
Pintu kaca yang lebar dan terbelah itu, merupakan pintu besar sebuah mini mall di dalamnya. Kami berjalan melewati lantai mall yang lapang, menuju sebuah resto bergaya Bali, lengkap dengan suasana dan pernak pernik khas pulau Dewata favoritku.
Resto indah yang hampir memenuhi separuh lantai satu dalam mini mall itu berlogo bacaan GarJu resto, dengan tulisan panjang Garrick Julian restaurant di bawah logonya. Bukankah Julian nama panjang kedua milik tuanku, Garrick Julian Jusuf.. Duh..duuuh.. Tuanku...tajir gila dirimu ...euy!
"Selamat datang kembali tuan-tuan, kehadiran tuan dan nona adalah harapan besar untuk kami, mari..silahkan.."
Sepasang pramusaji berdandan serupa pemuda dan gadis Bali, lengkap dengan selipan bunga kamboja di telinganya, datang menepi menyambut kami. Yang kemudian mengikuti jalan pelan kami berenam di belakang. Irgi tetap jadi spirit di depan, memilihkan posisi meja nyaman untuk kami.
Irgi membawa kami berlima duduk di meja panjang yang terletak di pojokan. Seketika, pilihan posisi dari Irgi mendapat dukungan dari kami. Ada aquscape super jumbo menempel lebar di dinding sebelah sisi kanan dan sisi kiri kami.Berisi bermacam ikan air laut dengan bentuk dan coraknya warna warni.
Kami mengambil posisi duduk strategis otomatis tanpa berbicara. Garrick dan Dora berada di tepi sebelah kiriku, sedang Irgi dan pacarnya di kursi sebelah kananku. Aku dan Anthony Lung berada di kursi posisi yang tengah.
Kedua pramusaji yang mengikuti kami menyodorkan buku menu di meja kami masing-masing.
"Bukalah bukumu, Elsi.. Kamu pilih yang cocok dengan seleramu." Anthony Lung bersikap sangat hangat padaku. Semakin membuat wajahnya lebih cerah, secerah kulitnya yang putih. Bibirnya selalu tersungging senyum setiap bertatapan mata denganku tak sengaja. Mungkin Anthony Lung berterusan melihatku dengan senyuman. Yang sesekali ku pergoki juga tak sengaja.
"Iya mas. Terimakasih.. Ayo kita memilih." Ku sahut keramahannya dengan hangat sewajarnya sambil ku buka buku menu.
Ku lihat semua telah menyimak buku menu, kecuali Garrick. Lelaki garang tapi ganteng itu nampak terus fokus dengan ponsel di tangannya. Sedang apa? Dari ekspresi mukanya, kurasa Garrick sedang asyik bermain game online. Seperti ekspresinya saat main game online di kabin miliknya. Lalu untuk apa? Harusnya Dora yang duduk di depannya lebih menarik daripada game online model apapun. Ah, biarlah..Abaikan saja!
Begitu banyak jenis menu yang terbaca olehku, ada satu menu yang cukup unik bagiku. Menu sepaket, tertulis nama mie goreng+tumis kangkung di antara pilihan menu itu. Menu sederhana yang harganya selangit, setara dengan menu lainnya yang mahal dan mewah.
__ADS_1
"Hei Elsi Macan...., manis cantik. Apa pilihanmu?" Pacar Irgi melongok buku menu yang ku lingkari.
"Tidak salah? Kenapa pilih itu? Itu kan jurus andalan dapur? Tak bosan?" Pacar Irgi yang belum ku tahu namanya itu, berbisik heran padaku.
"Itulah.. Aku ingin membandingkan rasanya!" Ku jawab jujur keponya, pacar Irgi nampak tersenyum mengangguk.
Pramusaji telah mengambil semua buku menu dari meja kami dengan memeriksanya sebelum pergi. Hanya melirik sebentar pada Garrick yang tetap fokus dengan ponselnya. Apa Garrick tak makan? Apa habis dinner nanti aku di suruh buat masakan? Si garang membuatku tak tenang!
"Elsi, sebentar lagi akan ada panggilan video dari keluargaku terutama ibuku. Harap dukungan peranmu untuk menguatkan drama yang ku buat. Kau paham, El?" Ku pandang Anthony, matanya menatap lekat padaku, dan ku jawab dengan satu anggukan kecil.
"Siap mas, percaya saja padaku." Ku yakinkan Anthony bahwa aku paham tugasku.
Dua orang pramusaji telah kembali datang mengantar semua menu yang telah kami pesan. Tapi tak seperti yang ku duga, Garrick pun juga mendapat hidangan dua piring dan minumnya. Resto ini miliknya, bisa jadi para pramusaji sudah menghafal apa yang di pilihnya. Mungkin...
"Berapa yang kamu pesan untuk mie goreng ples tumis kangkung? Lihat, sama dengan bossmu!" Ku toleh pada meja Garrick. Alamaak! Dua piring punya Garrick berisi mie goreng dan tumis kangkung. Persis dengan paket pesananku. Bahkan minumannya pun sekedar segelas teh saja.
Ku pandang wajah yang punya meja, Garrick memandangku. Sempat ku tangkap senyum samarnya sebelum menunduk, dan sibuk dengan sendoknya. Ah..saat begitu, wajah tampan Garrick berubah jadi garang-garang so cute.
Akupun menunduk menikmati paket pesananku dengan menyembunyikan senyumku. Pasti Anthony Lung dan lainnya sedang juga memperhatikanku.Rasanya sungguh enak. Hampir sama dengan masakan buatanku, pantas Garrick lebih suka menyuruhku.
"Sepertinya, si upik abu sedang merasa jadi cinderela!" Terkaget di dada, si Dora berkata tajam di samping telingaku. Ku toleh wajah sinisnya begitu masam menatapku.
__ADS_1
"Apa maksudmu?!" Tak gentar ku hardik dengan nada kasarku.
"Kau di sini sangat beruntung bukan?! Bertemu dengan lelaki kaya seperti Garrick dan Lung?!" Mata sadis Dora mengamatiku dengan pandangan merendahkan.
"Apa kau tidak paham? Aku tidak hanya bertemu dengan mereka, tapi juga bekerja pada mereka berdua!" Ku jawab dengan nada seangkuh mungkin. Aku ingin Dora semakin darah tinggi.
"Bekerja pada Lung juga? Apa maksudmu?" Dora berkata lirih, namun tetap terdengar tajam. Mungkin Dora mulai sadar, semua mata di meja melihatnya.
"Kau penasaran?" Aku tahu Dora akan geram dan merasa tidak sabar. Ku pikir Dora tahu tentang lima puluh juta itu, ternyata Garrick menyimpannya dari Dora.
"Katakan saja, apa susahmu?!" Suara Dora seperti desisan ular yang menyimpan racun.
"Kita tidak saling mengenal, kita belum pernah saling berkenalan. Untuk apa ku ceritakan masalahku padamu. Kau bisa bertanya langsung pada Lung." Ku jawab dengan nada sedatar mungkin. Terkesan semua ucapannya tak berarti bagiku.
"Pembantu tak tahu diri!" Hah..hah..hah..Ku tahan luka di dada. Biarlah..Dora sedang dalam puncak emosi di hatinya.
Aku tak ingin menangis, apa yang di katakan Dora, ada juga benarnya. Tapi aku tak ingin terlihat lemah darinya, khawatir Dora akan terus mengejekku nantinya.
Ku buang pandangan dalam aquscape, melewati wajah Anthony Lung di depanku. Kupandangi sambil terus mengunyah perlahan tumis kangkung yang rasanya jadi hambar tanpa rasa. Ku pandangi saja aquascape indah itu yang lama-lama menggemaskan.
Di antara puluhan jenis ikan kecil-kecil yang memeriahkan aquscape indah itu, ada beberapa nama ikan yang cukup akrab di mataku. Ada blue tang, yellow tang, angel fish juga butterfly fish yang nampak manis bergaris-garis.
__ADS_1
Ada satu ikan yang menarik perhatianku. Ikan blue devil. Jenis ikan yang memburu ikan lain. Diam mengendap di pojokan menanti buruan. Blue devil yang ku lihat itu sangat cantik. Berwarna biru tua dengan bintik-bintik biru muda campur putih, serta ada garis-garis putih di tubuhnya.
Sayang sekali, ikan menarik itu sangat garang. Hah..garang..?! Bukankah yang garang itu hanya Garrick? Jadi... blue devil itu kembaran Garrick! Hi..hi..hi... Aku merasa terhibur dengan ini. Iseng ku selip mataku mengarah pada Garrick. Eh..Garrick juga tengah menyorotku dengan mata yang meredup. Mungkin Garrick juga sama terkejutnya denganku. Garrick buru-buru menunduk menyupit mie goreng di piringnya, akupun mengikuti menunduk ke piringku. Berharap tak satupun menyadari kekakuanku, terlebih dirimu Anthony Lung!