
Zayn tengah mengisi buku hadir, acara ini mungkin akan melibatkannya. Tapi, apa lagi peran bocah itu di acara ini..? Hanya sempat ku baca spanduk sambutan yang terpampang lebar di sepanjang dinding gedung depan.Ini tulisan yang ku baca "Peresmian Rumah Sakit Yayasan Nongsa Batam". Hatiku sedang merajuk..entah pada siapa..hanya aku tiada mood bertanya apa pun pada siapa pun!
Zayn sedang menunduk mengisi buku tamu di meja kedatangan, saat beberapa pemuda gagah mendekati Zayn yang lalu mereka saling bersapa. Ku rasa itu teman-teman Zayn yang sedang mengenyam pendidikan yang sama. Calon dokter. Mereka juga melihat padaku sesekali.
"Yuk ke dalam, El !" Zayn telah selesai menulis dan menyapa temannya. Ku ikuti Zayn dengan jalan di sampingnya.
"Zayn...Siapa itu?!" Salah satu teman Zayn berseru di belakang.
"Calon...!!!" Hissh....Bocah itu menjawab santai sampil menoleh pada teman-temannya. Apa maksudnya..Risih Geli ku dengar, bocah sableng?!
"Sip, lanjut, Zayn! Dapatkan! Kejar first lovemu!" Alamak bocaaah.. Percakapan konyol tanpa beban. Menganggapku sebagai objek candaan yang tak punya perasaan. Dah, biarlah.. sedang malas aku tuh.
__ADS_1
Panitia membawa Zayn ke meja paling depan. Zayn menyuruhku duduk di sampingnya. Meja kecil persegi panjang ini berisi empat kursi searah sejajar menghadap panggung di depan. Zayn di pinggir kananku, sedang dua kursi di sebelahku keduanya masih kosong. Penyusunan meja dan kursi yang berukuran sama dan memenuhi aula itu, disusun searah menghadap ke depan.
Ku rasa, Zayn salah satu dari undangan yang terlambat kedatangannya. Ruang aula ini telah terisi ramai orang. Bahkan seluruh kursi yang memiliki meja masing-masing pun hampir terisi semua. Terkecuali dua kursi di sampingku ini salah satunya. Pemilik botol mineral yang memang ada di tiap meja ini belum nampak lubang hidungnya!
Hanya sebentar setelah kami duduk, acara nampak akan di mulai. Sang MC membuka acara sekaligus memimpin acara doa pembukaan yang diaminkan oleh tamu yang ada di aula. Para tamu undangan yang hadir, tidak hanya muda-mudi seperti Zayn, tapi sebagian juga sudah berusia dan berpengalaman. Nampak aura kharisma wibawa di wajah-wajah mereka. Jelas para tamu itu bukanlah orang-orang srmbarangan.
Seorang lelaki separuh baya berkharisma, yang disebut sebagai tamu inti telah maju ke depan. Berdiri di panggung dan memberi sambutan pada acara peresmian pembukaan rumah sakit swasta baru di Nongsa.
Aku duduk sendiri di antara tiga kursi kosong di sampingku. Zayn mendapat panggilan seseorang untuk bergabung ke kumpulan panitia. Bocah itu sempat pesan agar aku terus duduk di meja ini. Aku tentu saja bilang iya. Memang, akan ku bawa ke mana lagi langkah kakiku?
Apalah aku ini, apa statusku di sini... barang selundupan..iya. Barang bawaan...iya. Kacung penggembira..mungkin. Aduh...Serasa anak kura-kura. Enaknya emang pura-pura..pura-pura acuh..pura-pura nyaman...pura-pura paham... Pokoknya pura-pura terus.. Tapi lama-lama aku haus..
__ADS_1
Ku ambil botol minum dengan tanganku, pura-pura santai tanpa terlalu melihatnya. Alamaak! Eh..apa nih... Keras empuk, eh tangan! Tangan siapa?! Spontan ku tarik tanganku, ku toleh pemilik tangan yang tadi ku pegang. Duh...duh...duh... Garrick! Gawat dah, genderang perang akan berkobar.
"Apa, El..?!" Nah, kan..Tapi ngapain dia hardik aku. Dia yang salah, ambil botol di depanku.
"Itu milikku!" Ku tunjuk botol yang dipegangnya. Botol mineral di meja depannya masih ada.
"Ini milikmu..? Tapi ini dari hotelku, El.." Suara Garrick rendah mengandung sindiran. Ku tahan bengek di dada, harus selow saat menghadapi pria yang kekanakan. Ku rasa Zayn pun tidak akan bersikap begitu padaku. Apa Garrick tak merasa membuang waktu hanya untuk berdebat hal tak guna denganku?
"Oke, tuanku..Silakan habiskan saja. Ikhlas ku kembalikan padamu. Aku khawatir anda akan jatuh miskin hanya dengan kehilangan sebotol minuman untukku. Dan aku lebih khawatir lagi jika anda sampai tak mampu membayar gajiku." Ku akhiri petuah ini dengan senyuman termanisku . Ku balas air tubanya dengan air sari tebu dariku. Hu..hu..hu..
"Kau...Berani menyindirku, El ? Apa Zayn terlalu memanjakanmu? Kau semakin membangkang padaku." Garrick memang berdedikasi.. Perkataanya bahkan lebih tenang dariku. Sepertinya tadak terpengaruh dengan apapun sindiranku.
__ADS_1
Jadi ingat Dora jika begini, mana pacar serupa lem castolnya itu..? Yang nempelin Garrick ke mana-mana... Memang rubah betina itu akan rela, aku duduk dekat berdua bersama Garrick begini?