Bukan Salahku Menjadi Pelakor

Bukan Salahku Menjadi Pelakor
hentikan


__ADS_3

Terdengar samar-samar suara Ken sedang berbincang dengan seseorang melalui telepon. Karin mengambil kesimpulan bahwa Ken ingin menjebak Reval di salah satu tempat.


"Apa yang sedang di rencanakan mas Ken, aku harap ini tidak membahayakan dirinya dan juga anak-anak. Aku gak mau kehilangan orang-orang yang aku sayang. Ya Tuhan tolong jaga suami dan anak-anak hamba."


Ken terkejut saat dirinya membalikkan badan ada Karin sedang berdiri di sisi pintu balkon.


"Apa yang kamu lakukan di sini sayang, seharusnya kamu istirahat dan jangan banyak bergerak." ucap Ken dan menghampiri Karin.


"Aku lelah, terus berbaring di ranjang. Mas jangan tinggalkan Karin. Karin gak tahu lagi apakah Karin mampu bertahan jika harus kehidupan mas dari sisi Karin."


"Apa maksudmu sayang, aku tak akan pernah meninggalkan kamu. Percayalah semua akan baik-baik saja. jangan lupa doakan mas agar mas bisa segera membawa Arthur dan Joy pulang."


Setelah perbincangan itu, Ken kembali pergi dan meninggalkan Karin. Namun perasaan Karin sungguh tak tenang. Dirinya ingin ikut bersama Ken, namun itu mustahil tak mungkin suaminya mengizinkan dirinya ikut.


Selang beberapa jam, Karin masih tak tenang dan akhirnya ia pun memutuskan untuk menyusul suaminya. Karin memaksa Anton untuk memberitahu keberadaan mereka dan mengancam Anton hingga membuat Anton terpaksa memberitahu keberadaannya tanpa sepengetahuan dari Ken.


Karin segera meluncur bersama supir menuju tempat yang sudah di beritahu Anton.


Di sana Ken sedang nunggu Reval yang Akan membawa Arthur dan juga Joy. bersama dengan anak buahnya begitu juga Ken yang bersama anak buahnya.


Tak lama Reval dan beberapa mobil lain sampai di salah satu perbatasan antar kota. Reval turun bersama dengan Joy dan Arthur.


Sedangkan Ken dan juga Anton sudah menunggu dengan seorang wanita yang tertutup wajahnya.

__ADS_1


"Aku sudah menepati janjiku, sekarang mana dia, aku ingin kamu juga menepati janji yang sudah kau sepakati." ucap Reval.


"Aku tak pernah ingkar dengan janji yang ku buat, istriku ada di sini. Apa yang kau inginkan darinya hingga kau bersusah payah hingga menculik anak-anakku. Dasar laki-laki bodoh hanya demi seorang wanita kamu rela melakukan apapun untuk mendapatkannya."


"Tutup mulutmu brengsek, Karin tak pantas mendapatkan laki-laki brengsek seperti dirimu." hina Reval membuat ken naik pitam dan ingin membalas perkataan Reval namun di tahan oleh Anton.


"Jangan terpancing omongannya tuan. tujuan kita di sini untuk menyelamatkan Arthur dan Joy." ucap Anton.


"Jangan banyak bicara kamu Reval sekarang kembalikan Arthur dan Joy dan kamu bisa memiliki karin."


mereka pun akhirnya barter. Awalnya Reval tak curiga dan menyerahkan Arthur dan Joy bersamaan dengan Karin palsu.


"Papa... panggil Arthur dan Joy bersamaan dan mereka pun memeluk Ken dengan erat di Sergai tangisnya.


Saat Ken sampai di depan mobilnya, terdengar sebuah tembakan yang begitu nyaring, Ken Anton dan yang lain langsung berbalik badan melihat apa yang terjadi.


"K..e...n...z...o..." teriak Reval sambil menodongkan pistolnya ke arah Ken.


"Anton cepat bawa anak-anak masuk!" perintah Ken.


"Tapi tuan..."


"cepat lakukan." Anton pun segera membawa Arthur dan Joy dan meminta salah satu sopirnya membawanya pergi.

__ADS_1


Tak ada rasa gemetar, dengan berani Ken menghadapi todongan pistol Reval.


"Kau berani menipuku brengsek, dia bukan Karin. Kemana dia. Kau janji akan membawa dia untukku."


Ken hanya tertawa mendengar perkataan Reval.


"Kamu memang laki-laki brengsek sekaligus bodoh. Siapa yang akan rela menyerahkan istrinya hanya untuk laki-laki seperti dirimu. Sampai kapanpun tak akan ku biarkan kau menyentuh istriku, satu inci saja kamu lakukan itu aku pastikan nyawamu akan segera melayang."


"Masih berani mengancam, siapa yang akan terlebih dulu mati kau atau aku." Reval pun menarik pelatuk pistol yang ada di tangannya. dan mengarahkan tepat di kepala Ken.


"Hentikan... " teriak Karin yang baru saja sampai dan berlari menghampiri Ken. Semua yang ada menatap kedatangan Karin termasuk Ken den Reval.


"Karin... " panggil Ken yang menghampiri Ken dan memeluk tubuh suaminya, "Bagaimana kamu bisa sampai ke sini. di sini sangat bahaya anak-anak sudah selamat. lebih baik menyingkir biar mas selesaikan urusan mas."


"Tidak mas, ini juga urusan Karin, ini semua terjadi karena Karin jadi Karin juga harus menyelesaikan ini juga." ucap Karin lalu berbalik badan dan menatap Reval.


"Mas Reval, apa yang mas lakukan, kenapa mas begitu terobsesi padaku, ingat mas aku sudah menjadi milik mas Ken, dan di hatiku cuma ada mas Ken tak ada pria lain selain dirinya, jadi Karin mohon tolong hentikan semuanya. Kita selesaikan ini baik-baik, aku menganggap mas Reval sudah seperti saudara sendiri tidak lebih."


"Tapi Karin, aku sangat mencintaimu. Ikutlah bersamaku kita akan membangun hubungan yang baru. tinggalkan bajingan itu dan ikutlah bersamaku." Ucap Reval.


"Tidak mas, cukup untuk semuanya. Jika mas tak bisa melepaskan diriku dan membuat mas tersiksa dan orang lain tersiksa, lebih baik tembak aku mas, aku ikhlas jika harus mati hari ini daripada aku harus melihat salah satu dari kalian mati di hadapanku."


"Tidak Karin jangan lakukan itu, Ingat ada anak dalam kandunganmu. Mas juga gak mau kehilangan dirimu. please hentikan niatanmu sayang." bujuk Ken.

__ADS_1


"Minggir Karin, aku harus menyingkirkan pria itu, ku janji setelah ini akan membahagiakan dirimu." bujuk Reval dan karin hanya menggeleng dan melindungi Ken dari Reval.


__ADS_2