
Hasil investigasiku hari lalu pada Zayn, mie goreng dan tumis kangkung kegemaran Garrick, karena tuan garang sedang merindu sang ibu. Entah kenapa dua olahan itu yang jadi obat rindunya, Zayn pun tak tahu.
Tok..!Tok..!Tok...! Ku ketuk kamar tuan garangku.
Garrick tenggelam dalam kamar begitu masuk dalam rumah di rooftop. Tak melemparku dengan apapun perintah dan arahan. Dalam kegabutan, rasanya justru aku kesepian!
Ceklek! Garrick memegang pintu menatapku. Kemeja panjang yang tadi belum ditanggal, hanya kancing saja dah terlepas. Nampak perut dan dada lebarnya yang bersinglet. Wajah lelah dan kusut masai itu tak juga menutup pesona tampan garangnya.Tapi mata itu sangat redup, seperti hilang kobar hidup. Macam bukan si tuan garang saja ku lihat!
"Bos, ku buat mi goreng dan kangkung, tapi tanpa nasi!" Ku beri senyum manisku yang tulus, berharap Garrick sedikit bersemangat.
"Tunggu! Aku mandi." Pintu kamar tidak ditutup, aku tahu maksud tuanku. Tapi ku tunggu di pintu.
Bunyi pintu di tutup, laju ku masuki kamar Garrick. Kamar ini sangat rapi, mungkin ada OB yang datang. Hanya tempat tidur saja berantakan. Cover ranjang telah licin rapi ku buat. Baju bekas pakai yang berserak di lantai ku pungut. Seperti biasa, semua ada..hanya satu tak nampak, underwear bekasnya tak ada. Tumben! Apa Garrick kehabisan..? Ash sudahlah..., bagus juga tak ada!
***
Apa pun sikap darinya, banyak juga kebaikannya. Masakan apa pun yang ku buat, Garrick menghabiskannya. Tak ada pun pinta darinya yang ribet. Tuanku yang sederhana di balik sikap garangnya.
Garrick kembali bertapa di kamar. Ku rasa sikon ini sudah aman. Aku ingin menelepon ibuku. Pukul sepuluh malam, ku harap ibu belum tidur.
__ADS_1
"Hallo, El !" Ibuku bersemangat. Lega ku rasa, tandanya beliau pasti sehat.
"Bu..Assalaamu'alaikum." Kutunggu jawaban ibu, sambil ku pandang langit berbintang.
"Wa'alaikumussalam! El..sudah ketemu Juan, ta nak?" Nama itu yang pasti akan disebutnya.
"Iya, bu. Ketemu.." Ku jawab tak semangat.
"Jadi, kau akan pulang dengan Juan?!" Semangat ibuku kian meningkat.
"Tidak. Aku tidak mau. Bu, tolong janganlah ikut memaksaku." Ku harap ibuku luluh dengan ibaku.
"Bu...Apa benar, para buruh pabrik gula keracunan?" Inilah maksud ku telepon ibuku.
"Kau tau, El..?" Ibuku terdengar sedih.
"Juan yang bilang. Benarkah ibu banyak berhutang pada ayah Juan?" Ku lembutkan lagi suaraku, agar ibuku nyaman berbicara.
"Hik..hik...hik.. Iya, El. Ayah Juan yang menjemput ibu dari pemeriksaan di polres. Ya itu, El.. Kau harus menikah dengan Juan. Hik..hik..hik...Maafkan aku, El " Ibuku menangis. Kali ini aku suka dengan tangisnya. Bermakna dialah sang ibu, bagaimanapun, tetap juga tahu hak anaknya.
__ADS_1
"Bu, hentikan tangisanmu. Jangan khawatir, aku akan menyelesaikannya. Ibu tenang saja di sana." Berusaha ku yakinkan ibuku.
"Tapi, El.. Jualan ibu tak laku sekarang. Tak pernah ada pesanan. Ibu tak suka menganggur begini."Ibuku terdengar makin sedih.
"Ibu..Sabarlah di sana. Apa ibu tak punya tabungan?" Ku rasa keuangan ibuku baik-baik saja. Kecuali jika digunakan untuk ganti rugi para korban.
"Ada, El..Tapi rasanya tak enak diam tanpa orderan, El.." Itulah ibuku, takut jika kehabisan stok uangnya..Sama juga denganku!
"Bu.. Janji,akan ku beri kabar baik untukmu. Tapi ibu tenanglah di sana." Ada hal menarik yang sedang ku pikir.
"Kabar apa itu, El..?" Ibuku penasaran.
"Nanti ku kabari. Sabar, bu..Ku tutup dulu telponnya. Assalamu'alaikum, bu..!" Mungkin ibuku menjawab, tapi bisa juga tidak. Tak sempat ku simak. Panggilan cepat-cepat ku reject, Garrick telah ada menjulang berdiri di samping kursiku. Tak sadar kapan datang tuan garangku.
"Bagaimana, ibumu? Betulkah yang dikata Juan?" Garrick bertanya cukup lembut. Selandai angin semilir yang bertiup di rooftop. Semakin heran saja aku dengannya, seperti bisu saja ku rasa.
Tuan garang melewatiku, dan duduk di sebelahku sangat rapat. Kursi ini memang kecil dan sempit. Aku merasa seperti sedang terhimpit. Duh, ngeeek..Bengek ku rasa di dada...,bukan bengek yang biasa, tapi ada debaran di hati. Hanya duduk dekat rapat begini...rasa gemetar jiwa raga, datang hadir begitu saja. Entah apalah yang sedang ku rasa!
❤❤❤ Up today : 48 & 49 ❤❤❤
__ADS_1