
"Selamat malam, nyonya!" Ku sapa ibu tiri, nyonya Mutia, saat berpapasan di puncak tangga. Aku baru dibebaskan oleh bocil Daehan dari menemaninya belajar. Nyatanya aku tak tidur, bocil memberiku permen kopi kecil buatan Singapura, yang nyata khasiatnya! Nasib baik be.lajar Daehan berakhir saat permen kopi itu mulai hilang efeknya.
"Hmmm...Anakku sudah selesai belajar?" Nyonya Mutia menatap wajahku dengan hangat. Ku angguk kepalaku bersemangat. Benar-benar ingin istirahat.
" Okey...turunlah." Ibu tiri cantik, meski tidak muda lagi itu sedikit tersenyum.
"Terimakasih, nyonya." Sambil ku balas sedikit senyum, bergegas ku ayun kaki meluncur turun dari tangga. Bayang bantal empuk telah mengganjal di pelupuk mata.
Di sinilah kini diriku, bergelung nyaman di bawah selimut dengan kaki menjepit gulingku. Bersiap lagi menuju nikmat alam tak sadarku. Berdoa dan berharap jangan datang lagi pengganggu.
***
Drrrrrt..Drrrrrt..Drrrrt..Drrrrttt..Drrrrt
Bunyi getar ponsel di meja yang ku sangka alarm shubuh, ternyata panggilan dari ibuku! Semoga ibuku selalu sehat panjang umur, aku memang sedang merindukannya.
"Assalamu'alaikum, bu..." Sambil bersiap mendapat sambaran suaranya yang bar-bar.
"Wa'alaikumussalam Elsi, masih belum ingin pulang kau nak?" Kali ini ibuku cukup lembut bicaranya. Jujur aku malah curiga. Jika rindu pun, ibuku tidak akan begitu.
"Belum buu..Aku sedang kerja, sudah tanda tangan kontrak, mana bisa pulang sesukanya. Doakan saja aku, buu.." Bagaimanapun, beliau seorang ibu, jadi berusaha ku redam hatinya.
__ADS_1
"Berapa bayaranmu itu, Elsi..?" Ehm..ehm..Ini nih ibuku yang sebenarnya.
"Bu, tiga hari lalu, ku transfer uang ke rekeningmu. Sudah tahu, belum?" Ku rasa tak tahu. Ibuku tak pernah baca pesan, hanya terima panggilan saja yang disukanya.
"Transfer? Sudah gajian kau, nak?!" Suara asli ibuku seketika muncul.
"Iya, bu. Alhamdulillah dapat bonus." Selain upah tiga kali..yang lain-lain itu, uang apa namanya?
"Bos kau rupanya baik, nak... Jaga dirilah di sana..!" Ibuku semangat sekali.
"Iya, buuu..."
"Ya, apa buu..?" Aku penasaran.
"Benar kau di kota Batam sekarang, nak?" Eh..Darimana ibuku tau?
"Siapa yang bilang, buu?" Apa ibuku nekat pergi ke orang pintar?
"Juan yang bilang." Bagaiman Juan tau?
"Gimana bisa tau, buu?" Serius, aku kaget.
__ADS_1
"Juan datang..Dia pinjam hpku, dilihat-lihatnya hpku. Dan bilang kau di Batam, betulkah nak?" Memang betul...Aku tak mungkin mengelak. Juan dengan asam garamnya, pasti menelusur jejak record panggilanku di ponsel Ibu.
"Betul, buu. Lalu Juan bilang apa, buu?" Aku penasaran dengan perkembangan lamaran Juan.
"Itulah aku telpon, El. Juan mungkin sekarang sudah di kota Batam. Katanya ada urusan kerja dan sambil mencarimu. Dia ingin bertemu denganmu!" Nah, kan! Suara lembut ibuku ada maunya!
"Biarkan Juan dengan urusan kerja dia, bu. Aku tak ingin bertemu!" Aku enggan bertemu. Jika bertemu, pasti hanya desakan untuk menikahiku. Seperti yang sudah-sudah dia katakan padaku. Karena lelah berkata denganku, ibukulah alatnya untuk mendapatkanku.
"Temui sebentar saja. Calon suamimu itu sekarang makin sukses dan tampan! Nanti kau menyesal menolaknya!" Aduh...Kenapa ibu bilang begitu..Ucapan ibu, ibarat doa..
"Jangan begitu, bu.. Jika Juan bukan jodohku, mana ada ku sesali!" Ah, ibuku mulai doktrin lagi.
"Makanya apa ibu bilang. Coba dekat dulu, baru kamu tahu bahwa dialah jodohmu!" Ibuku kelewat optimis!
"Bu, aku mau mandi, aku harus kerja sebentar lagi." Ku ingin putus saja panggilan Ibu dengan tidak menyinggungnya.
"Ya sudah, tutup saja teleponmu. Ingat, jika bertemu Juan, berbicaralah yang baik! Jangan menolaknya, Elsi!" Ibuku sangat tidak mengerti perasaanku.
"Ku usahakan! Tapi aku tidak janji, bu !" Tak ingin hutangku kian menggunung pada ibu , jadi aku tak akan memberinya janji palsu.
"Assalamu'alaikum, buuuu!" Tut! Ku reject cepat panggilan ibuku. Ku campak ponsel ke ranjangku, seingin hatiku menghempas sesak di dada. Bagaimana mengikis nama Juan dari kepala ibuku di sana?! Ibuku terlalu obsesi pada Juan sebagai calon menantunya, sedang hatiku benar-benar masih tertutup untuk namanya.
__ADS_1