Bukan Kacung Kaleng-kaleng

Bukan Kacung Kaleng-kaleng
35. Tuan Garang Datang


__ADS_3

Kursi tanpa meja, berderet dan tersusun rapi berdempetan di depan panggung hampir memenuhi aula Panbil Mall lantai dasar. Kata yang punya acara, tidak akan ada tamu undangan. Tapi pengunjung Panbil Mall, sesiapa pun boleh datang dan duduk menikmati hiburan dari acara pembukaan Zayn's resto.


Pengunjung yang berkenan mampir duduk, akan menulis nama dan nomor ponsel. Yang kemudian mendapat sebuah souvenir dan voucher makan gratis tanpa batas waktu, di Zayn's resto yang ada di Panbill Mall lantai dua. Zayn telah bekerja sama dengan usaha jasa party organizer untuk menyukseskan acara opening restonya malam ini.


Zayn membawa kami bertiga ke meja di samping panggung dekat dinding. Hanya satu set meja kursi itu yang ada dan kamilah yang sedang menempati. Bocah tengil itu kata, ini adalah satu-satunya meja kursi plastik super VIP yang ada, dan disediakan khusus untuk Ike, sang calon ibu masa depan, yang tengah hamil muda dua bulan. Sedang Anang dan aku hanyalah pelengkap yang menumpang di kursinya. Ha..ha..ha ..Si sableng itu bersikap cukup manis bukan? Pada Ike maksudku..


Acara telah dimulai sedari tadi. Setelah acara dibuka oleh MC serta diselingi doa dari sang MC juga, Zayn naik panggung dan memberi sambutan hangatnya. Zayn begitu fasih dan luwes berkata-kata di hadapan banyak orang. Pengunjung yang mampir cukup sesak, baik yang hanya berdiri di sekitaran panggung, ataupun yang benar-benar mampir dan duduk.


Hiburan dalam acara opening ini cukup simpel, diisi oleh grup band lokal sukarela yang anggotanya adalah teman-teman Zayn sendiri. Mungkin Zayn akan memberi uang tip pengganti kompensasi, tapi bukan sebagai uang tarif. Karena mereka memang berniat sukarela bergembira memeriahkan acara Zayn kali ini.


Selain hiburan dari grup band teman Zayn. Ada juga hiburan tebak-tebak berhadiah untuk para pengunjung. Menebak pertanyaan cukup ringan yang dibacakan oleh sang MC dengan pertanyaan yang ditulis oleh Zayn sebelumnya. Hanya perlu modal berani untuk naik panggung saja ku rasa. Jadi..jika ingin hoki, tak perlu pikir gengsi. Jika ingin untung, buanglah rasa malu!


Pertanyaan dari Zayn dan dibacakan MC yang sangat mudah itu contohnya macam ini...


*Kenapa di rel KA dikasih batu?-Karena kalo dikasih duit, pasti habis diambil kamu!*


*Kunci apa yang bikin joget?-Kunci-kunci hota heee*


*Ayam apa yang bahaya dimakan?-Ayam yang dimakan sambil rebahan di tengah jalan raya*


*Siapa artis berambut tak lurus?-Ayu keriting.*


*Kenapa Sinterklass ketawanya ho..ho..ho..?- Sebab kalo hi..hi..hi... jadinya kuntilanak.*


*Gajah masuk kulkas nampak apa?- nampak bohongan.*


"Kenapa zombie suka nyerang bareng-bareng?- Kalo sendiri namanya zomblo.*


*Siapa yang doyan naik angkot,tapi gratisan?-Sopir angkot!*


*Malam apa paling seram?-Maklam pirr!*

__ADS_1


*Pura-pura makan tahu..lanjut..- Kura kura makin tau!*


*Gang apa yang bikin emak-emak sewot?-Gang guin suaminya!*


Ha..ha..ha.. Lihatlah..Karena aneka tanya tebak konyol yang dilempar MC itu, Ike yang tadinya mendung tak berujung, kini cekikikan tiada putus tanpa modus. Anang nampak suka melihatnya. Aku.., kadang saja gelak ngakak, karena sebagian tebakan itu adalah sumbanganku. Tebakan yang sering ku mainkan saat berada di gunung bersama teman-teman!


Di sela tawa jenaka, Zayn mencolek pundakku. Ku toleh dengan ekspresi bertanyaku.


"Elsi..Bersiaplah..Habis ini giliranmu naik panggung!" Whaattt?! Santuy sangat si Zayn berkata begitu padaku.


"Ngapain pulak Zayn? Apa urusanku?!" Histeris aku tuh...


"Sumbang lagumu!" Apppaaaaaaa!!!??


"Ngawurr! Ogah aku, Zayn! Ada penyanyinya! Ngapain,aku?! Aku tak bisa bernyanyi!" Ketus jawab mulutku pada Zayn.


"Jangan bohong kau, El..Lihat!" Zayn sableng menunjuk lagi ponsel birunya padaku.


"Kau lebih dari mampu, El ! Kau tak bisa bohong padaku!" Wajah Zayn yang sempat cengengesan kini berubah diam dan serius.


"Itu bukan suaraku, itu hanya lips sing, Zayn!" Aku tak ingin Zayn terus mendesakku.


"Jika itu lips singmu, kau tak kan pernah ada di panggung. Abangku tak mungkin sudi menggunakanmu!" Zayn tersenyum senang mengejekku. Lalu bagaimana..Aku juga tak terlalu pandai berkelit, aku banyakan jujur orangnya!


"Jika aku tak mau?! Abangmu membayarku sangat mahal waktu itu!" Ini hanya ucapan di mulut belaka, aku sebenarnya telah salut pada bocah itu.. Bisa jadi jika terus dirayu, akan ku naiki panggung sepenuh sukarela hatiku.


"Naiklah El, sekarang! Atau kau ingin fotomu itu berstatus pacarku saja?!" Oh..Zayn, kau justru mengancam lagi, kenapa tidak merayu saja?! Apa..? Apa..??!! Aku berharap dirayu bocah nakal itu?! Masak aku berharap dirayu berondong.. Ho..ho..ho.. Jatuh dong pasaranku!


"Jawab dulu. Darimana kau dapat video itu?!" Aku memang ingin tahu pasal itu.


"Beberapa CCTV di kapal abang, disambungkan pada kami." Zayn menjawab santai, dan aku percaya kebenaran ucapannya.

__ADS_1


"Apakah video yang ada aku hanya itu?" Aku kepo sangat-sangat.


"Kau di Garju !" Zayn terlihat mulai tak sabar.


"Sudah, Elsi..Naiklah dulu. Habis turun, lanjutlah tanyamu. Bahkan sedetail apa pun, ku jawab!" Zayn berkata dengan nada lembut padaku. Apakah ini rayuan? Hu..hu..hu..


"Hanya satu lagu, Zayn..!" Satu saja mauku..Aku segan dengan vokalis band mereka, yang sekarang tak ada entah ke mana!


"Okelah, El..!" Zayn hendak meraih bahuku dengan tangannya, ku hindari dengan mengambil langkah cepat menuju atas panggung.


Panggung ini cukup tinggi, tak ada tangga di sisi samping, tangga panggung hanya di depan. Aku berjalan cukup cepat, saat dari samping membelok jalan ke depan panggung, aku berpapasan dengan orang yang jalan cepat juga sepertiku. Kami hampir saling bertabrakan, tapi orang itu gesit menghindar, begitu juga kakiku. Tapi tabrakan kecil tak bisa di hindari. Bahu rampingku berbenturan dengan lengan bahu besarnya.


Aku oleng dan limbung, tapi dua tangan cepat menahan bahu dan punggungku agar tidak tumbang dan terjengkang. Ku seimbangkan diriku dan berbalik, Zayn sablenglah yang menolongku. Bersyukur di dada, bocah itu tidak minat memelukku dalam kesempatan yang sempit. Seperti halnya adegan pasaran di tiap cerita romansa dan fantasi yang sering ku ikuti. Mungkin betul yang Anang bilang. Zayn tak ingin perempuan, bahkan yang tak berbaju sekali pun!


"Terimakasih, Zayn.!" Ku ucap terimakasih tulus-tulus pada Zayn.


Bocah baik itu sedikit senyum dan mengedip mata padaku. Lalu menunjuk orang yang bertabrakan denganku di samping dengan isyarat lirikan matanya. Ku toleh orang itu di sampingku. Haaahh..!! Maaak..!! Dia..Si mata coklat pekat tengah menatapku cukup lekat. Oh, tak ku sangka tuan garang juga datang. Boss galakku, Garrick Julian..Garju! Bagaimana cara bersapa... Aku merasa lupa, tak mampu berkata-kata. Apakah dia akan marah dan bilang aku yang salah?


"Hai.. Zayn, apa kabarmu?!"


Kepakuan pandangku dan Garrick terputus saat terdengar suara Dora begitu menempel di telingaku, namun Zaynlah yang disapanya.Sedikit nyeri ku rasa di gendangku.Keras suara Dora melebihi musik di panggung.


"Hai juga kak Anggun. Kabarku baik. Terimakasih sudah menemani bang Garrick untuk datang di acara kecilku. Kak, Bang, duduklah di sana!" Zayn menunjuk kursi VIP plastik kami pada mereka. Garrick mengangguk, melirikku sekilas, dan mereka berdua pergi melangkah beriringan ke meja itu.


"Kita lanjut El..Yuk!" Zayn hendak mengambil tanganku, tapi ku hindarkan. Sang MC terus menyebut namaku, dengan cepat ku naiki panggung dan Zayn ku tinggalkan. Harapku, waktu cepat berlalu. Kedatangan Dora dan tian garangku telah mengacau semangatku.


Saat bimbang dengan lagu pilihan, Zayn datang dan menentukan 'Dinda jangan marah' itulah sebagai lagu pilihanku. Aku hanya pasrah dengan pilihan lagunya untukku. Setelah musik jalan dan mulai masuk lirik, baru ku tahu, bahwa Zayn menemaniku bernyanyi lagu itu.


Bocah usil itu sangat lihai mengimbangiku. Aku bernyanyi semauku, tapi Zayn selalu mampu bersamaku. Aku kembali bersemangat karena rasa penasaran, seperti merasa berlomba saja dengannya.


Mungkin aku dan Zayn cukup manis duet berdua. Kursi itu terisi hinggga penuh tanpa sisa. Bahkan juga berdiri menyemut di seluruh lantai dasar Panbil Mall. Zayn terus senyum gembira bersamaku. Ku panjat doa diam-diam, semoga usahanya sukses, berkah dan dipenuhi rahmatNya!

__ADS_1


*Adakah yang mengaminkan doaku selain diriku..? -Ku rasa tak ada, karena doaku hanyalah dalam hati!*


__ADS_2