Bukan Kacung Kaleng-kaleng

Bukan Kacung Kaleng-kaleng
63. Undangan Nikah


__ADS_3

Ini minggu pagi, hari rabu masih jauh menjemput. Bosan sekali rasanya. Tak ada boss garang yang mengganjal di mata, jin malasku merajalela. Dengan gontai ku bawa sapu ke kamarku. Ku mainkan dulu ponselku. Ada pesan masuk dari Anang.


*Mbak, calon kafe angsur kreditmu, aku dah dapat. Strategis. *


Cepat ku koreksi angsur kreditnya.


^Nang. Tunai saja. Sorry, lupa ngoreksi. Tolong nego lagi dong, Nang. Tunai nih..^


Ku tunggu Anang membalas. Ku rapikan bersih kamarku. Kamar sebelah sudah dua hari belum aku sapu.


*Oke, mbak. Nanti ku jumpai lagi makelarnya.*


Gass ku balas pesan Anang.


^Kok lewat makelar sih Nang, bukan langsung yang punya?^


*Ini barang bekas, mbak. Tapi strategis poll. Ya itu, kalo properti bekas, kebanyakan calo. Yang punya dah pulkam.*


^Masih layak nggak barangnya, Nang?^


Ku rapikan meja di dekat ranjangku, mawar putih dari Zayn telah berubah coklat dan kering, bahkan rontok juga kelopaknya. Sudah saatnya turun pajang.Pesan Anang masuk.


*Kayak barang baru, mbak. Harga bagus.*

__ADS_1


*Lihatlah besok, sekalian datang ke acara nikahanku. Di Muka Kuning, di Masjid Nurul Iman. Jam 9.*


Tak ku jawab, besok bukan cutiku. Cctv itu memenjarakanku. Tapi aku ingin sekali bisa datang..


*Wajib datang, mbak. Ada yang rindu...*


Rindu... apa maksudnya..


^Apa yang rindu, Nang?^


*Orang, mbak....Bukan monyet di blok R.*


^Siapa lah, Nang, bilang...^


Duh, main er ha es pulak, kayak aku ini a be ge saja..padahal umur dah lanjut...


^Ku usahakan. Tapi tak janji..^


*Kita tunggu, mbak.*


Ku biarkan pesan Anang. Sibuk dengan rapat direksi kepalaku. Inti pesan Anang, selain kabar senang, tapi juga bikin hati bimbang.


Akhirnya ku putuskan, besok datang saja ke tempat nikahan Anang. Tak peduli dengan cctv rekaman yang mengancam. Ku batalkan juga rencana izin ke garangan. Ini jadi bentuk pembalasan, protes pada si garang yang telah semena-mena padaku!

__ADS_1


***


Baju baru yang indah, telah menggantung sempurna di bahuku. Rasa haru hatiku, pantulan cantik di kaca itu seperti bukan diriku. Ya, dress gamis muslim dan kerudunglah yang tengah ku pakai di badanku. Sesuai dengan acara serta tempat yang akan jadi tujuan kunjunganku. Nikahan Anang dan Ikelah target dari dandanku kali ini.


Baju gamis berkerudung, mendadak kupunya dengan beli di Kanaya. Karena saat kabur lari, satupun tak kubawa baju syar'i. Semua kutinggal di kampung halaman, di almari.


Gamis ini pilihanku sendiri, tanpa Sari yang menemani. Pengunjung hotel cukup merayap malam tadi. Jadi, Sari tengah sibuk melayani. Ikut senang dengan keramaian pengunjung Garju. Pertanda uang tercurah dan mengalir ke akun Garrick Julian.


Jiwa matreku berkembang. Garrick selalu memberi uang kompensasi sebagai pengganti rasa bersalahnya padaku, meski itu tak sengaja dilakukannya. Tapi yang terakhir..bahkan itu kesalahan yang sengaja dan sadar dibuatnya padaku! Garrick tak juga mengabari berita adanya kompensasi.


Harusnya jumlah transfer kali ini, jauh lebih besar lagi dari yang sudah. Apa benar, si garang tak rasa bersalah? Ah..Jiwa tamakku bergelora. Dapat uang pengganti, jauh lebih baik dari gratisan kan?! Iya apa tidak...?!


🎶Jangan bilang tidak, Bilang saja iya...🎺🎷


🎶Iya,lebih baik daripada kau menangis..🎺🎷


🎶Penguasa...Penguasa...🎷🎺


🎶Berilah..hambamu uang..🎺🎷


🎶Beri hamba uang..Beri hamba uang..🎺🎷


Sambil kusemat sepatu, kudendang lagu kesukaanku. Lagu andalan bersama para teman saat bernyanyi di jalanan. Ada yang kenal tidak? Berjudul 'Pesawat Tempurku', oleh Iwan Fals. Memang nampak jadul, tapi isinya mengena sekali.

__ADS_1


Cobalah cari di you tube. Anggap saja, aku sedang gratis menghiburmu. Oh, ya..,jangan lupa lewati iklan jika tak suka! Ha..ha..ha...


__ADS_2