Bukan Kacung Kaleng-kaleng

Bukan Kacung Kaleng-kaleng
120. Nikahan


__ADS_3

Tak jera lagi dengan gigitan angin semilir pada kulit dan tulang. Dan terus juga dengan jendela yang kubuka di setiap habis subuhku. Hanya kurang saja jika tak kurasa menggigil, tapi hangat dan nyaman di balik selimut tebalku.


Kupandangi langit-langit warna biru di atasku. Kamar tercinta yang sebentar lagi pasti akan sering kuabaikan. Sebab, tidak lama lagi..aku akan jadi istri orang!


Bahkan hanya dalam hitungan beberapa jam saja. Sebentar lagi, status kegadisanku ini akan berubah dengan pasti..


InsyaAllah...Semoga diaNya menghendaki..


...🐝🐝🐝🐝🐝...


Dan sekarang, sedang kupegangi cincin berlian baru yang indah di jari manisku. Cincin tunangan yang baru disematkan oleh calon suami pilihanku, Garrick Julian minggu lalu.


Setelah restu didapat dan dengan izin resmi melamarku pada ibu, serta tak ingin menyiakan lampu hijau yang sedang menyala sangat terang, Garrick datang esok kemudian dengan disertai oleh cukup pasukan. Membawa bermacam jajanan hantaran, souvenir, serta uang hantaran. Kata ibu, ini adalah acara sisetan alias tunangan. Sebagaimana adat leluhur yang telah lama dilakukan.


Pertanda diriku telah ditawan setengah resmi alias diikat kekeluargaan oleh calon suami pilihanku, Garrick. Dan setelahnya..seperti terlarang jika aku terlihat jalan dengan lelaki lain di belakangnya.


Sebab mendadak, acara tunanganku hanya disaksikan oleh saudara dan tetanggaku yang dekat. Tak lupa mengundang beberapa orang yang dituakan di lingkungan tempat tinggalku.


Di pihak Garrick pun begitu. Selain mas Armand dan gasTon yang ikut, ada juga beberapa orang ikut datang menemani. Mas Armand bilang, mereka adalah beberapa karyawan penting hotel yang baru direkrut.


Di acara sisetan, aku lebih sering ditemani mas Armand. Garrick sangat sibuk beramah tamah dan menanggapi segala kepo dari kerabat dan tetangga juga tetua lingkunganku. Sikap Garrick yang humble, semakin mematah stempel garangnya di benakku.


Di acara sisetan, juga baru kutahu..,jika mas Armand ternyata adalah adik sepupu Garrick dari pihak adik perempuan ibunya yang dekat. Sedang Ton, adalah kakak sepupu mas Armand dari pihak ipar ibunya. Apakah penjelasanku ini rumit..? Kuharap bisa dipahami..


Itulah acara sisetanku minggu lalu yang telah sukses dan berlalu. Dan diakhiri dengan musyawarah bersama. Yang akhirnya tercapai kata mufakat.., kapan waktu tepatku dan Garrick mengucapkan akad nikah.


Dan semenjak itu, aku justru tak lagi berjumpa dengan calonku. Dia terlalu sibuk dengan urusannya. Bahkan untuk urusan apapun, kami lakukan berasingan dan sendiri. Hanya sesekali dikirimnya asiston Ton ke rumah untuk membantu mengurusi.


Namun, Garrick selalu menelponku tiap malam. Lalu menggiringku pada obrolan sesat menyenangkan. Dan berakhir dengan ungkapan rindu menyesakkan. Ah, semakin ingin cepat saja dihalalkan !


...🐒🐒🐒🐒🐒...


...🍁🍁🍁🍁🍁...


...🌺🌺🌺🌺🌺...


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...

__ADS_1


...🌡🌡🌡🌡🌡...


Tibalah hari ini...


Adalah hari pilihan yang telah disepakati. Serta dimufakati bersama antara dua belah pihak keluarga. Kesetujuan untuk melakukan acara sakral pernikahanku dan Garrick. Tepatnya sore ini, sehabis berkumandang adzan ashar dari Mushola di samping rumahku.


Penata rias pilihan ibuku, yang dulu juga menggarap mbak Salsa, telah selesai menyervisku. Aku tengah berdiri dan dihadapkan pada sosok dewi jelita jelmaanku di kaca. Serasa tak percaya saja jika akhirnya aku menikah dengan calon pasangan pilihanku.


Bahkan dalam waktu yang cepat dengan tempo sesingkat-singkatnya. Meski saling cinta, sepertinya belum kurasa apa itu pacaran..Eh,apa saling berpeluk dan merapat itu sudah pacaran? Apa justru sudah over tindakan?


Ah,entahlah.. Yang jelas aku dan Garrick telah bersepakat manis, akan puas-puas pacaran setelah menggelar akad nikah. Dengan penuh harap, bahwa pernikahan kami harus berjalan seterusnya. Selama hayat masih di badan dan jiwa raga tetap bersama.


...🐒🐒🐒🐒🐒...


"Si, wes siap belum? Calonmu sing super wes datang... Pak naib, yo wes datang.. Barisan saksi yo siap.. Acara wes akan dimulai. Cepetan keluar, Si.." Itu suara mbak Salsa yang nongol dari balik pintu kamarku.


"Mbak, kalo dah kelar ngriasnya, tolong panggil aku, yo.." Mbak Salsa akan berlalu.


"Sudah selesai kok mbak.. Tolong dipegangi adiknya.." Mbak mua menahan kepergian mbak Salsa.


Kakakku yang tiba dari Jakarta bersama suami dan anaknya semalam itu berbalik masuk ke kamarku. Diam di depanku dan mengamatiku.


"Semangat yo, nduk. Ada pakdhemu di depan. Pakdhemu wes datang. Siap nikahne kamu sama calonmu. Ayo..Ojo nangis lho, Si.. Nanti bedakmu leder..." Tangis ibuku lenyap tanpa bekas. Berganti senyum teduh untukku. Duh, sedihnya akuuu... Cepat kutarik lagi tangisku.. Kusimpan dalam di dadaku.


"Ck..ck..ck..ck.. Weeiiih..,cantiknya kamu ini Siii... Kuakui, kamu lebih cantik dariku. Salut wes aku, Si... Selamat ya, Si.. Kudoakan semoga pernikahanmu ini samawa. Sabar lho Si.. Sing penting harus kuat ngalahnya..."


Tiba-tiba mbak Salsa bersuara dan berpetuah sambil melingkarkan tangan ke lenganku. Ibuku pun dengan sigap meniru tindakan mbak Salsa padaku. Lalu membimbing berjalan ke depan, menuju ruang tamuku. Tempat yang kuingin untuk ijab qobulku dan Garrick.


"Iyo, mbak. Makasih...mbak.. Wes lah..mbak. Tolong jangan ngomong banyak-banyak lagi.. Aku sedih lah mbak..." Kurasa memang sangat sedih.. Apalagi mendengar kakakku berkata-kata bijak padaku. Ah..Tak kuaaat..


"Iyo-iyo, Si... Aku diem..Jangan pernah nangis, nanti bulu mata palsu cetarmu itu miring.." Hemmh.. Segera kulepas senyum kura-kuraku pada kakakku.


Mbak Salsa terus memegang dan ibu terus menuntunku pelan memasuki ruang tamu. Ruangan yang telah disulap dan nampak lapang inilah pilihanku untuk melangsukan akad nikah bersama calon pengantin lelakiku, Garrick.


Degh..Dag dig dug dadaku telah berdegup cepat tiba-tiba. Kedatanganku, yang mungkin memang akulah orang yang sedang paling ditunggu saat ini, segera menjadi pusat perhatian.


Para kerabat kedua pihak yang duduk bersila di lantai sangat rapi itu serentak menolehku. Semua pasang mata milik mereka tengah lekat memandangku ingin tahu dan pasti lalu menilaiku. Baik dari kerabatku yang sudah kenal, ataupun kerabat Garrick yang baru datang dan sama sekali belum sempat aku kenal.

__ADS_1


Degh...Ah..Jantungkuuu..,manis-manislah kamu di tempatmu.. Mbak Salsa dan ibuku telah mendudukkanku di depan Garrick yang terlalu terang-terangan memandangku. Mata coklat berkilat itu terus-terusan menatapku tanpa sungkan sedikit pun. Garrick memandangku tanpa senyum. Wajah rupawan yang mengeras itu nampak tegang dengan duduk bersila tegak di depanku.


Kurasa Garrickpun jauh lebih berdebar lagi dariku. Mungkin karena penampilan yang menawan dengan kemeja putih dan jas nikah dibadan gagahnya itulah yang membuatnya nampak tenang berkharisma. Jauh dari kesan debar di dada. Meski wajah itu sedang terlihat keras dan tajam tanpa senyum, hanya aura wibawa sajalah yang nampak terpancar darinya.


Degh...Kurasa inti acara ini sebentar lagi dimulai. Asisten pak naib yang merangkap sebagai MC, telah bersuara bersalam sapa dan bismillah membukanya. Beberapa ayat suci dilantunkan beserta arti dan doanya sekalian.


Lalu, asisten pak naib mengarahkan pihak Garju untuk memberi sambutan. Dan mas Armandlah yang memberi sambutan perkenalan keluarga sebagai perwakilan.


Bersambung dengan sambutan dari pihak keluargaku. Di sini, pakdheku yang datang dari Blitar yang memberi sambutan sekaligus akan merangkap sebagai wali pengganti ayahku. Dan aku terus menunduk sangat khidmat mendengarkan.


Belanjut pada petuah dari pak naib untukku dan Garrick, yang berisi saran dan adab sebagai pasangan suami istri, dan bagaimana baiknya berumah tangga setelah menikah.


Degh..Dig dug jantungku. Meski di sini tugasku hanya menunduk, mendengar, dan diperhatikan, namun sangat berdebar saat pak naib mulai bersuara mengiringi pakdheku untuk jadi wali nikah yang akan menikahkanku.


Degh...deg..deg..deg..Kurasa pakdheku telah bersiap memegang mic untuk mengucap ijabnya untukku.. Oh, ya Rabb...


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Garrick Julian Jusuf bin Gahar Jusuf dengan anak saya yang bernama Elshe Dindania dengan mas kawinnya berupa mahar senilai lima puluh persen dari kepemilikan ElGar's Hotel, dibayar tunai." Oh..oh...Jantungkuu... Berdebarnya dadakuu... Tenang..Tenang... Aku harus terus duduk tegak demi mulai mendengar sahutan qabul dari calon suamiku saat menyahut ijab pakdheku.. Ah,Garrick..Cukuplah aku yang tegang, kau harus bertenang demi kelancaran jawabanmu..


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Elshe Dindania binti Andi Prayoga dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai."


Haaaah..Leganya aku Garjuu.. Jawaban tegas dan lantang yang dalam sekali tarikan nafasmu itu begitu lancar kau ucapkan..


"Bagaimana para saksi, sah..?!" Pak naib bertanya lantang demi menegaskan jawaban para saksi kami.


"Ssaaahh!!!" Alhamdulillah.. Para saksi di ruang tamu kompak dan serempak berseru menjawab peetanyaan pak naib.


Oh, Garjuu...Khawatirku padamu barusan, rasanya tak berguna kurasakan. Kini kau telah memilikiku. Ah,Garrick...Kau memang selalu siap disegala kondisi. Aku akan berusaha tak membuatmu merasa rugi setelah memilihku..


Pak naib telah membaca segala doa baiknya untuk pernikahan kami dan diakhiri dengan jawab aamiin dari semua saksi yang hadir.


Dengan terus menunduk, kugeser dudukku atas arahan pak naib. Lalu kusalam tangan Garrick dan kucium dengan hati penuh debar. Tangan besar itu menggenggam tanganku sangat hangat. Terus digenggam, perlahan kuangkat wajahku menatapnya. Oh,Garrick.. Suamiku tengah menatap teduh hangat padaku.


Cup!


Auwh..! Garrick begitu cepat merapat dan mencium keningku cukup lama. Serasa mimpi saja kurasa. Dicium terang-terangan di hadapan banyak orang tanpa pernah disalahkan.. Ah,rasanya..!


Garrick menarik bibir dan hidungnya dari keningku setelah didehem pak naib. Kami sesaat berpandangan dan tersenyum.

__ADS_1


Setelahnya, kami sungkem pada ibuku dan pakdheku. Lalu sungkem pada pasangan setengah baya dari pihak Garrick. Rupanya mereka adalah orang tua mas Armand. Sedang ibu Garrick terpaksa tak datang. Kesehatannya masih juga belum pulih. Itulah yang dikatakan Garrick padaku.., pada ibuku..dan pada pakdheku.


Sedang kerabatku dan kerabat Garrick yang lain, yang berhalangan hadir di acara akad nikah ini, akan datang semua besok pagi. Lanjutan dari acara hari ini. Mudahnya dibilang, resepsi pernikahan kami akan disambung di hotel ElGar's besok pagi. Termasuk juga ibu tiri..Daehan.., dan Zayn..


__ADS_2