Bukan Kacung Kaleng-kaleng

Bukan Kacung Kaleng-kaleng
70. Mulut Ember Daehan


__ADS_3

Posisi strategis telah kudapat. Berdiri tegak siaga di samping belakang si garang, dengan menunduk tak guna telah bosan kulakukan. Perlahan, ku sapu pandangan diam-diam.


Ternyata ada juga bocil dingin, si Daehan tengah duduk manis di samping ibunya, nyonya Mutia. Anggun, ayah dan ibunya, duduk beseberangan dengan nyonya Mutia. Sedang Garrick dan Zayn duduk berhadapan di sofa single masing-masing. Mereka terpisah oleh meja yang panjang, tempat kuletak semua sajian.


Anggun tak terlalu melihat sinis lagi padaku. Mungkin, Juan telah mengatakan bahwa aku sedang menyimpan video kencan mereka di Nagoya. Kuharap ada rasa malunya akan kelakuan itu di belakangku. Atau merasa terancam jika ku adukan tentangnya dengan Juan, pada tuan garangku!


"Lalu, keputusan yang ku dapat untuk Anggun, anak perempuanku ini, apa Rick?" Pak David wajar saja menekan, masa depan anak perempuan, adalah segalanya bagi ayah. Aku..? Ayahku telah tiada.. Beruntungnya si Anggun!!


"Aku menyanggupi, om. Tapi tolong beri kesempatan padaku sebagai lelaki. Terlepas dari yang Anggun ucap barusan, dia menyukaiku..Itu belum jaminan. Aku minta waktu, om. Jika kurasa sudah mantab, pasti Anggun akan segera kulamar!" Tuan garang menghempas punggung ke sofa. Mencipta hembus angin kecil yang membawa wangi lembut parfumnya ke hidung dan dadaku.

__ADS_1


"Baiklah, Rick. Kalian memang sudah dewasa. Bebas menentukan pilihan. Tapi ku harap jangan menggagalkan perjodohan ini. Akan banyak efeknya, bisnis yang ku bangun bersama ayahmu ini, memang akan rumit jika kau dan Anggun tidak jadi menikah." Suara berwibawa dan bijak itu memang pantas menjabat sebagai tokoh utama di Batam. Tidak memaksa, namun mengandung peringatan yang tegas.


"Terimakasih atas pengertianmu, om." Garrick kembali menegakkan punggung lebarnya.


"Ok, Rick. Anggun, kau bersabarlah." Anggun hanya diam kaku di kursinya. Tak sengaja mata kami bertemu. Anggun tidak meneruskan tatapan kami, tapi membuang mukanya buru-buru. Ada puas di hati, kini peranku jadi pemburu baginya. Padahal, tak ada niat hatiku untuk berurusan dengannya.


"El..!" Aku yang hanyut melamun, terkejut dengan sebuah panggilan namaku. Semua mata memandangku, ku rasa itu tadi Daehan.


"Heh..Daehan! Tak kau bilang pun, Elsi memang akan menikah denganku. Aku sudah bilang itu pada mommy!" Zayn menoyor kepala Deahan dengan gemas. Jika mungkin, aku pun ingin menoyor bocil itu serta mengepang mulutnya. Mulut Daehan serupa dengan abang ke-duanya, ember karet!

__ADS_1


"Maaf..maaf..ya Pak..,Bu..., anak-anak saya memang begini, kayak Tom dan Jerry.." Ibu tiri alias nyonya Mutia menepuk-nepuk pelan punggung Daehan. Dengan matanya menyuruh Zayn untuk diam. Ibu tiri rupanya cukup bijak.


"Tidak mengapa, bu..Tapi, kuperhatikan, seperti tidak asing dengan wajah adik ini..." What..!! Ibu Anggun menunjukku, tapi kami tak pernah bertemu.


"Sudah, maaa.. Orang mirip itu banyak di mana-mana.." Anggun berkata manja pada ibunya. Seperti bukan wanita berumur dua puluh sembilan saja. Sempat kutangkap, jari Anggun mencubit cepat pinggang ibunya.


"Oh..., iya..mungkin gadis yang mirip dengannya, ini perasaanku saja..." Bu walikota meralat cepat ucapannya. Wajah ayunya terlihat gelisah memandangku. Terkesan tak puas dengan ralatan ucapannya sendiri.


Tapi ku sangka, ibu Anggun telah tahu segalanya. Anggun nampak manja pada sang ibu, bisa jadi semua rahasia yang dipunya, ibunya pun tahu. Anggun telah melihatku dari dulu di medsos Juan, pasti sang ibu pun begitu. Jika sekarang aku tak berkerudung.. Ibu Anggun pasti tak ragu mengenaliku!

__ADS_1


"Emm...Itu bu.., ucapan Daehan dan Zayn tadi, apa benar Zayn akan menikahi gadis ini?" Mataku cepat menyorot pak David. Ayah Anggun itu juga tengah memandangku.


"Bagiman ini ya.... Zayn memang sudah membincangkan hal itu denganku, pak. Tapi anak saya masih sekolah, jadi mungkin anak saya yang ke-dua ini sedang mendapat cinta monyet!" Deg..! Ini benar-benar memalukan. Kenapa aku harus terlibat dalam pertemuan besar keluarga ini?! Apa niat Zayn padaku telah begitu serius..Bukanlah main-main, sampai ibunya pun tahu?! Duh, Zayn... Aku akan bicara denganmu!


__ADS_2