
Uda Fahri telah menghentikan taksi di depan sebuah rumah makan besar yang bersih dan nyaman, dengan tulisan 'Barista Cafe" cukup besar di sepanjang dinding atas pintu masuk.
"Inilah alamat yang Elsi tunjuk, pada uda." Ku angguk dan gegas keluar dari taksi uda Fahri, sambil ku ulur selembar biru untuknya..
"Trims, Uda. Nanti saat pulang, ku telpon. Uda bisa ngambil aku ke sini lagi, kan?" Ku bungkuk sedikit bahuku, agar bisa ku lihat uda Fahri di dalam.
"Terimakasih juga, El. Pasti bisa, asal Elsi sabar tunggu uda hingga datang. Bisa jadi pas telpon, uda tengah narik!" Ku mengangguk, ku lambai tangan dan uda Fahri membalas sambil berlalu.
"El..!" Itu suara Irgi.. Ku balik badan dan benar dialah yang ada.
"Kau benar datang, El. Mimpi apalah aku semalam!" Irgi mengulur tangan, kamipun bersalaman.
"Kafemu rame banget, Gi!" Irgi telah membawaku berjalan di lorong sebelah kafe, dengan dinding dari kaca. Jadi sangat jelas ku lihat banyak pengunjung di dalam sana.
"Itulah, El. Aku kedatangan banyak tamu tiba-tiba. Rombongan anak PT Muka Kuning datang, dan booking kafeku hari ini. Ada dua orang yang ultah. Aku butuh biduan, El. Kamu!" Aduh...Sekali lagi todongan ngamen tuh datangnya tiba-tiba.
"Aku mana siap, Gi!" Aku tak menolak, hanya merasa tak siap.
"Siap apaan, El. Kau mana butuh persiapan. Kau tuh tiap saat siap!" Irgi cengengesan. Matanya berkedip sebelah saat ku tatap keki padanya.Jika sudah begitu, lalu aku harus apa...selain mengangguk iya saja...!
"Gi, dapat nggak..? Berapa?!" Kutunjuk dua jari tanda cuan ke Irgi.
"Pasti dapatlah, El. Tapi di sini recehan, tak seperti yang kau dapat saat plesiran!" Irgi menatapku, ada rasa ragu di sana.
"Heiih, Gi.. Aku dapat durian tumbang tuh berkat siapa..?! Kalo bukan kamu yang ngajak, tak mungkin ku di panggung!" Tak pernah ku lupa, rizqi yang kudapat hari itu, berkat promosi dari Irgi.
__ADS_1
"Ah, nggak gitu banget kali, El..Kalo kamu nggak mampu, aku mana mau? Dan ku rasa, emang dasarnya kamu tuh gadis hoki!" Ku aminkan saja ucap Irgi. Somaga seterusnya, aku akan di sapa hoki begini hingga nanti.
"Gi, mana teman ngamenku?" Kuintip panggung mini di kafe. Sepi, tak ada tanda-tanda persiapan dari para teman band Irgi.
"Itulah, El. Mereka cuti.. sepaket biduan juga. Cuma kafe doang yang buka. Tak sangka dapat rezeki nomplok hari ini. Jika tanpa hiburan, kurang memuaskan, mereka mungkin enggan datang kemudian." Irgi memandangku penuh bintang.
"Lalu..?" Ku minum kopi buatan Irgi, sambil ku tunggu jawabannya.
"Ya nyanyi biasa aja, El. Model karaoke..Gimana? Oke, El..?" Irgi menunjuk beberapa disk kaset karaoke padaku.
"Ya udah, Gi.. Nurut..."Ku angguk pertanda setujuku.
Irgi pergi ke dapur, bilang padaku mengambil amunisi tempur. Kembali dengan seorang barista mengantar banyak makanan yang siap digempur.
"Isi perut dulu, El. Jangan segan. Ini pelayanan khusus untuk calon biduan...!" Irgi tersenyum hangat menunjuk makanan di meja.
"Riana tak datang kah, Gi?" Riana nama pacar Irgi.
"Jam segini kerja, El. Dia datangnya malam hari." Irgi menyahut sambil tersenyum penuh arti. Sedikit dapat ku raba apa arti senyumnya. Duh..Batam!
"Kerja di mana, Gi?" Aku dan Irgi sedang ada lomba makan.
"Cinema 21 Nagoya Hill mall, El !" Di sana rupanya, aku pernah lihat bioskop tempat Riana kerja, waktu sama Anang nyari coklat.
"Berapa menit dari sini, Gi ?" Kepikir nonton di bioskop tiba-tiba.
__ADS_1
"Dekat, El. Sepuluh menit pun kurang! Kenapa, ingin nonton? Habis nyanyi ku temenin!" Ku pandang Irgi tanpa kata, ingin... serasa berabad tak ke cinema, tapi Irgi pacar orang!
"El, yang ultah telah datang. Yuk kita ngucap!"
Ku ikuti irgi ke meja paling depan, menyalam orang yang ultah. Perantau dari Medan, Jonathan Butarbutar namanya. Pemuda dari Batak, Samosir, Sumatera Utara. Dan Butarbutar adalah nama marga dari sukunya. Irgi sedikit menjelingku saat ku sembunyikan senyumku. Aku sadar, meski bagiku lucu, marga butarbutar adalah warisan budaya leluhur kebanggaan bangsa kita.
"Mauliate abang dan kakak bagak!" Jonathan membalas ucapan kami dengan bahasa asalnya. (Mauliate\=Terimakasih, Bagak\=Cantik). Karena tak paham, ku angguk saja ikut Irgi.
Irgi undur diri dan bergeser ke meja depan paling ujung. Ku tetap juga jadi ekor cantik untuk Irgi. Kali ini yang kami salami seorang lelaki muda dari Medan juga. Lelaki Batak Toba, Indra Rajagukguk namanya! Ku gigit bibirku, kali ini aku lebih susah payah lagi menahan senyumku. Ahh... Sungguh indah dan unik Indonesiaku!
Setelah Irgi menyalam dua tamu yang berultah, acara ultah dibukakan sendiri oleh Irgi, sebagai sang CEO kafe. Ini adalah pelayanan free terbaik dari Irgi untuk pengunjung yang punya acara di kafenya.
Kini gilirankulah yang naik panggung memberi hiburan. Irgi memintaku untuk bernyanyi tiga lagu saja. Semuanya lagu berlirik ulang tahun namun berlainan versi. Lagu ulang tahun dari Endank Soekamti, dari Gigi.., dan versi Jamrud. Lagu judul selamat ulang tahun dari Jamrud inilah yang paling ku suka.
Jonathan dan Indra begitu bersemangat, sama bersemangatnya denganku. Bahkan mereka bersama seluruh teman undangan ultah berdiri gembira sambil bertepuk tangan tanpa henti, hingga ku tamat membawa amanah Irgi itu padaku. Akupun turun panggung dengan lega dan senyum ceriaku.
Irgi kembali naik panggung mengucap terimakasih dan berpesan agar ada kunjungan lagi lain waktu. Dengan jaminan akan ada sambutan lebih meriah lagi dari pihak kafe di waktu yang mendatang. Jonathan dan Indra pun bertepuk tangan sebagai jawaban terimakasihnya.
****
Habis ashar di mushola kafe Irgi, kami meluncur menuju Cinema 21 di Nagoya Hill. Studio XXl di mall lantai dua Nagoya Hill ini telah nampak menyemut oleh sesak pengunjung.
Riana bekerja di bagian admin, jadi agak susah bagi Irgi menemuinya saat ini. Mungkin Riana akan menyusul kami ke dalam bioskop, atau Irgi nanti yang akan menunggunya selepas keluar bioskop.
Irgi sedang antri beli tiket di loket dekat pintu masuk. Ku lebih milih nunggu Irgi dengan menepi di tempat jadwal pemutaran film hari ini. Dari situ ku tahu, film yang akan ku tonton ini adalah Warkop DKI Reborn, film yang sekilas ku dengar sedang viral.
__ADS_1
Saat ku lihat lihat lagi Irgi dia sudah mencapai loket. Tapi tak sengaja, mataku menangkap hal hebat. Apa..?! Si Anggun! Ya..Anggun sedang bersama Juan. Bahkan Anggun bergelayut manja di lengan kekar Juan. Jadi..Itukah penyebab Anggun tidak menyukaiku ke mana-mana. Aku bareng Garrick..dia sadis..Aku dekat Juan, dia pun sinis.. Padahal tak satu pun dari keduanya yang denganku. Jadi siapalah yang serakah di sini..?! Wanita tak berkaca diri!!