
Waktu berjalan begitu cepat, Ken berdiri di depan halaman memandangi tempat yang sunyi tak berpenghuni seperti sudah berbulan-bulan tak ada yang mengurusnya.
Tak ada yang menyambutnya dengan senyuman di depan pintu dan selalu memanggil "Tuan..."
Gadis budak Ken, pergi entah kemana. Ken berjalan masuk kedalam rumah, menyusuri ruangan, terlintas bayangan gadis penurut itu muncul mengelilingi Ken. Panggilan "Tuan...." Selalu terdengar di telinganya.
Sebuah tangan menggapai pundak Ken, hingga membuatnya sedikit mengangkat bahunya karena kaget.
"Pak, setelah saya berkeliling, saya tidak mendapatkan sesuatu yang mencurigakan hanya ini yang saya temukan di tong sampah." ucap Anton dan memberikan tas Karin yang sudah rusak kepada Ken.
Ken mengambil tas Karin dari tangan Anton dan mendapati ponsel Karin yang sudah hancur dan dompet yang masih lengkap isinya.
"Cek cctv yang ada aku ingin tahu siapa pelakunya, yang berani-beraninya mengusik wanitaku, apa yang dia inginkan." perintah Ken pada Anton.
Dengan rasa penasaran yang tinggi, akhirnya wajah wanita itu terlihat dari cctv dan dengan jelas bagaimana Sasa menyakiti Karin."
"Dasar wanita ular, apa maunya sampai datang jauh-jauh kesini dan menyiksa wanitaku." Ken mulai geram dengan aksi nekat Sasa.
"Anton sekarang cari keberadaan Sasa, aku yakin dia masih di kota ini, tak akan ku biarkan dia lolos begitu saja. Aku tahu dia pasti tahu keberadaan Karin sekarang" Ken menghambur semua yang ada di meja melampiaskan kekesalan dan emosinya. terhadap Sasa.
Ken tak percaya, Sasa tega berbuat nekat, hanya untuk mendapatkan apa yang di inginkan. Penyesalan Ken, membuat hatinya menutup rapat-rapat cintanya untuk Sasa yang ada hanya kebencian yang menyelimutinhatinya sekarang.
Saat sadang menunggu Sandi bekerja, bayangan Ken tiba-tiba saja datang menghampiri, sifat Ken yang berubah-ubah membuat Karin menjadi rindu.
"Tuan kapan pulang, dan menemui Karin." batin Karin berbicara merindukan sosok pria yang selalu ada didekatnya.
Panggilan Sandi kembali membuyarkan lamunan Karin. Sandi akan memeriksa kandungan Karin karena sudah jadwalnya.
__ADS_1
"Mas, hari ini pulang malam gak?" tanya Karin
"pulang sore, memangnya kenapa, kamu mau kemana?"
"Mas aku pengen minum kelapa muda, yang orangnya jualan di pinggir jalan raya itu. Nanti Lo Karin sudah punya uang pasti di ganti. soalnya sekarang aku gak punya uang sama sekali, makan pun nebeng mas sandi." Karin menunduk Karena merasa membebani sandi.
"Baiklah, pulang nanti kita mampir beli yang kamu mau. Gak usah di pikirkan masalah uang aku tidak meminta gantinya. cukup aku melihat kamu baik-baik saja aku sudah senang."
______
Ken segera meluncur di salah satu apartemen, tempat tinggal Sasa sekarang. Ken mendapat informasi dari Anton yang sudah lebih dulu berada tak jauh dari apartemen Sasa
Perasaan yang meluap-luap, ingin rasanya cepat di keluarkan di depan Sasa. Ken mengendarai mobilnya dengan laju ingin segera sampai.
Tak butuh waktu lama Ken untuk sampai apartemen Sasa. Dengan langkah seorang pria yang tengah marah. Suara sepatunya yang beradu dengan lantai seirama dengan suara gendang peperangan.
"Sasa buka pintunya aku ingin bicara denganmu sekarang." teriak Ken.
Sasa yang sudah tahu akan ke datangannya, dengan senang hati membukakan pintu untuk Ken.
Saat sudah terbuka Ken langsung saja nyelong masuk dan Sasa menutup kembali pintunya.
"Ada apa mas, repot-repot datang kemari? apa mas Ken berubah pikiran, dan batal menceraikanku?" ucap Sasa sambil memeluk tubuh Ken dari belakang yang sekarang ini statusnya masih istri sah Ken.
Ken memegang tangan Sasa dan langsung menarik tubuhnya agar berhadapan.
"Aku gak nyangka ya kamu bisa berbuat nekat seperti ini, selama ini aku salah sudah memberikan cintaku padamu. ternyata kamu manusia ular." Ken meremas kedua lengan Sasa menahan emosinya.
__ADS_1
"Aku masih mencintaimu mas, aku gak ingin pisah denganmu, aku akan jadi istri yang baik buatmu, aku menyesal telah menyia-nyiakan ketulusan cintamu." Ucap Sasa sambil menatap mata suaminya dengan tatapan penuh penyesalan.
"Aku sudah tidak percaya padamu lagi, apa maksudmu menggangu Karin dan menyakitinya. jelaskan padaku sekarang atau aku bertindak kasar padamu." Bentak Ken.
"Apa maksudmu mas, aku gak melakukan apapun pada pelakor itu?" Sasa pura-pura tidak tahu.
"Jangan bohong kamu, aku melihat dengan jelas wajahmu yang sedang menghajar Karin dari cctv yang aku pasang." jelas Ken.
"Brengsek... ternyata mereka masih meninggalkan jejak." gumam Sasa pada anak buahnya.
"Baiklah aku jujur padamu sekarang. Aku melakukan itu semua karena aku masih cinta sama kamu, dan ingin memperbaiki semuanya. Aku gak mau kamu menikah lagi dengan wanita lain dan memiliki anak darinya. Aku hanya ingin memiliki kamu seutuhnya tidak terbagi." jelas Sasa dengan menitikan air mata.
"Kamu bohong, dari awal kamu memang tak mencintai aku kan, kamu hanya menginginkan hartaku saja, dan jika kamu ingin membawanya pergi, tak akan aku halangi lagi ambil dan bawa pergi dia. Aku sudah muak dengan semua sandiwara mu selama ini. Aku diam saja karena aku masih mencintaimu dan belum ada Pengganti di hatiku dan hari ini aku sadar bahwa ada wanita lain yang bisa menggantikan posisimu yang sudah rapuh dari hatiku." jelas Ken dengan tegas suara laki-lakinya dengan mantap mengatakan itu pada Sasa.
"Mas berikan aku kesempatan, aku akan berubah, aku benar-benar masih mencintaimu." Sasa merengek dan bersimpuh di kaki Ken, mencoba meluluhkan hati Ken.
"Dengarkan aku, ini ucapan terakhir kalinya yang keluar dari mulutku. Tidak ada lagi dirimu di hatiku yang ada sekarang hanya kebencian yang mendalam padamu. Sekarang kembalikan Karin padaku atau aku tidak segan-segan untuk membuatmu menderita seumur hidupmu." Ken kembali menjawab dengan ancaman.
"Aku tidak membawa Karin kesini, aku tidak menangkapnya, lagian untuk apa menahan seorang pel*c*r sepertinya, membuat tanganku kotor saja." Sasa mulai mengeluarkan jati dirinya.
"Jaga ucapan mu, dia wanita ku tak ada satu orangpun yang bisa menghinanya termasuk kamu"
"Terserah kamu saja, yang terpenting aku tidak membawa Karin kemari, dia pergi entah kemana setelah anak buahku gagal mendapatkannya." jelas Sasa tanpa rasa bersalah lagi.
"Awas saja jika aku tahu Karin kenapa-kenapa karenamu aku akan membuat perhitungan denganmu dan menghancurkan mu."
"Lakukan saja jika mas bisa, aku tahu mas masih mencintaiku, aku tunggu di meja persidangan aku akan menggugat mas atas tuduhan perselingkuhan." teriak Sasa yang mulai kesal.
__ADS_1
"Lakukan sesukamu aku sudah tidak perduli lagi, mau cerai secara sah atau tidak aku tidak perduli dan aku tak akan pernah mengakuimu lagi sebagai istri sahku." dengan nada emosi Ken pergi dan membanting pintu apartemen Sasa dan pergi.