Bukan Salahku Menjadi Pelakor

Bukan Salahku Menjadi Pelakor
Season 2 : happy ending


__ADS_3

Rara pun membuka kotak berwarna biru. Saat mengetahui isi dari kotak tersebut Rara pun langsung menangis, air matanya tak dapat di bendung lagi.


...HAPPY BIRTHDAY Rara sayang...


...kini usiamu beranjak 19 tahun,...


...Semoga harapan dan impianmu bisa kau raih...


...Tetaplah jadi kebanggaan papa dan mama serta ke-dua kakakmu....


Rara mengambil kartu ucapan tersebut dan ternyata di bawahnya masih ada beberapa. Rara mengambilnya satu persatu lembaran yang ada di dalam kotak dan membacanya. Dokumen penyerahan perusahaan kosmetik menjadi atas nama Rara, dokumen kepemilikan Butik atas nama Rara, kotak yang berisikan kunci mobil berserta suratnya dan yang terakhir, surat yang menunjukkan bahwa Rara Aurora Kenzo di terima di salah satu universitas ternama.


"Ki... apa ini benar, aku gak jadi ke Amerika? dan ini semua untuk ku? tanya Rara tak percaya, tubuhnya kaku seakan membeku hanya kepalanya saja yang menoleh ke arah Kiki.


"Benar non, semuanya sudah di rencanakan. Maaf kalau saya ikut andil dalam rencana ini." ucap Kiki, yang membuat Rara terkejut.


"Apa... semua sudah di rencanakan? jadi ini semua... " Rara hampir pingsan karena syok. Varo yang berbeda di belakang Rara pun dengan sigap menangkap tubuh Rara yang lemah.


"Happy Birthday sayang." terdengar suara Karin dan Ken yang ternyata ada di antara orang-orang yang ada di bandara. Karin dan Ken berjalan menghampiri putrinya yang masih syok.


"Happy Birthday sayang." Dari Arthur yang juga menghampiri adiknya itu.


"Happy Birthday sayang, kamu gak jadi ninggalin kami kan." ucap Varo di telinga Rara.


Rara mendongakkan kepalanya menatap Varo." Lamaranmu tadi sungguhan atau hanya buat bercanda saja?" Rara penuh tanda tanya.


"Tentu saja..."Varo menunduk dan menatap mata Rara yang sedang mencari kebenaran. Saat Varo menghentikan ucapannya dan membuat Rara merasa kecewa, "Tentu saja itu sungguhan, aku tadi benar-benar sedang melamar kamu dan mau menikahi mu." ucap Varo dan Rara pun langsung berdiri tegak membalikkan tubuhnya untuk memeluk Varo.


Rara Kembali menatap dengan tajam satu persatu keluarganya, "Kalian semua jahat, Kenapa harus buat drama seperti ini. Apa kalian tahu?, aku sudah berfikir yang tidak-tidak tentang keluargaku sendiri. Aku kira kalian gak sayang dan memang sengaja membuang ku" ucap Rara dengan tegas namun air mata tak dapat di bendung hingga mengalir dengan sendirinya.


"Mana mungkin kami sejahat itu sayang, kamu adalah permata satu-satunya yang paling berharga dalam keluarga." ucap Karin yang menghampiri, ia menghapus air mata putrinya dan langsung memeluknya.


"Kenapa ibu ikut-ikutan ngerjain Rara." bisik Rara di telinga Karin.


"Happy Birthday Ra." ucap Joy dari kejauhan.


"Kak Joy? " Rara yang kaget melepas pelukannya dari karin, "kakak juga ada di sini? bukannya kata kak Arthur kakak menemui Nabila?" tanya Rara yang memandang ke arah Joy.


"Kakak... " ucapannya terhenti saat Varo langsung menarik lengan Rara dan menghadap pada Ken.

__ADS_1


"Pa..." panggil Rara yang ingin meminta izin.


"Papa tahu maksudmu! papa merestui hubungan kalian, bahkan jika kalian ingin menikah. Tapi papa punya satu syarat yang harus kalian setujui." ucap Ken


"Syarat?"Rara dan Varo saling bertatapan dan merasa bingung tapi penasaran.


"Apa syaratnya pa? katakan agar kami bisa memikirkannya." saut Rara tak sabar.


Varo pun menyambung ucapan Rara, "Selagi saya mampu akan saya lakukan apapun syaratnya?" ucap Varo.


Ken menangkup dagunya dengan satu tangan, membuat semua orang penasaran, "Syarat dari papa cukup mudah, tapi bagi kalian mungkin itu sulit." ucap Ken yang berbelit-belit membuat Rara dan Varo semakin di buatnya penasaran bahkan yang lain pun ikut penasaran.


Joy mulai menerka-nerka, syarat yang akan papanya berikan. Dan berharap bisa memberikan Joy kesempatan untuk bisa mengambil kembali hati Rara.


Ternyata tanpa sepengetahuan semua orang Nabila telah memutuskan hubungan dengan Joy, Dengan alasan dirinya ingin membesarkan karirnya di dunia modeling, tepat setelah Rara mengungkapkan perasaannya.


Entah kenapa Joy, nampak biasa saja dengan keputusan Nabila. Dan sepertinya dirinya menginginkan juga hal itu. Ia malah lebih memikirkan Rara dan takut kehilangannya. Namun dirinya kini kalah satu langkah dengan Varo, yang dulunya. Sahabatnya kini akan jadi saingan beratnya. Sebelum janur kuning melengkung, Joy masih ada kesempatan untuk meluluhkan hati Rara.


"Ayolah pa, katakan Arthur juga penasaran dengan syarat yang papa berikan?" rengek Arthur yang nampak penasaran.


"Lebih baik kita bicarakan hal ini setelah pesta ulang tahun Rara selesai" jawab Ken dengan santai.


"Tentu saja sayang. Ayo kita kembali! masih banyak kejutan untuk mu sayang." Karin pun meraih lengan Rara, menarik tubuh langsing Rara dan membawa Rara kembali dan seluruh keluarga ikut serta.


Key yang sedari tadi terdiam karena tak paham dengan semua pembicaraan yang orang-orang dewasa bicarakan.


Varo dan key berjalan di belakang, membiarkan keluarga Rara lebih dulu.


"Pa..." panggil key yang sedang di gandong Varo.


"Apa sayang?" tanya Varo sambil berjalan keluar Bandara.


"Tante cantik gak jadi pergi? kok Tante cantik pulang?" tanya key penasaran.


"Tante gak jadi pergi, Tante cantik akan tetap di sini . Jadi key bisa sering ketemu dengan Tante cantik." jelas Varo


Key bertepuk tangan sendiri, ia merasa senang, karena Rara tak jadi pergi,"Apa kamu senang?" bisik Varo di telinga key dan key pun mengangguk.


🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Sesaat sesampainya di mansion, mereka semua di sambut dengan sebuah mobil Lamborghini warna biru yang masih di balut pita. Nampak sangat elegan si setiap sisinya. beberapa kamera dari beberapa media sudah standby.


Ternyata Arthur sengaja membawa Rara segera pergi dari rumah, agar yang lain bisa menyiapkan kejutan untuk Rara.


Tepat di hari ulang tahun Rara, Ken sebagai papanya akan mengumumkan status Rara sebagai putri dari Kenzo dan juga akan mengumumkan pertunangan anak-anaknya.


Wajah Rara memerah, perasaannya campur aduk tak dapat lagi di utarakan. Di hari ulang tahunnya papanya memberikan begitu banyak hadiah, mulai dari perusahaan kosmetik yang di bangun beberapa tahun lalu di serahkan kepada Rara untuk di kelolanya, sebuah butik berkelas, diberikan ibunya untuk Rara dan sebuah mobil Lamborghini hadiah dari Arthur, sedangkan Joy memberikan salah satu apartemen untuk Rara. Sedangkan Varo memberikan satu set perhiasan berlian.


Dari semua hadiah yang di berikan permintaan Rara yang membuat semua orang tercengang. Rara meminta media tidak menjadikan berita tentang dirinya berlebih-lebihkan, dia minta di belikan sebuah motor untuk dirinya kuliah. Sebab dia tak ingin membanggakan harta, ia hanya ingin tampil dan terlihat apa adanya.


Ken tanpa keberatan menyetujui permintaan Rara, ia merasa bangga memiliki putri yang bijak.


"Baiklah Ra, karena ini hari ulang tahunmu, papa akan turuti permintaanmu, besok pagi motor akan parkir di halaman. Kamu Kiki..." Ken menatap Kiki sang bodyguard Rara.


"Ia tuan!"


"Aku akan membiayai kuliahmu sampai selesai dengan syarat kamu harus bisa menjaga Rara dengan baik dan untuk Rara dan Varo kalian akan bertunangan tapi untuk menikah kalian harus menunggu lebih lama sampai Rara menyelesaikan kuliahnya, karena papa gak mau Rara memiliki anak sebelum selesai kuliah.


"Itu tidak adil" ucap Arthur yang tiba-tiba nyelonong diantara papanya dan Rara.


"Maksudmu tidak adil bagaimana Arthur?" tanya Ken


"Kalian memintaku untuk segera menikah dan punya anak, agar kalian bisa menimang cucu, kenapa malah Rara di larang untuk segera punya anak? kami kan sama-sama anak kalian kenapa kalian membedakan kami."


"Ingat umur Arthur! kalian berbeda jauh dan Rara sekarang masih berusia 19 tahun belum waktunya untuk memiliki anak."


Perdebatan pun selesai setelah acara demi acara di mulai hingga selesai. Rara menghampiri Varo yang hendak pulang dan tiba-tiba mencium pipi Varo." terimakasih, karena selalu ada di setiap aku membutuhkan tempat bernaung. Walaupun pertemuan kita menghadirkan kebencian, tapi hari ini menjadi awal perjalanan kita? semoga tak akan ada halang rintang yang menghadang." Varo pun tersenyum dengan perkataan Rara, bagaimana tidak, hatinya bisa diluluhkan oleh seorang gadis belia dengan usia terpaut jauh.


"Walaupun aku tidak bisa menikahimu secepatnya, tapi aku akan berjuang untuk bertahan demi kamu Dan key." mereka pun tersenyum penuh kebahagiaan.


...ENDING....❀️❀️❀️...


**terimakasih yang sudah setia membaca sampai selesai. Untuk detailnya bisa kalian baca di novel Rara yang akan saya perjelas setiap adegannya.


Jangan lupa di favoritkan ❀️ novel Ra... karena akan hadir banyak pemeran baru, suasana baru tentunya perjuangan Varo dan Joy untuk mendapatkan Rara dengan kisah lebih detail.


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya sebagai bentuk dukungan.


...πŸŽ‰ Terimakasih dan i love u dari...

__ADS_1


...Karin, Kenzo, Arthur, Rara, Joy, Varo, key, Ivan, Kiki, Roy, Nabila , Rafael, Sasa, Beni, Adit, Bima, mami Vika, Reval, Dinda, Bu asih, Ryan, pak kades, Sandi, Bara, Anton, Rahayu dan pemeran pendukung. SalamπŸ‘‰ ISTRI ATAU BUDAK.πŸ‘ˆ**...


__ADS_2