
Tok..! Tok..! Tok..! Tok..!Tok..!
Zayn..!!! Apakah Zayn..?! Aku terkejut dari lelap saat ku dengar ketukan di pintu. Lupa jika ini bukan di kamar hororku. Tapi ini kamar rumah Garrick di rooftop hotel Garju. Lalu siapa yang ketuk pintu? Garrick...? Sepertinya bukan. Zayn...? Tak mungkin bocah itu!
Ceklek..
Garrick! Ya...,yang mengetuk pintu di kamarku adalah tuan garangku, Garrick. Lalu, kenapa tak lagi guna kaki? Mungkin saja jempolnya ada canteng di ujung kuku!
" Jangan bermalasan, El! Bangun!" Garrick terlihat fresh dengan set baju jogging warna kuning. Keringat membulir basah di wajah dan rambut. Ciptaan Tuhan satu ini memang tak bikin bosan di pandang.
"Saya subuh sudah bangun, boss. Tapi tidur lagi dan ketiduran...." Ini fakta adanya, menipu bukan ahliku, hanya sesekali saja ku tempuh saat perlu!
"Alasan, jangan lamban, El ! Aku lapar!" Suara Garrick saat bicara keras lagi, efek jogging pagi membuatnya bersemangat. Baguslah, nyaman saja ku rasa!
"Iya,boss. Maaf. Sebentar..."Garrick tak beranjak juga dari pintu.
Ku tutup saja perlahan dan ku kunci. Aku perlu mandi kilat sebentar. Dengan baju tak bertukar, namun merasa segar, aku keluar dari kamar.
"Makan,El. Cepat!" Garrick juga baru keluar dari kamarnya. Ha..ha.. terdengar lagi kata-kata favoritnya,cepat..lamban..kata itulah andalannya, ku simpan rapat senyum geliku.
Rupanya ini tinggal makan, tuan garang tak menyuruhku membuat apapun. Pegawainya telah mengirim beberapa menu olahan berkualitas. Tanpa mi goreng dan kangkung.
Ku ambil piring sebiji di dapur, ku berikan pada tuan garangku. Bahkan air putih pun juga ada di menu. Mudah sekali kerjaku!
__ADS_1
"Ambillah piringmu, El. Makanan ini sangat banyak, tak mungkin ku habiskan!" Apa maksudnya.. Ingin makan bersama??
"Cepat, El !" Ku pergi saja ke dapur dan mengambil lagi piring sebiji.
Saat kembali, seseorang membuka pintu tanpa mengetuk. Anggun...,wanita itu yang datang. Senyum yang sempat diberikan untuk Garrick, langsung tenggelam saat melihatku.
"Hai, kak. Sedang apa dirimu?" Anggun kembali tersenyum sambil mendekat pada Garrick.
"Kau sudah makan, Anggun?" Ucapan Garrick terdengar hangat menyambut Anggun. Tapi wajah itu tak bersenyum. Wajah Garrick nampak kaku, tak secerah yang ku lihat dulu, di tiap kali mereka bertemu. Apa mereka bergaduh??
"Aku datang tepat waktu, kak! Aku belum makan. Adakah piring lagi, kak?" Garrick dan Anggun bersamaan menoleh padaku. Aku yang berdiri separuh jalan, tengah bimbang dengan sebiji piring yang erat ku pegang.
Karena pandangan serentak itu, tanpa ragu ku ulur piringku ke Anggun.
Jadi kura-kura yang membosankan akhirnya berakhir. Sejoli itu telah mengakhiri sarapan dengan bercakap sesekali. Inilah saat tepat untuk izin pada Garrick.
"Kau tidak makan?" Sisa Anggun...? nehi'..nehi'...(bahasa bollywood ini bermakna *tidak..tidak..* kan?😉). Ku geleng kepalaku.
"Saya ingin sarapan bersama Sari, boleh tak boss?" Ku harap Garrick mengangguk saja kali ini.
"Aku juga ada perlu ke bawah. Tunggu, El." Garrick berdiri dari duduknya.
"Anggun, aku akan turun ke lobi. Kau ikut?" Garrick sambil sekilas menoleh Anggun. Dan hilang ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Perempuan serakah!" Tetiba Anggun berbisik sinis dari tempatnya. Matanya berkilat tajam menatapku. Apa salahku..? Wanita itu menyibuk sekali. Aku malas menanggapi.
"Cepat, El !! Anggun..kau ikut?" Wajah Anggun berubah seketika saat Garrick datang. Serigala berdomba!
Dalam bisu, ku ikuti dua sejoli itu dalam lift. Sengaja berdiri sejajar dengan mereka di samping tuanku. Aku tak ingin melihat keduanya berdiri sangat rapat, Anggunlah yang mendekat. Peranku telah kembali, jadi lavender anti nyamuk dua sejoli.
Ting..!
Lift berhenti di lobi yang lengang dan sepi. Garrick menuju sofa lobi di ikuti oleh Anggun.
"El..! Elsi...!!" Sari terdengar menyeru namaku dari mejanya. Bergegas ku hampiri, memang dia tujuanku!
"Elsi..! Lihat, ada bunga cantik untukmu!!" Seruan Sari agak keras di lobi.
"Dari siapa, Sar? Tak mungkin untukku!" Tapi tetap ku raih buket bunga mawar warna putih darinya. Ku lihat kartu ucapan yang tergantung di talinya.
To : Elsi
...Maaf, aku tak sempat berpamitan, El. ...
*Bertahanlah dengan jomblomu, El... Aku akan datang mengakhiri jomblomu! *
From : Zayn
__ADS_1
Oh, Zayn...Ha..ha...ha...Bocah sableng! Senyumku mengembang, gundah di hatiku seketika terbang menghilang.
"Ini surat cinta,El..! Kau mendapat surat cinta terpendek di dunia..!!" Sari berseru histeris. Aku tertawa, menertawakannya. Sari pun juga. Kami tertawa-tawa bersama. Tak peduli dengan dua sejoli di sana!