
"Tapi, boss saya ini masih bersih, pak. Dijamin ting-ting..!!" Kali ini, Anang lantang bersuara pasang badan membela si garang, padahal tak tentu benarnya. Kemudian Anang cengegesan bersama Zayn.
Apa tadi yang Anang bilang..?! Si garang masih bersih...? Benarkah?! Sok tau tuh, si Anang! Sebersih-bersihnya Garrick, si garang telah menodai pipiku! Versi bersih bagaimana yang Anang bilang...Aku pun tak yakin!
Tapi, meski hanya bersih versi umum, tetap saja itu dahsyat. Patut salut dengannya! Anak SMP di kampungku saja, tak terhitung yang bernoda dan ber-anak. Padahal ini metro Batam !
"Waduh...woooww sekali anda ini masseeh...! Benar-benar langka di zaman kayak gini... Apalagi, ini nih Batam loh masseeeh!! Anda yakin nggak, mas Anaaang...??!!" Canda yang benar-benar tanpa batasan dari pak naib! Loss doll, apapun lanjut. Sebab, Garrick telah menunduk dengan pasrah tanpa bantah. Semoga dapat hidayah dari tunduk renungannya, dan kompensasiku segera diberinya!
"Baiklah, apapun kebenaran di baliknya, kita sebagai manusia pantang menghakimi, hanya yang di atas yang berhak mengadili. Apapun ucapan saya, mohon maaf lho ya mas yang ganteng-ganteng, ini hanya hiburan, jangan dimasukkan hati.. Tapi bolehlah dipikirkan.." Pak naib memandang Garrick dan Zayn sambil menahan senyuman. Pandangannya kembali fokus pada seluruh saksi yang duduk di dalam.
"Tapi, sebelum saya kembali ke Batam Center, saya tanya untuk yang terakhir kalinya. Ada ndak... yang minat akad nikah sekarang? Atau pesan dulu pun juga boleh..! Ayoo..itu mas-mas dan mbak-mbak dari Pabrik Muka Kuning, barangkali akan nikah! Monggo... Mumpung saya masih di Muka Kuning!"
Pak naib kembali berjuang melawan lahirnya dosa besar. Mungkin juga sedang berniat mengingatkan, secara muda-mudi rantauan ini memang bebas berkeliaran, jauh dari arahan dan pantauan. Orang tua ada jauh di kampung halaman. Begitu juga denganku!
__ADS_1
"Saya, pak ...!!" Sebuah suara terdengar lantang menyeru pak naib. Asalnya dari sana.. Eh, seperti suara Zayn.., benarkah... Dah ada calon ternyata... dasar sableng!
"Loh.., mas ganteng ini...Benar nih mas, mana...Mana calon istrinya massee..Sini, maju sini..." Benar, pak naib mendekati Zayn. Bocah itu juga bergeser sedikit ke depan. Aku sangat penasaran kali ini. Sungguh ini seru bagiku!
"Calon istrinya mana mas, tolong dinampakkan sekalian ke depan.." Pak naib nampak serius dengan jobnya, tak ada lagi bayang bercandanya. Begitupun Zayn, sepertinya sungguh-sungguh!
"Yang terhormat bapak penghulu. Sebelumnya saya mohon maaf. Di sini saya sambil sekalian melamar, jika gadis yang saya maksud ini setuju, tolong nikahkan kami pak. Sekarang juga... atau bisa didaftar dulu. Tapi jika gadis ini menolak, mohon maaf juga, anggap saja saya sedang bercanda untuk hiburan anda sekalian, sebagaimana candaan bapak barusan!"
"Dia yang sedang saya inginkan, pak. Elsi..! Elshe Dindania !!!" Doorr! Seperti balon karbit yang meletus di dadaku. Ini adalah kejutan paling unik yang pernah ku rasa. Cara canda Zayn sangatlah keterlaluan.
"Loh..ini kan mbak yang datang bersama uda Fahri, asisten saya. Kok jadi sama masnya ini.. Saya tadi sebenarnya juga bermaksud memancing rekan saya ini lho... Uda Fahri...,bagaimana ini..kok jadi kesikut?!" Pak naib mendekatiku. Duh...Apa pak naib juga akan mencuciku...?
Ku lihat sekilas, Ratih dan uni Wel nampak terkejut memandangku. Aku tersenyum pada keduanya. Lalu ke tuan garangku, ya..Garrick, kembali tatapan hororlah ku dapat. Dah, tak akan ku lihat lagi si garang.
__ADS_1
"Ini benar mbak Elsi Dindania yang di maksud mas Zay ?" Kini pak naib telah kembali senyum-senyum. Ku harap kebijakan pak naib kali ini.
"Saya yang bernama Elsi Dindania, pak!" Ku jawab sopan pak naib.
"Jadi mbak Elsi yang bak bidadari tanpa sayap ini, calon siapa sebenarnya, mas Zayn atau uda Fahri?" Pak naib mendesakku. Ku cari jawaban cepat.
"Saya dan uda Fahri setakat berkawan, pak.. Dengan mas Zayn...saya dengannya sudah terbiasa bergurau. Mas Zayn memang begitu orangnya.. Sering bercanda suka-suka." Ku harap pak naib paham akan maksud tolakanku.
"Jadi mbak Elsi ini belum ingin menikah, ya... Baiklah saya paham... Nah, untuk mas Zayn juga uda Fahri.. khususnya mas Zayn, jangan semangat yaa..semaput saja... Eh maksunya semangat terus, jangan menyerah! Selama janur belum dilengkung...Harapan menikahi mbak Elsi dibolehkan.. Tapi jika mbak Elsi sudah menikah, harapan itu harus dihentikan!"
Pak naib kembali serius dalam wejangannya. Tapi para saksi terlanjur suka dengan tertawanya.
"Tidak, pak! Misal Elsi istri orang, saya tetap berharap, menunggu jandanya!" Mak..Bocah sableng. Zayn tiba-tiba berseru pada pak naib. Kini keadaan dalam masjid menjadi lebih riuh. Tawa ha ha hu hu hu kembali menggema dari mereka. Dengan aku dan Zaynlah yang jadi bahan candanya....
__ADS_1