
Lelaki dempal yang duduk menganggur di samping antrian panjang, segera berdiri menyambutku.
"Malam, kak.." Terlalu bagus sambutan itu. Ku ulur senyum sedikit bersama tunjuk tiketku padanya
"Wah.. Beruntung sekali. Siapa kamu, kak" Lelaki itu terheran, bergegas meninggalkan kursi, keluar meja buru-buru. Kuabaikan soalannya.
"Mari kuantar masuk, kak. Silahkan." Dia bersikap lebih sopan. Berjalan di depan dan kuikut di belakang.
"Silahkan memilih tempat duduk, kak." Lelaki dempal itu menunjuk deretan bangku kosong di antara orang berjas dan berbaju batik. Ku lempar senyum pada si dempal atas jasanya. Dan si dempal pun sengih senyum berjalan keluar meninggalkanku.
__ADS_1
Sekilas kuputar pandang. Orang yang ku harap ku dapati, pak David mengangguk samar begitu kutemukan wajahnya. Segera kududuk di bangku pinggir terdekatku. Aku dan pak David berada di bangku yang sebaris.
Kura-kura tak tahu..adalah jalan ninja terbaikku. Sebab kupahami sikap pak David yang selalu samar seperti itu. Menghindari tercipta gunjingan serta skandal tak baik di depan para staff rombongannya. Tentu pria sekelas pak David, nama baik dan bersih senantiasa jadi taruhannya.
Kali ini, film Habibie & Ainun 3 yang kutonton ini sedikit kuhayati. Film yang cukup menyentuh dengan Reza Rahardian sebagai pak Rudi Habibie, dan Maudy Ayunda sebagai bu Ainun Besari semasa mudanya. Tanpa terasa, film berakhir dengan rasa yang haru. Mengingat nama-nama orang dalam cerita itu benar, pernah ada...bermakna..berguna... dan telah tiada.
Lampu sorot telah terganti dengan lampu benderang dalam cinema. Segera ku berdiri, menghampiri sekilas wajah pak David yang seperti biasanya, mengangguk samar membalasku. Bergegas kubaurkan diri bersama aliran orang-orang yang melangkah perlahan menuju pintu keluar. Lelaki dempal yang mengantarku masuk tadi, hafal denganku dan tersenyum mengangguk.
Kafe Sedan telah lengang, dan ini hampir lewat tengah malam. Tapi suasana ruko Mega Mall tetap saja hingar bingar. Kafe Sedan tutup pukul sepuluh malam, dan bisa lebih cepat lagi jika kelarisan. Mungkin tadi pun, Anang dan Ike tutup kafe lebih awal.
__ADS_1
Keadaan dalam kafe telah bersih, rapi dan wangi. Anang telah berkemas bersih sehabis tutup. Mungkin Anang tak ingin terlambat besok pagi... Eh, Maak! Hari apa ini..?
Biasanya calon ayah itu bersih-bersihnya pagi hari, sebelum pergi bekerja. Berkemas bersih malam hari hanya khusus di hari kamis malam, alias malam Jum'at. Paham bukan, apa yang mereka buat....? Aku yang tidur di sebelah kamar mereka, benar-benar tak dianggap!
Anang dan Ike memang menginap selalu di kafe lantai dua. Aku yang anjurkan.... Sedang rumah baru angsur kredit milik mereka di perumahan, kusarankan dikotrakkan. Itu saat aku masih jadi kacungnya si garang..Dan keputusan ini tidak pernah kusesali..meski akhirnya jadi begini... Hi..hi..hi..
"Ah..! Ah...! Oh..! Ah...! Ah..! Maak..!Suara heboh itu punya Ike..Benar prasangkaku..Duh, belum juga malam jumat! Mereka telah berbuat lagi lebih cepat. Meski ini bukan yang pertama, tetap saja aku risih. Segera ku ambil baju ganti di kamar dan gegas pergi lagi kebawah.
Itulah... Mereka melakukan dengan bising. Tidak hanya saat malam, kadang disambungnya pagi-pagi. Lantai satulah tempat lariku.. Mereka merasa surga dunia, tapi lupa dengan perasaanku.. Jika ditanya bagaimana perasaanku., jujur kukatakan..,selain sangat risih kurasakan, tapi badanku juga kepanasan!
__ADS_1
Suara heboh Ike yang menggangu itu, jadi mengacau kepalaku. Jika sudah begitu, perlakuan si garang padaku malam itulah yang kembali terbayang. Segala kelakuan garangnya padaku, telah hilang menguap tanpa sisa.. Hanya kebaikanya sajalah yang terus lekat membekas di kepala.. Sangat ingin bertemu dan memandangnya... Melihatnya bicara, Mendengar suaranya... Mendapat hardiknya..
Kuakui aku rindu.. rindu ... rindu pada si garang. Tapi aku tak tahu... rindu yang kurasa ini, sebab rindu sentuhannya atau aku juga telah sangat menyukainya. Atau malah sudah dua duanya...Atau bahkan sudah juga mencintainya...Hua..hua..hua..hua.. terpaksa menangislah jalan ninjaku! Aku ingin pergi saja dari kafeku!