Bukan Kacung Kaleng-kaleng

Bukan Kacung Kaleng-kaleng
126. Happy End 2


__ADS_3

Setelah kuikat erat tali di handuk bajuku, kuperhatikan Garrick dari meja rias sambil kuangin hangatkan rambutku yang basah kuyub dan lembab. Garrick sedang kalap pada ponsel dengan dahi yang berkerut. Apa yang sedang dibacanya?


"Ada berita apa dari ponselmu itu, hubbi..?" Garrick menggeser tubuh agar aku duduk dengannya. Wajah itu tetap berkerut menunduk tanpa melihat ke arahku.


"Keluarga pak David sedang menjadi trending topic di Batam... Bacalah.." Kuterima ponselnya. Garrick telah mengambil hair dryer di tanganku. Rambut ini mulai dikeringkan olehnya.... Ah, hubbiku...


**David Maulana Mengundurkan Diri Dari Jabatan dan Bercerai Dengan Istrinya!! **


Degh... Judul dari hot news yang kubaca di ponsel Garrick sangat mengejutkan. Terlebih setelah kubaca isinya.


Karena tak tahan menanggung malu sebab pernikahan putrinya, Anggun Melisa David bersama Juan Adrian Harsono yang penuh dengan aib, pak David telah mengasingkan pasangan baru itu kembali ke negara swiss empat bulan lalu.


Namun, prahara rumah tangga yang penuh dengan skandal antara istrinya dengan lelaki misterius yang telah sering tertangkap kamera, Pak David semakin tidak tahan lagi. Pak David telah melayangkan langsung gugatan cerai kepada sang istri yang telah lama tak bersamanya bulan lalu.


Tapi... karena tak lagi kuat menahan malu dengan terpaan gosip yang kadang sangat sadis dan tajam, akhirnya pak David hari ini resmi mengumumkan pengunduran dirinya.


Pengunduran diri dari masa jabatan yang masih lama lagi itu, resmi diajukannya baik secara lisan ataupun tertulis pagi ini di depan dewan direksi pemkot Batam disaksikan cukup banyak awak media yang meliput.


Setengah termangu tak menduga.. kuulur balik ponsel itu pada suamiku.


"Bagaimana perasaanmu, hubbi..?" Tangan Garrick masih memilah rambutku untuk di angin dryernya.


"Entahlah, wifiku... Tapi aku juga tak lupa, dia adalah karibnya ayahku. Aku benar-benar tak habis pikir. Jika tak ingat pada semua kelakuannya padamu, mungkin sekarang aku iba. Om David adalah sahabat karib ayahku. Tapi andai waktu itu kau pun menyukainya, kelakuan om David dengan istrinya, pastilah sama saja..." David meletak hair dryer di meja.


"Itulah, wifi El... Aku sama sekali tidak ingin dan jangan sampai ada orang ketiga dalam rumah tangga kita. Ingatlah itu, wifi El.." Garrick mengelusi rambutku dengan jari-jari tangannya.


"Tentu saja aku tak akan berkhianat padamu, hubbiku... Kamu pun jangan pernah menduakanku.."


"Iya..., pasti itu wifi..Aku sangat muak dengan apapun bentuk perselingkuhan. Apalagi jika sudah tahap menyentuh ranjang, aku sangat jijik, wifi.." Tangan Garrick masih tetap menyisir rambutku.


"Dan yang utama. Jangan ada yang ditutupi. Kita harus jujur dan saling terbuka. Apa pun resikonya. Waktu itu, kenapa kau tak jujur padaku bahwa lelaki berkacamata itu om David?" Degh..Eh..


"Takut...Hanya itu.. Hubbi, ternyata kau sudah paham itu pak David. Bagaimana kamu bisa mengenalinya...?" Aku merasa mengantuk karena gerakan tangan Garrick pada rambutku.


"Haah..Wifi El... Mobil yang dibawanya mengantarmu itu.. Semua mobilnya pun aku sudah hafal.." Eh...Bener itu ya..Tapi kepalaku mulai sedikit pusing. Dan sejak bangun tidur subuh tadi, badanku merasa sedikit meriang dan rasanya sangat tidak nyaman.


"Maafkan aku, hubbiku... Lalu, kenapa ayah dan ibumu bercerai? Apa pihak ketiga..?" Kutahan rasa tidak nyaman ini. Mungkin akibat gempuran sang jenderal pagi tadi.


"Iya... Mereka sama-sama menyimpan orang ketiga. Ah, sudahlah wifi.. Jangan dibahas.. Yang jelas, kita jangan sampai mendekati hal yang bisa menjerat kita untuk melakukan hal buruk itu." Garrick menyudahi menyisir rambutku. Berdiri dan meraih tas kerja yang tadi telah kusiapkan untuknya.


Aku ingin menemani suamiku sarapan di bawah, sebelum dia pergi kerja dan turun ke lobi seperti tiap pagi biasanya. Tapi mendadak kepalaku serasa berputar dan perutku sangat mual tidak nyaman. Ah..aku tak tahan! Berlari kencang kutuju wastafel.


"Huek...! Huek..! Huek...! Huek..!" Aku tak sanggup menahan muntahku di wastafel. Meski belum sarapan, tapi sangat banyak cairan yang keluar dari perutku.


"Wifi El.. Kau sakit?" Garrick mengelus puk puk punggungku.


"Rasanya sangat tidak nyaman, hubbi.." Telah kubasuh bersih mulut dan wajahku.


Garrick memutar pelan bahuku menghadapnya. Mata coklat pekat itu sangat lekat manatapku. Bibir merahnya perlahan tersenyum..tersenyum penuh arti padaku. Asal saja kubalas senyumnya. Tapi senyum bibir Garrick telah berubah menjadi senyum mesum.. Ah..Apa..?! Aku mengerti apa yang sedang dipikirnya... Aaah....Benarkah..? Oh..oh..,benarkah aku hamil? Duh, maak..!


"Wifi El... Kita menikah sudah hampir dua bulan. Dan kita selalu bercinta tiap waktu tanpa libur. Sejak menikah, kau belum pernah datang bulan kan...?" Auwauwauw..Garrick memang selalu membuatku setengah beras setengah ketan. Mendadak menjadikanku lupa ingatan.


"Iya hubbi..aku lupa.. Rasanya baru kemarin saja kita ini menikah.. Ternyata sudah dua kali ini tak halangan.. Hubbi..,aku sudah telat dua bulan.." Auwwh...Garrick telah mengaramkanku di pelukannya.


"Periksalah, Wifi .. Ayo kita pergi memeriksanya ke dokter.." Garrick terdengar gembira penuh harap. Pelukan ini merenggang.. Aku tersenyum...

__ADS_1


"Apa perlu video call sama Zayn saja, hubbi..? Zayn selalu tepat menerawang...." Auwh..Garrick kembali mengaramku ke dadanya. Kutahan tawaku..


"Jangan nakal, El... Kau sudah berjanji barusan.." Garrick tak ingin bercanda, bicaranya sangat serius kali ini. Bahkan dia menyebutku El saja. Bukan lagi wifi indihome...


"Ini hanya joke sajalah, hubbi.. Jangan suka marah, nanti kamu lekas tua...Apa kamu tak takut, aku masih cantik muda belia, tapi dirimu sudah terlihat tua renta....." Auwh...Garrick lekat merapatkan pelukan. Semakin mual pusing saja kurasakan..


Tapi dalam diam, kujanjikan...Tak kan kuulangi bercanda dengan menyebut nama itu. Kurasa Garrick jadi lebih posesif lagi pada nama itu sekarang. Maaf, Garrick... kupahami perasaanmu. Kupeluk erat-erat hubbiku...


🐝🐝🐝🐝🐝🐝


🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Ah, senangnya... Setelah lama menunggu, akhirnya terpanggil juga.


Ini adalah kontrol rutin kehamilanku yang kelima, alias di usia kandunganku tujuh bulan. Periksa rutin kehamilan ini tidak sendiri. Tentu saja dengan hubbiku yang selalu setia mengiringku.


Klinik praktik terpadu Rhema Delapan, dengan dokter kandungan pak Bambang Susilo lah pilihanku. Aku bukannya tahu.., tapi ibukulah yang merekomendasikannya padaku. Aku paham.., agar kami sekalian singgah mengunjunginya kemudian.


"Silahkan berbaring dulu nyonya Garrick..Kita USG kandungan anda.." Asisten dokter Bambang sangat ramah. Dan yang didata bukanlah namaku, tapi nama ayah dari bayi yang dikandung. Dan memang beginilah aturan klinik ini.


Setelah aku disiapkan dan perut bawah telah diolesi gel pelumas yang dingin, dokter Bambang mulai menempelkan transducernya di perut bawahku dan menekannya agak kuat. Ada sensasi nyeri tak nyaman kurasakan..


"Posisi bayi di rahim tetap aman dan bagus. Deteksi jumlah bayi masih sama. Kembar..lelaki dan perempuan.. Kondisi ketuban sangat bagus, jernih. Semuanya tarpantau sangat bagus.."


Itulah keterangan dokter Bambang yang kudengar saat sedang menginduksi perutku. Dan hanya Garricklah yang lalu diminta untuk datang dan berbincang di mejanya. Sedang aku akan menyusul kemudian.


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


"Apa yang hubbi baca?" Garrick masih bermain ponsel dan senyum-senyum pada layar ponsel saat kutoleh. Biasanya dia akan terus sambung tidur atau kadang juga mengajakku sambung perang.


"Ada pesan dari Lung.." Garrick merentangkan tangan untuk membantaliku. Gass kumerebah dekat dan kuletak kepalaku di lengan bahunya.


"Apa kata Lung dalam pesannya?" Aku tak minat membacanya, ingin Garrick saja yang cerita.


"Hari itu, saat kukabari aku akan menikah denganmu, dia kata akan menenggelamkan kapalku. Tapi karena kapal sudah kujual, dia kata akan merobohkan hotelku." Garrick nampak tertawa tanpa suara.


"Lalu pesannya itu, apa lagi hubbi..?" Kupeluk dia sambil kudekatkan telingaku di dadanya. Kutunggu gelegar suaranya saat dia bicara.


"Lung memberi tantangan padaku." Garrick kembali tertawa, kali ini bersuara. Telingaku terasa ikut bergetar mendengar tawa dari dadanya.


"Apa tantangan darinya?" Aku pun penasaran.


"Dia akan menggendongku keliling hotel lima puluh kali. Jika aku bisa memiliki dua anak hanya dalam setahun setelah menikahimu." Garrick memelankan tawanya lalu memelukku. Tapi kini aku yang tertawa. Membayangkan Lung akan termakan sendiri pada tantangannya.


"Terimakasih, wifi El... Kau beri aku dua anak sekaligus hanya dalam sembilan bulan." Garrick menciumi rambut kepalaku.


"Mungkin Allah iba denganmu dan kasihan padaku, hubbi.. Dirimu terlalu gencar memepetku, tak peduli kondisi dan waktu.." Sebenarnya ini sedikit keluhanku...


"Kita harus bersyukur dengan kejutanNya ini, wifi... Sebaik mungkin kita jaga kondisimu, beserta kondisi anak kita di dalam. Semoga nanti kamu berhasil melahirkan dengan selamat dan sehat." Garrick kian memelukku tapi tidak erat. Perutku kini telah besar dan membuncit.


"Ibuku ingin kita ke Kacuk minggu depan.."


"Ada apa...?

__ADS_1


"Acara syukuran tujuh bulan kehamilanku.." Ibuku memang sangat rajin menghitungnya. Bahkan acara dari mulai kehamilanku. Sedang aku masih juga kurang paham.


"Ah, wifi.. Sebentar lagi mereka keluar.. Aku akan dipanggil ayah..?" Aku mengangguk mendongak menatapnya. Garrick tengah tersenyum bahagia.


Auwh...Eh.. Tiba-tiba perutku perih dan lapar yang sangat. Mendadak juga liurku deras keluar seperti membanjir.... Dan hanya satu yang kuinginkan sekarang... Dan harus kudapatkan secepatnya untuk segera kummakan...!


"Hubbi.... Mie goreng dan kangkung..." Meski rasa iba dan bersalah., tapi aku tak mau berkeringat dingin sebab lapar.. Garrick terkejut terkesiap menatapku..


"Sekarang, wifi..?" Tapi Garrick langsung berubah memahamiku. Aku mengangguk serba salah..


"Akan kubuatkan, wifi.. Demimu dan juga anak-anakku. Tunggulah.." Garrick melompat turun dari ranjang setelah mencium perutku.


"Hubbi, aku ikut..!" Aku laju turun dan berjalan menyusul Garrick yang berhenti menungguku.


Inilah penderitaan yang telah kuberikan untuk Garrick, semingguan ini. Aku akan kelaparan saat malam tanpa peduli sikon dan waktu. Dan hanya mie goreng kangkung yang di buat oleh tangan Garricklah yang kumau. Jika ditunda dan diabaikan, mulutku akan terus berair berliur-liur serta merasa sedih nelangsa ingin nangis.


Dan Garrick dengan sigap, laju membuatkan. Rupanya, bu Mayang pun saat mengandung Garrick dulu, hanya menggemari mie goreng dan kangkung. Itulah sebab rahasia kenapa Garrick menggemari makanan remeh temeh itu saat merindu ibunya.


Tak disangka kegemaran itu sekarang datang menyapa menghampiriku...Dan dalam keadaan terbalik.., dulu kumelayan untuk Garrick.. Kini Garricklah yang siaga melayan padaku... Semua paham kan, sedang apa aku ini....?!


...Cut Ended...


...🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒...


...🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒...


...🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒...


...🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒...


Bismillah dan Alhamdulilah..


Akhirnya selesai juga menulis cerita berantakan ini. Semoga reader semua terhibur dan suka serta tidak merasa rugi menemukan karya ini.


Terimakasih untuk singgahmu dan istiqomah datangmu. Tanpa kedatangan kalian, tanpa dukungan kalian.. karya ini bukanlah apa-apa... Mungkin hanya seperti sebuah sampah yang terlanjur kupojokkan di sini.. Dan tak mungkin boleh kuambil kembali..


Terimakasih untuk kakak-kakak yang totalitas mendukung karyaku.. Dengan segala bentuk hadiah..bintang 5...vote..like.. dll.


Serta sangat terimakasih.. telah sudi mampir, meninggalkan segala komentarmu yang selalu sopan..santai.. dan santuy..


Terimakasih juga segala doa baik darimu yang tanpa bosan selalu kakak-kakak tulis demi membuatku bersemangat untuk lanjut menulis dan terus berkarya... Aku benar-benar padamu...


Untuk yang belum terlihat.. tetap juga terimaksihku....Tapi semoga juga mendapat hidayah...Sudi memberiku bermacam hadiah... Sedikit menyenangkan hatiku..tidaklah membuatmu merugi.. Tapi itu sangatlah terpuji.. πŸ˜‰πŸ˜„ Kutunggu!! πŸ™πŸ’πŸ’


πŸΎπŸΎπŸΎπŸΎπŸΎπŸΎπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“š


Promo untuk karya baruku yaa.. Silahkan mampir yaaa...seru juga ituu... Harap dukunganmuuu....


Love You, Encik Shin!!



Judul Karyaku,,


Love You, Encik Shin!!

__ADS_1


__ADS_2