Bukan Kacung Kaleng-kaleng

Bukan Kacung Kaleng-kaleng
44. Zayn dan Juan


__ADS_3

Rasa haus yang sangat ini terpaksa ku tahan. Demi sebab ucapan tuan garang yang cukup menyakitkan. Meski aku disuruh juga mengambil yang di meja depan dia, tentu saja ku abaikan.


"Minum, El.. Hotel ini akan turun reputasi jika kau pingsan kehausan." Garrick kembali berkata pelan, bahkan cukup lembut bagiku. Mungkin juga karena banyak orang di sekitaran yang mungkin telah di kenal.


"Terimakasih, tuanku. Habiskan saja sendirian, jangan segan!" Ku lirik sekilas wajah garang kiyut tapi acuh di sampingku. Ingin ku cakar-cakar saja rasanya pipi itu.


"Terserah, El. Jika busung lapar, jangan merangkak lagi di kakiku." Maak!.. Menyindirku! Ingat saat dulu, aku memang pernah mengiba di kakinya saat mengemis makanan karena lapar yang sangat. Tak sadar, diriku tersenyum masam menyesali hal itu.


Hatiku berubah resah, beberapa orang pegawai berseragam hotel Garju berdatangan masuk dalam aula. Menyajikan makanan kemasan transparant di tiap meja tanpa terlewatkan. Begitupun meja yang tepat di depanku. Paket menu lengkap yang ditata sempurna dalam satu kemasan transparant itu jelas dapat ku lihat. Oh,Perutku..., aku mungkin akan takhluk denganmu!

__ADS_1


Deeepp..! Zayn telah duduk kembali di kursi sebelah. Bocah itu nampak sibuk dengan sebelah tangan memegang ponsel di telinga. Sebuah panggilan ponsel yang telah disudahinya.


"Sorry El, aku lumayan lama." Zayn berbicara padaku dengan raut bersalah. Diliriknya Garrick di sebelahku.


"Eh, bang, kak Anggun ku lihat di back stage sana, tak duduk sini kah, bang?" Zayn menoleh abangnya dengan pandangan melewatiku.


"Biarlah Zayn, mungkin dia masih sibuk." Suara Garrick tenang, tak ku lihat ekspresinya. Aku enggan melihat, hanya ku pandang Zayn saja sesekali.


Mereka berlima yang disebut nama oleh MC telah berdiri di atas panggung, termasuk Zayn juga ada di sana. Di antara mereka, Zaynlah yang nampak berusia paling muda, meski keempat temannya juga masih muda.

__ADS_1


Aku terpesona pada seorang yang berjalan cantik melenggang. Ya..ya..ya..itu Dora! Terlihat Dora dengan gayanya yang anggun, berjalan menuju ke tengah panggung, berdiri di depan Zayn dan kawan-kawan. Menyusul dua orang lelaki di belakang Anggun. Ya, nama Anggun ku rasa sudah cocok untuknya kali ini. Rambut Anggun tanpa poni segaris lagi, tapi poni itu ditepikan dengan jepit merah yang indah.


Perempuan itu bukan Dora lagi, tapi memang benar-benar Anggun, dan itulah namanya. Anggun nampak lebih cerah dan terlihat muda dari yang biasa. Dandanan Anggun seperti wanita dewasa yang sedang jatuh cinta. Apakah dia merubah stylenya demi si cinta untuk Garrick? Tapi kenapa baru berubah sekarang.. Sedang Anggun dan Garrick telah akrab sedari lama, kan..


Setelah Anggun, muncul dua lelaki yang berjalan menuju tengah panggung, dan berdiri di samping Anggun. Kedua pria dewasa itu lalu saling bercakap dengan Anggun. Mataku kembali menyisir, di tepi panggung, ku lihat seseorang berdiri lalu berjalan ke panggung.


Oh,Tuhanku...! Bukankah lelaki itu Juan?! Juan yang menakutiku saat di lobi tadi? Juan yang dibicarakan ibuku di telepon kemarin?! Jadi, di sinikah urusan kerja Juan berakhir... Ish..ish..ish.. Kenapa pulau Batam jadi sesempit daun bayam? Kenapa Juan tidak berurusan kerja di bagian kota Batam yang lain saja?


Setelah ku pikir, jika Juan melihatku di moment ini, aku tak kan lari. Sampai kapan ku hindari... Apa pun, pertemuanku dengan Juan, pasti akan terjadi juga. Jadi harus bisa ku hadapi.

__ADS_1


Moderator podium menerangkan, Zayn dan teman-temannya, akan mengikuti pendidikan beasiswa dokter ke negara Singapura selama dua tahun. Zayn dan keempat temannya, adalah aset terpilih dan calon jargon masa depan Rumah Sakit Nongsa. Setelah kembali, Zayn dan teman- teman akan mengabdi ilmu pada rumah sakit Nongsa yang baru ini. Jadi, Zayn akan pergi?


Untuk Anggun, Juan dan dua teman, mereka ternyata adalah investor muda yang mewakili orang tua sebagi peran serta utamanya. Mereka juga menempati jabatan penting pada manajemen rumah sakit baru itu. Apakah Juan akan tinggal lama di sini? Kenapa terlalu kebetulan parah begini..? Kenapa juga dulu tiket yang ku beli, tujuannya ke Batam sini..?Sedikit ku sesali keterlanjuran ini di hati...


__ADS_2