. Ibumu sangat baik. Dia yang mengurus segala hal pernikahanku." Garrick berkata sambil memandang sayu pada mataku. Duh, nelangsa hatiku.
"Sudah semestinya itu, bang." Zayn mematikan layar TV yang tadi telah dikecilkan suaranya. Lalu duduk sandar santai kembali di sofa, di sebelah abangnya.
"El.." Eh, Garrick lirih memanggilku.
"Iya..?" Kutoleh menanya padanya.
"Makan tadi, ada apa.. kenapa begitu?" Sah, Garrick tak bisa lagi menggarang padaku. Jauh beda dengan cara tanyanya pada waktu-waktu yang dulu. Oh, Garju..,bagaiman harus bercerita semuanya padamu??
"Ada ulat bulu..." Garrick bertaut alis, seperti tak percaya pada kataku.
__ADS_1
"Ulat bulu apa, di mana, El? Akan kutegur pegawainya." Ah, alibiku berakibat mengancam orang lain. Garrick nampak bersungguh-sungguh dengan ucapannya.
"Hanya di sayur kangkungnya..." Kuperjelas, itu hanyalah hal sepele.
"Oke, El. Akan kutegur pegawai dapur." Duh, tambah parah efeknya..
"Tak perlu, itu hal biasa. Aku pun sering begitu. Jangan ditegur. Aku hanya kaget saja tadi itu.." Tapi Garrick terus saja memandangku. Pria itu seperti mulai tak percaya pada tipu-tipu buatanku.
"Benarkah, El. Sampai begitu respon sikapmu?" Aku tak mengangguk. Nada tanyanya itu memang benar-benar tak percaya alasanku. Semoga kau mengerti sendiri hal itu Garrick..
🐢🐢🐢🐢🐢
Terpaksa berperan kura-kura, lamban dan bungkam. Di Batam ini sebatangkara tanpa saudara yang membela, jadi kupilih saja yang aman. Wajah ibuku terbayang di mata, ingin aku pulang selamat secepatnya. Aku bukan pendekar atau hero yang akan menang di akhir cerita. Tapi aku hanya figuran yang tak jelas akan nasibnya. Hanya doa dan hokilah harapanku.
Pak David begitu juga si Anggun...Orang berkuasa dan nomer satu di sini. Benteng serang dan lindung miliknya pasti bukan sembarangan. Bagaimana sikapnya, sifatnya, kebaikannya, kemuliannya, atau bahkan rahasianya sejauh mana..,aku tak berani bermain dan mengira...
__ADS_1
Biasanya, demi stabilitas dan elektabilitas, apa pun kena libas. Konon..,politik itu kejam. Sedang aku adalah remahan rempeyek dan rengginang. Siapa yang kuandalkan? Garrick.., tak akan kuceburkan dia ke jurang peperangan. Biarlah dia tahu dengan sendirinya. Terus percaya, yang di atas akan menghukum dengan caranya..Dan optimis selalu ada, yakin bahwa akulah pemenangnya!
🐢🐢🐢🐢🐢
Aku dan Zayn bersama seorang sopir yang dikirimkan oleh Garrick untuk mengantar kami, telah meluncur pagi ini membelah kota Batam. Di depan kami ada juga dua mobil lain yang berisi teman-teman Zayn sesama dokter. Dia bilang, tujuan awal kami adalah mencapai jembatan sambung enam di Barelang.
Jembatan Barelang, kepanjangannya adalah jembatan Batam, Rempang dan Galang. Jembatan Barelang adalah ikon dan maskot pulau Batam yang juga populer dengan nama Jembatan Habibie, karena beliaulah pemrakarsanya. Dan jembatan ini adalah murni karya anak bangsa, hanya di tangani oleh para insinyur anak negeri tanpa campur tangan pihak luar satu pun!
Jembatan sambung enam ini memang menghubungkan pulau Batam dan enam pulau yang berurutan. Masing-masing jembatan penghubung tiap pulau itu punya nama-nama tersendiri.
Pulau pertama yang menyambut setelah lepas dari pulau Batam adalah pulau Tonton, dengan jembatan penghubung pertama dan terpanjang bernama Jembatan Tengku Fisabilillah. Ah..jadi ingat asisten si garang di kapalnya, Ton.
Dan untuk mencapai kampung Vietnam di pulau Galang, akan melewati jembatan ke-lima, Jembatan Tuanku Tambusai. Dan di depan sana masih menunggu jembatan ke-enam, jembatan penghubung paling pendek ke pulau Galang Baru sebagai sambungan pulau yang terakhir.
🌴🌵⛱🏖🚣🛳⛵🌞🌤
__ADS_1
Sampai sinilah kami akhirnya, berehat santai dengan angin semilir dan hamparan pasir putih di sepanjang garis pantai yang indah. Ya, kami telah singgah di destinasi pertama, yaitu pantai indah Glory Melur. Ah..harap-harap ku berjumpa Firdausku di sini.. Tidak-tidak, Firdaus pertamaku sedang di sana.., di hotel Garju. Mungkin sedang senyum-senyum palsu beramah-tamah menyambut kedatangan para kerabat dengan wajah pura-pura bahagia. Ah, Garrick..,kasihan sekali dirimu!
🏖🏖🏖🏖🏖🏖🏖🏖🏖🏖 Sorry worry lorry, bukan maksud otor muter-muter, tapi kasihan di Elshe yang lagi ketiban puyeng.. jadi biar dia adem tanpa minum puyer, kita ikuti dia aja jelong-jelong wolking-wolking. Sebelum akhirnya benar-benar pulang kampung dan adem ayem di Jawa!⛱⛱⛱⛱🐳🐳🐳🐳🐳🐢🐢🐢