
Rara berjalan menuruni anak tangga dengan langkah lebih pendek, karena sekarang Rara harus terlihat lebih feminim. Dan semua pakaian Rara sebelumnya habis di buang Arthur.
Rara menghampiri kedua kakaknya yang lebih dulu sarapan. Ia duduk di kursi di antara kedua kakaknya.
"Kakak, kok hari ini sepi, dimana mama sama papa?"Tanya Rara.
"Mama menemani papa keluar kota,ada undangan dari kerabat papa di sana." Jelas Joy yang baru saja selesai makan.
"Ra... kami hari ini harus ke kantor lebih awal, karena ada klien penting yang datang. Kamu di rumah saja dan jangan kemana-mana, pelajari buku yang ada, untuk menghabiskan waktu. Ingat dua Minggu lagi kamu akan di kirim papa ke Amerika. jadi kamu harus bersikap diri." ucap Arthur. Mereka pun berangkat ke kantor bersama, meninggalkan Rara seorang diri belum menyantap makanan.
Waktu begitu cepat berlalu, dan tak terasa sudah jam sebelas siang. Rara mulai bosan di rumah dan ingin sekali pergi tapi tak tahu ingin kemana.
Saat sedang mondar mandir mencari kesibukan, Rara baru menyadari tentang kartu nama yang Varo berikan.
Rara mengambil kartu nama tersebut dan membaca alamat rumahnya.
Rara ingin segera pergi, namun saat membuka pintu, Rara sudah di hadang dua bodyguard, Kiki dan Roy.
"Apa yang kalian lakukan berdiri di depan pintu? membuat kaget saja."
"Non Rara mau kemana? Siang-siang begini. Tuan muda Arthur meminta kami untuk menjaga nona agar tidak pergi kemana-mana."
"Aku mau pergi sebentar, emangnya gak boleh?"
"Kalau nona mau pergi, kami juga harus menemani nona kemanapun nona berada."
"ini susahnya kalau ada bodyguard, selalu di buntutin terus kemanapun aku pergi. Tapi gak papa karena sebentar lagi aku kan pergi ke Amerika jadi kalian gak akan bisa ngikutin aku lagi."
"Siapa bilang nona? Selama nona di Amerika kita juga akan ikut untuk menjaga nona di sana." ucapan Roy.
"Terserah kalian lah, aku malas berdebat dengan kalian lagi. Sekarang antar aku ke alamat ini. sekarang." Rara menunjukkan alamat pada Roy dan Kiki namun nama Varo Rara tutupi.
"Non mau bertemu siapa? alamat ini kan kawasan rumah-rumah elit."
"Kalian gak perlu tahu aku mau bertemu dengan siapa, yang terpenting sekarang kalian antar aku ke sana."
Kiki dan Roy pun, mengantarkan Rara ke alamat yang Varo berikan.
ππππ
__ADS_1
Joy dan Arthur sedang kedatangan klien yaitu Alvaro bersama dengan Ivan, Mereka akan menjalin kerjasama untuk perkembangan perusahaan.
Alvaro adalah sahabat Joy saat kuliah dan mereka masih akrab sampai detik ini. Setelah kerjasama terjalin dan menandatangani kesepakatan. Mereka pun makan siang bersama di salah satu restoran.
Joy dan Varo saling ngobrol dan mengenang masa kebersamaan sedangkan Arthur menyempatkan diri melacak keberadaan Rara melalui ponsel milik Rara yang sudah di pasang GPS.
"Dasar anak bandel, di suruh diam di rumah masih saja, berani keluyuran." ucap Arthur dan di dengar Joy dan Varo. Mereka pun menatap Arthur dengan penuh tanda tanya.
"Siapa Arthur yang kamu maksud?" tanya Joy.
"Siapa lagi kalau bukan adik kita. Sudah di bilang untuk tetap tinggal di rumah tapi masih saja nekat pergi. Dan ini!! dia mau pergi kemana?"
"Sudahlah, biarkan saja dia, mungkin bosan di rumah. Selama ada bodyguardnya menjaga pasti dia aman-aman saja." Saut Joy dan kembali ngobrol dengan Varo.
"Siapa yang sedang kalian bahas? tanya Varo.
"Ohhhh, adik kami. Kami sangat sayang padanya, makanya sampai kami memperkerjakan bodyguard untuknya.
"Kalian sangat sayang banget ya sama adik kalian, sampai begitu ketat menjaganya. Aku jadi penasaran pengen ketemu dengan adik kalian." saut Varo.
"Jangan bertemu dengannya bisa bahaya nanti, bisa-bisa kamu jatuh cinta padanya."saut Arthur dan membuat Joy tersedak minuman yang ia minum.
πππ
Rara pun sampai di alamat yang tertera di kartu nama tersebut. Mansion yang megah bak istana terpampang di depan mata Karin.
"Non, ini rumah sesuai alamat yang non tunjukan." ucap Kiki.
"Ya aku tahu. kalian tinggal di sini saja, biar aku saja yang masuk."
"Tapi non..!!!"
"Jangan bantah. ini perintah." tegas Rara dan Rara pun pergi sendiri menghampiri scurity untuk membukakan gerbang.
Saat di tanya scurity, Rara beralasan, bahwa ia datang karena permintaan bosnya.
Rara pun dipersilakan masuk. Tanpa bertanya keberadaan Varo. dan scurity itu pun tak menjelaskan kalau bosnya tidak ada di rumah.
Rara membunyikan bel pintu dan tak lama pintu itupun terbuka. Ternyata key yang membukakan pintu untuk Rara.
__ADS_1
Key sempat terdiam sesaat mengingat wanita yang ada di depannya.
"Tante cantik... Tante yang waktu malam itu ngobrol dengan papa ya?" tanya key.
"Papa??? jadi orang gila itu sudah punya anak. tapi kenapa sifatnya masih kekanak-kanakan, main ngambil tas Rara dan malah di simpannya." gumam Rara.
"Iya sayang, Tante yang kemarin ngobrol dengan papamu.Kalau boleh tahu siapa namamu." Rara sedikit membungkuk menyamakan dengan key.
"Key tante cantik." key langsung menarik Rara masuk kedalam rumah. Sejak pertama kali key melihat Rara key sudah menyukai Rara.
Key langsung membawa Rara masuk dan duduk di sofa di samping key. tak lupa key meminta pelayan untuk membuatkan minum untuk Rara.
Bola mata Rara terus berputar, mencari-cari orang yang ingin dia temui dan juga ibu dari key.
"Key di sini tinggal dengan siapa saja? kok kelihatan sangat sepi?" tanya Rara yang penasaran.
"Key tinggal sama papa. Key gak punya mama." jelas key dan membuat Rara memiringkan kepalanya memandang key yang polos itu berbicara sambil bermain.
"Tante cantik, pacarnya papa ya?" tiba-tiba key bertanya membuat Rara geleng kepala.
"Kenapa key bertanya seperti itu.tante..." belum selesai menjelaskan sudah di potong key.
"Soalnya Tante, wanita pertama yang datang ke rumah ini dan yang kedua, key gak pernah melihat papa ngobrol berdua dengan wanita kecuali Tante."
"Mana mungkin aku menjadi orang pertama, laki-laki seperti dia pastinya playboy dan suka gonta-ganti pacar, dan bisa jadi key ini hasil dari perbuatannya, makanya gak ada mamanya." terka Rara dalam diamnya.
"Kalau begitu, Tante pergi dulu ya? soalnya papanya key belum datang. Tante ada perlu dengan papa key." ucap Rara untuk pamit namun di tahan key.
"Jangan pergi Tante cantik, temani key bermain. key gak punya teman."
Rara berfikir sejenak sebelum mengiyakan permintaan key." Tapi sebentar saja ya, soalnya Tante masih ada acara lagi nanti.
Rara dan key langsung akrab, walaupun baru pertama kalinya mereka bertemu.
Visual Joy.πππ
__ADS_1
Visual Alvaro.πππ