Bukan Kacung Kaleng-kaleng

Bukan Kacung Kaleng-kaleng
82. Chow Yun Fat


__ADS_3

Hampir dua minggu, ku tinggalkan rumah besar si garang. Saling bahu dengan Ike, menjadi kacung bagi pelangganku yang datang. Bersama dua kacung baru yang ku dapat dari lembar lowongan yang ku iklan.


Satu dari Medan, Lisbet Hutabarat namanya. Gadis mungil berumur 22 tahun, manis dan gesit geraknya. Telah dua bulan menganggur. Baru habis kontrak dari pabrik kontak lensa di Muka Kuning. Dan tak ingin pulang ke kampung. Lisbet bertugas siaga pada penyiapan peralatan, belanja dan cuci mencuci serta serabutan lainnya.


Satu lagi dari Palembang, Mastia. Wanita berumur 40 tahun dengan dua balita yang dimiliki. Terpaksa bekerja, suaminya lagi kena PHK. Dan masih ingin bertahan di Batam, tidak ingin pulang ke kampung. Dan biasa ku panggil yuk Tia alias ayuk Mastia. Yuk Tia serba bisa, bertugas memasak, menyiapkan pesanan dan mengantar.


Sedang Ike, khusus mengambil pesanan dan menerima pembayaran alias kasir, sekaligus tutup buku saat kafe sedan telah tutup.


Anang...,dia sama siaganya denganku. Apa saja dilakukan. Di mana nampak repot, di situlah kita kebut.


Untuk pembayaran..., gaji kusetarakan dengan basic UMR (Upah Minimum Regional) di Batam. Beserta tambahan bonus, sesuai dengan besar pendapatan yang Ike laporkan padaku. Untuk tunjangan...,sementara hanya tunjangan transport dan makan di tempat, atau boleh bawa pulang makanan jika ada.


Kafe Sedan memang pesat berkembang, pelataran luas yang awalnya kosong, telah kupenuhi dengan bangku dan kursi. Tersisa sedikit untuk parkir semua jumlah roda.


Kafeku terlihat unik dan menarik, Anang cukup pintar mengatur dekor kafe, bahkan lebih dari apa yang kubilang. Lelaki itu sangat tanggap dengan penggambaran maksudku.

__ADS_1


Keinginan untuk mempunyai band kafe ada juga, tapi sementara kuabaikan. Minatku belum kuat, jadi sementara tak penting terwujud.


******


"Mbak.., ada rombongan staff wali kota di depan. Aku nggak pede mbak?" Ike nampak pias menghadangku di kamar.


Aku telah siap dengan dandan cantik modisku. Rencana ingin refreshing. Tiket bioskop untuk film Ainun-Habibie telah kudapat sore tadi.Aku masih cuti hari Rabu. Meski aku bebas di kafeku, tetap Rabulah hari cuti bagiku..


"Ya dilayani aja, Ke.. Catat pesanan itu seperti biasa..." Ku semangati Ike dan ku sembunyikan wajah kagetku. Ayah Anggun pasti ada di antaranya.


"Aduh.., Ke..!" Tak mungkin ku tolak, ini kafeku. Akan hilang wibawaku. Tak mungkin juga kupaksa Ike, perutnya itu..nggak tega aku tuuh..


"Mbak.., mbak..Jangan pakai masker kali ini..!" Kuturuti kata Ike, masker yang kupegang, kulepaskan. Mulut dan hidungku memang bermasker tiap hari. Selain jaga diri dan anjuran, dengan maskerlah ku dapat kenyamanan.


"Mereka pakai masker nggak, Ke?" Kutatap Ike sekilas.

__ADS_1


"Nggak ada satu pun..Buruan, mbak..!" Hmm..Sekali lagi, slogan baliho itu hanyalah pemanis buatan!


"Lisbet, ngapain, Ke?" Kulewati Ike dengan bergegas.


"Ngelap piring. Mereka banyak, mbak!" Mungkin mangkok dan piring yang akan dipakai.


Kuturuni tangga bergegas menuju lantai satu. Ruko ini berlantai dua. Lantai satu..untuk kafe, lantai dua..untuk break time. Tapi, juga jadi penginapanku dan Ike saat malam.


Duh, rombongan memang banyak. Empat meja yang di latar, dan dua meja di dalam. Dengan datang sekaligus, memang sedikit merepotkan. Biasanya sih juga banyak...tapi berhiliran...


Pesanan untuk dua meja di dalam, telah kuberikan yuk Tia. Kembali kudekati empat meja di luar. Samar dig dug ini kuabaikan. Dua meja telah kucatat pesananya. Bergeser kakiku ke sebelah. Satu per satu ku lihat..satu-satu kucatat. Kusimak semuanya dengan penuh perhatian.


Sampailah aku di meja yang terakhir. Ayah si Anggun yang memang telah kulihat sekilas, dengan sengaja ku datangi yang terakhir. Pria paruh baya yang masih nampak muda dan jelas berkharisma itu tengah tajam menyorotku. Aku sadar akan hal itu sedari awal.


Camer si garang memang tampan. Bahkan wajah tampan chow yun fat terlihat sangat jelas padanya. Om David, pak wali kota itu tak berkedip sedikitpun memandangku!

__ADS_1


__ADS_2