
Akad nikah bagi kedua mempelai itu memang beres terlaksana. Bahkan tanda tangan di dua buku nikah merah biru milik mereka, telah pun ditorehkan. Tapi acara ini belum bubar. Terkesan masih ditahan oleh pak penghulu atau juga pak naib, yang duduk berlawan arah di depan. Pak naib terus erat menggenggam mic speakernya.
"Ini masak satu pasang saja yang nikah? Yang lain manaaaa..?!!" Pak naib yang berlogat Jawa jenaka itu bertanya menggema di area dalam masjid hingga tembus serambi dan latar.
"Ayo..ayo..Mana lagi yang mau dinikahkan..? Mumpung saya di sini..Mbok ya sekalian gitu lho..Jadi ya jangan satu saja thoo...Ayo maju, jangan malu-malu..!!" Pak naib menghebohkan sunyi masjid, hingga muda-mudi teman Ike pun pada saling bersorak hu hu ha ha
"Lah..ituuu..masnya yang di belakangnya mas pengantin itu..sudah apa belom? Mana istrinya...Semolek apa gitu lho..Dari tadi tak lihat-lihat, kok jadi penasaran saya sama masnya itu lhooo ..." Pak naib dengan logat jawa kocaknya kian mengheboh.
Semua mata tertuju ke arah belakang Anang, ada dua di sana, Garrick dan Zayn. Penampilan keduanya memang bossy, apalagi si garang, mencolok sangat. Meski hanya berkemeja, tanpa dasi dan jas kerja, tetap saja menawan.
__ADS_1
"Ini, dua mas-mas guanteng ini, kok jadi pendamping mas pengantin....Siapanya mas pengantin lho iniii...?!" Pak penghulu berdiri mendekati Zayn dan Garrick.
"Boss saya mereka itu, paaaak...!" Kali ini sahutan kencang datang dari Anang. Pak penghulu menampilkan wajah shock yang jelas sangat kura-kuranya.
"Wah wah wah...,baik sekali boss-bossnya mas Anang ini yaa...." Pak naib nampak
tertarik, bukan lagi pura-pura.
"Kalo mas Zayn ini, kayaknya pacarnya buanyak ini yaa... Bingung dia milihnyaa...." Pak penghulu senyum-senyum, berlomba dengan Zayn yang cengar-cengir memandangku.
__ADS_1
"Dia jomblo paaaaaak...Nggak ada pacar!!" Anang kembali jadi moderator sukarela. Ha ha hu hu hu kembali bergema bersahutan. Kini Zayn jadi pusat pandang para gadis belia berkerudung. Tapi Zayn cuek acuh tak peduli, bocah itu memandangku sesekali.
"Waduuuh....La kenapa tho mas, kok nggak ada pacar?! Nggak dimanfaatkan to mas itu muka-muka koreanyaaa...??!!" Zayn senyum saja ke pak naib, sambil tangan kanannya menoyor bahu Anang hingga doyong.
Kini pandang pak naib beralih tanya pada Garrick. Garrick menjawab kaku umur dan status diri dengan suara empuk beratnya. Harapku agar pak naib lanjut mencercanya langsung saja terwujud.
" Lah ini.. Mas guanteng satunya ini, mana istrinyaaa?!" Pak naib mengamati Garrick tanpa sungkan. Garrick tersenyum. Duh..,mak! Tampan beneran tuh si garang. Manis sangat senyumanya ke pak naib. Macam merayu minta dinikahkan saja...
"Boss yang itu, belum nikah juga paaak.... Masih calon!!" Sang moderator cuma-cuma, Anang, kembali berkoar. Garrick menjeling Anang sesaat.
__ADS_1
"Lah..calon bidadarinya kok nggak dibawa sekali tho maaas.. Masak nggak ingin kawin thoo... Masseeh, masseeh...Saya siap lho, menghalalkan! Kayak mas Anang gitu loh, yang sat set...Nikah..!!" Ha..ha..ha.. Ku lihat si garang, mukanya merah padam. Pak naib sedang mencucinya habis-habisan. Rasain ya..duhai garangan! Ha..ha..ha..