
"Neng karin, kang Bejo sudah datang, kita mau jalan-jalan kemana?" panggil Bejo di halaman rumah.
"Sudah datang kang?. Tolong antar karin ke puskesmas Desa sebelah ya."
"Ngapain neng ke desa sebelah disini kan juga ada, emangnya neng Karin sakit apa?"
"Kalau Karin tahu sakitnya, gak perlu ke puskesmas kang, langsung beli obat aja. Karin gak mau jadi omongan tetangga kang, pasti ibu-ibu bakalan kepo dan nyari tahu sesuatu."
"Iya juga sih neng, lagian ibu-ibu sekarang nie pada resek hobinya gosipin orang melulu. Tapi neng masih kuat kan lihat wajahnya neng pucat banget?" Bejo nampak kuatir melihat Karin yang pucat.
"Karin gak papa. Ayo kang berangkat mumpung belum panas." Karin pun menutup pintu dan berangkat ke puskesmas.
_____
Setelah perjalanan cukup panjang, akhirnya Ken dan Anton sampai ke Medang Sari. kampung halaman Karin.
Tujuan mereka langsung menemui Rian yang yang mengawasi pembangunan villa.
"Selamat datang bos, ke kampung Medang Sari, saya gak nyangka bos besar langsung datang kemari." sapa Rian yang sudah menunggu.
"Selamat datang bos, terimakasih sudah mau berkunjung ke desa kami." sapa pak kades yang juga ikut menyambut Kenzo bersama Anton.
Ini adalah kali pertamanya Kenzo menginjakkan kakinya di desa Medang Sari, walaupun memiliki proyek pembangunan villa keluarga, namun Ken tak pernah turun langsung mengecek villanya.
Ken juga salah satu donatur yang membantu perkembangan desa Medang Sari.
"Jadi ini desa Medang Sari." Ken memperhatikan sekeliling yang masih begitu asri dan sejuk.
"Iya pak, ini desa Medang Sari, bapak gak salah pilih membangun villa di sini, karena udara dan pemandangan disini masih begitu alami" Jelas Anton.
"Baiklah, aku ingin segera melihat bagaimana hasil villa yang dibangun." Ken bersama yang lain berkeliling melihat villa yang sudah 90% hampir jadi. Rian menjelaskan banyak hal tentang pembangunannya.
"Saya cukup puas dengan hasilnya, aku harap ini bisa segera selesai dengan hasil memuaskan." ucap ken
Akhirnya mereka kembali dan beristirahat di rumah pak kades untuk sesaat.
____
Karin dan Bejo sudah sampai ke puskesmas Pandu Senjaya, dan sudah mendapatkan antrian. Tak butuh waktu lama untuk menunggu dan akhirnya Karin mendapatkan giliran periksa.
Jantung Karin berdetak kencang, keringat dingin mulai keluar, saat Karin menemui dokternya.
"Selamat siang mbak Karin, ada keluhan apa saja yang dialami?" tanya dokter.
"Saya beberapa hari ini sering mual, dan beberapa kali mengalami kram perut." jelas Karin.
"Apa mbak Karin mengalami terlambat datang bulan?" tanya dokter lagi.
"iya dok, ini sudah lewat hampir satu Minggu."
__ADS_1
"Apa mbak Karin sudah punya suami?" tanya dokter sekali lagi.
"Belum dok." ucap Karin ragu
"Baiklah silahkan mbak karin rebahan dulu di ranjang biar saya periksa untuk memastikannya." Karin pun menurut dan merebahkan diri di ranjang pemeriksaan. Dokter langsung memeriksa perut Karin dengan menggunakan stetoskop dan memeriksa tekanan darahnya.
Setelah selesai Karin pun kembali duduk dan menunggu hasil pemeriksaan dari dokter. tak lupa Karin di minta untuk tes urine.
Setelah menunggu beberapa saat, dokter pun menjelaskan sesuatu yang membuat Karin syok.
"Mbak Karin, dari hasil pemeriksaan, tes urine dan pertanyaan yang saya berikan, Sudah dipastikan mbak Karin sekarang sedang hamil empat Minggu atau satu bulan." jelas dokter sambil melihat hasil laporan yang sudah di print.
"Apa dok, saya hamil?" jantung Karin berdetak kencang, bingung arus bagaimana apalagi sampai ibunya tahu.
"Ini saya beri beberapa resep vitamin dan penambah darah, bisa ibu tebus didepan. Banyak-banyak istirahat dan di konsumsi rutin ya obatnya biar lebih segar, soalnya tekanan darah mbak rendah makanya kelihatan pucat." jelas dokter lagi.
" Makasih ya dok, kalau begitu saya permisi dulu." Karin menebus obat dan segera menghampiri Bejo yang sudah lama menunggu.
"Maaf kang, nunggu lama" ucap Karin.
"Gak papa neng, Oya gimana hasilnya neng Karin sakit apa?" jawab Bejo.
"Anu kang asam lambung sama kurang darah."
"Pantesan neng kelihatan pucat, makanya neng Kalau makan jangan sering terlambat. kasian kan Lo sakit."
"Ayo neng."
_____
Setelah cukup lama ngobrol Anton mewakili Kenzo pun bertanya pada pak kades tentang Karin.
"Maaf pak kades mau tanya, dimana ya rumahnya Karin?" tanya Anton.
"Karin siapa pak Anton?" tanya pak kades balik
"Itu yang baru pulang dari kota."
"Oh si Karina, anaknya Bu asih" saut Rian.
"Iya... Apa bisa antarkan kami kesana?."
"Bisa, tapi ngomong-ngomong ada masalah apa ya, dan pak Anton kenal Karin dimana."
"Ceritanya panjang, kalau gak keberatan bisa antarkan kesana."
"Baiklah akan kami antar."
Ken, Anton, pak kades dan Rian pun pergi ke rumah Karin.
__ADS_1
Tak lama mereka pun sampai. Bu asih pun terkejut melihat kedatangan pak kades dan orang asing.
"Bu asih...Ada tamu nyari karin Bu." ibu asih buru-buru menghampiri dan bertanya.
"Pak kades, ada masalah apa ya pak, saya kok jadi cemas." ucap Bu Asih.
"Ada tamu nyari Karin Bu, Karin ya ada" saut Rian.
"Karinnya lagi periksa ke puskesmas sama Bejo, paling bentar lagi datang. Ayo silahkan duduk semuanya, maaf tempat duduknya seadanya."
"Karin sakit apa Bu?" tanya Rian
"Gak tahu, tapi Karin terlihat pucat banget. Ya sudah saya tinggal kedapur sebentar buatkan minum."
Ken memandangi rumah dan sekelilingnya, yang membuat Ken geleng kepala.
"Ternyata ini alasan mu, tetap bertahan denganku, kamu ingin merubah kehidupan keluarga mu yang seperti ini jauh dari kata cukup." Gumam Ken sambil matanya terus menelusuri setiap pandangan.
"Pak Anton, inilah keadaan keluarga Karin di desa, makanya sampai Karin mau merantau ke kota, ya buat keluarganya. Karin itu gadis baik dan penurut, sangat sayang sama keluarganya."
"Iya saya tahu pak. Tapi sebenarnya yang nyari Karin bukan saya tapi pak Kenzo."
"Pak Kenzo. Kenal dari mana pak Kenzo dengan karin." bisik Rian pada Anton.
"Karin kan kerja dengan pak Kenzo." saut Anton.
Tak lama Karin pun datang bersama Bejo.
"Neng kelihatannya ada tamu?"
"Siapa ya kang?"
"Mana akang tahu kita kan baru datang. Ayo kita lihat siapa yang datang" Karin dan Bejo pun berjalan menghampiri.
Ken yang sedari tadi terdiam tak banyak bicara, saat melihat Karin yang pucat Ken segera berdiri dan menghampiri Karin.
"Karin, apa yang terjadi padamu, kenapa baru beberapa hari kamu seperti ini, kamu kenapa, kamu baik-baik saja kan." Ken langsung memeluk Karin tak peduli banyak orang yang sedang melihat mereka.
Karin pun membalas pelukan Ken dan menitikkan air matanya hingga membasahi kemeja Ken. "Tuan datang, tuan menepati janji."
"Iya aku datang, aku menepati janji ku padamu." Ken menghapus air mata Karin dan mengecup keningnya.
Sedangkan Tetangga yang melihat pun langsung menyebarkan gosip tentang apa yang mereka lihat, mungkin akan dilebih-lebihkan.
Sedangkan Anton, pak kades, Rian dan ibu asih hanya terdiam melihat Ken dan karin sedang melepas rindu di halaman rumah.
📝
Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak 👍❤️⭐✍️🧿 dan Krisan ditunggu ya.
__ADS_1