
Sehari bergulir serasa sebulan, lamanya waktu berlalu. Itulah yang ku rasa saat bekerja dengan mata sangat mengantuk. Siksa tak terkata! Semua orang mengalami, tapi..tidak semuanya mau memahami. Dilarang tidur kala diserang kantuk..., betapa menderitanya! Apa kalian juga merasakan? Seringkah? Selamat menikmati! Hi..hi..hi....
Derita ngantukku yang seharian bukan tak ada alasan. Semalam aku tak bisa tidur tanpa apapun alasan. Baru menutup mataku sekitar pukul dua'an. Sedang hanyut tidur tenggelam mungkin setengah tiga'an. Dan mataku harus terbuka lagi pukul setengah lima'an. Jadi, kepalaku sedikit pening berdenyutan sekarang.
Ku segerakan maghribku yang berusaha ku kejar. Berkejaran begini membuatku bersemangat. Ingat akan adanya pepatah yang berbunyi macam ini, *Kejarlah penciptaNya, maka kau akan dapat ciptaanNya.* Ciptaan yang ku harapkan yaa.. bukan ciptaan macam hantu, setan, demit and the geng lah yaa...
Memang begitulah kebiasaanku, mengejar waktu maghrib. Bukan kejar yang sengaja, tapi Ratih suka tak menentu untuk melepas waktu kerja para kacung. Kadang cepat, kadang lambat. Kadang sore, kadang petang, tergantung keperluan. Masih bagus bukan dua puluh empat jam, kan? Meski hati tak rela, disyukuri saja dulu, sementara... Maka, ketenangan kerjalah yang didapat!
Lega... Isya' yang ku tunggu pun berlalu. Saat tepat meletak kepala di bantal dan guling pun telah terjepit di kaki. Kepala pening dan mata berat ini kan segera jumpa surga di alamnya.Indah dunia ku rasa! Aaaahhh nikmat tidur mana yang ku dustakan jika begini?!
Duk..! Duk..!Duk..! Duk..! Duk..!Duk..! Duk..!
Hah..! Setengah jiwa yang melayang kembali terhempas ke ragaku. Ketukan beruntun di pintu membuat sadarku datang lagi. Kecewa sangat ku rasakan. Ku bangunkan tubuhku yang lengket di kasur, berjalan ku seret kakiku. Siapa yang membatalkan tidur nikmatku?
Cekleerrk..!
Ish.. Bocaaaaahh..!!! Ngapain pulak si bocah tengil nyempil ke sini?! Ini kan jam istirahat kacung babu... Huh, bocah pengganggu!
"Ngapain kau ini, Zayn..? Tugasku dah tamat, aku mau istirahat!" Zayn sengih senyum, tangan panjang itu mendorong pelan pintuku.
Ku tahan pintu yang hanya ku buka dengan sedikit celah, berharap Zayn paham aku tak ingin diganggu.
"Buka lebar, El ! Dengar sebentar!" Zayn terus mendorong-ndorong pelan pintuku.
"Besok saja, Zayn...Tolong jangan ganggu aku!" Tetap ku tahan pintu dengan sekuat tenaga di tanganku. Ngantukkku perlahan mulai ambyarr.
"Harus sekarang, El. Daehan, adikku besok ujian. Guru privatnya tak datang, sakit. Temani Daehan belajar!" Heeiih..Kenapa mendatangiku, itu bukan urusanku kan.
"Ngapain cari aku, Zayn? Carikan saja guru lain!" Siap ku tutup lagi pintuku. Tapi Zayn terus menahan doronganku di pintu.
__ADS_1
"Tolong, El! Daehan keburu tidur. Anak itu hanya bisa belajar kalo ada yang ngawasi!" Wajah Zayn yang kena sorot lampu kamar nampak memelas.
"Ini di luar jam kerjaku,Zayn. Aku lelah sekali, aku benar-benar ingin tidur. Lagian aku ini hanya kacung tak sekolah. Mana bisa ngajari adikmu! Kamulah ajari adikmu, ngapain juga kau kuliah. Atau juga ibu kalian ?!" Aku sebal sekali. Zayn masih menahan terus pintu kamarku.
"Jangan tipu, El. Bang Garrick kata, kau ada riwayat guru privat di CV mu. Aku sibuk, banyak sangat tugasku. Ibuku sedang arisan!" Apaa?! Garrick..kenapa nama itu disebutkan juga di sini. Huh..Zayn ! Ibu dan anak sama saja, sok sibuk!
"Ku bilang bang Garrick, guru les Daehan tak datang. Abang kata kau bisa gantikan sementara, El." Jika begitu, semena-mena lah namanya. Aku tak ada waktu privacy, jam kerjaku telah berlalu!
"Aku tak mau, Zayn. Jam kerjaku habis. Aku penat, ingin istirahat. Kalian jangan dzolim padaku!" Aku sungguh frustasi. Mataku terbuka, tapi kepalaku pusing.
"Bang Garrick kata, dia siap kasih honor, El.!" Zayn memang barusan nampak sibuk dengan ponselnya. Rupanya mengadu sama si garang. Apa yang Zayn kata? Garrick akan memberi honor? Ahaa..jiwa matreku pun bangun cepat. Membawa kesegaran di mata dan kepalaku. Bukankah si Garju cukup royal? Jangan buang kesempatan!
"Berapa honorku? Kapan ku dapat?" Langsung saja skat mat buat Zayn.
"Yaelah,,El.. Kau matre ya... ?!" Zayn nampak senyum masam padaku.
"Kau lupa, Zayn, Aku hanyalah perantau? Jika free, di mana ku letak harga diriku sebagai kacung babu? Yang ada kalian akan semakin menginjakku!" Zayn tersenyum melihatku.
Aku pun bergegas tak ingin buang waktu. Cepat pergi, akan cepat kembali. Ku percaya ucapan Zayn dengan jaminan nama Garrick. Si garang itu tak mungkin ingkar dengan pembayarannya. Apa aku matre? Tidak!
****
Bocil bernama Daehan itu nampak sangar. Wajah melownya saat ada Zayn, seketika jadi bunglon saat Zayn berlalu.
"Kak, kenapa kau cantik sangat?!" Bocil tengil itu mengamati penampilanku. Ingin ku colok saja mata bulat jernihnya dengan pensil di tanganku.
"Tentu. Kenapa...? Agar anak pintar sepertimu terus semangat saat belajar." Ku lempar senyum kura-kura, sambil ku tunjuk buku terbuka di mejanya.
"Apa pacarmu banyak?!" Bocil kelas tiga SD itu bertanya tanpa melihatku. Matanya terus sibuk dalam buku bacaan tanpa ada ekspresinya.
__ADS_1
"Aku tidak punya pacar. Tapi, aku akan menunggu lelaki paling pintar yang akan datang menikahiku." Aku ingin dia terus berselera belajar dengan bukunya. Bukankah tugasku hanya menemani? Well..so easy job !!
Daehan melirikku sebentar. Tenggelam lagi dalam bukunya, begitu tenang. Aku pun senang... Duh, ngantuk pun datang kembali menyapaku.
"El..!!!" Maak.!! Kepalaku yang oleng tegak cepat kembali. Si bocil menyentak tanpa melihatku. Mungkin dia sebal denganku. Hu..hu..hu..
"Kedua abangku semuanya pintar. Akan ku minta mereka menikahimu!" Yah..yah..yah.. Bocil ini, sama sableng dengan abangnya. Ku toleh kanan kiri, untung Zayn tak nampak di sini.
"Daehan...Kau sudah sangat lama baca buku itu. Kenapa kau bicara yang bukan isi buku itu, apa kau sudah pintar?" Bocil itu akhirnya mendongakku. Wajah polos sangarnya mengangguk.
"Boleh ku pinjam bukumu? Coba ku uji sebarapa pintar kamu, yaa.." Ku raih buku yang diletakkan terbuka di meja, bocil itu membiarkan. Ku lihat sebentar tema yang sedang dibukanya. Tapi..Mataku serius merajuk padaku. Pandanganku hilang, aku akan hanyut terseret ngantuk. Aku merasa sedang gabut. Aku malu ketiban gaji buta.
Bocil terus menatapku. Harus ku jaga harga diriku. Akan ku tanya asal saja, hal yang umum diketahui bocil SD. Dan telah ku tahu di luar kepalaku.
"Hei, Daehan...Jawablah tanyaku." Bocil itu nampak tertarik menyimakku.
"Apa itu mimikri..? sebut juga contohnya.." Ah..aku sangat berjuang melawan kantuk.
"Adaptasi tingkah laku, teknik kamuflase hewan. Contoh..Bunglon!!" Mataku yang hampir tenggelam, terbuka sebab Daehan menyebut kata bunglon sangat keras. Bocil itu menjeling menatapku. Sekarang apa lagi..?
"Lalu apa itu autotomi..dan sebut contoh, Daehan.!" Aku sangat tersiksa...Aku ingin cuci muka saja.
"Cara hewan berlindung dengan mematah tubuhnya. Cicak!!!" Belum sempat berdiri. Bocil sukses menjawabnya.
"Contoh metamorfosis sempurna Daehan.." Ah habis ini, biar dia baca bukunya saja.
"Kupu-kupu...Katak..Nyamuk..Contah tak sempurna, belalang, kecoa, jangkrik!" Dia bahkan menjawab apa yang belum ku tanyakan, yang memang bakal ku tanyakan.
"Sudah, mana bukuku! Kau tidur saja!" Bocil itu menyambar buku di tanganku. Aku berdiri dengan gembira. Akhirnya aku akan tidur!
__ADS_1
"Kak..! Tidurnya di sini !!" Gleekk..! Bocil memukul-mukul meja bersih yang sebagian dipakainya.
Bijaknya..., si bocil ingin aku tetap menemani belajarnya meski jika aku ingin tidur sekali pun. Jadi ku pikir, darah siapa yang cenderung sama ada pada si bocil. Ku rasa darah keduanya, darah kombinasi milik Garrick dan Zayn!