Bukan Salahku Menjadi Pelakor

Bukan Salahku Menjadi Pelakor
Hak asuh


__ADS_3

Saat sedang sarapan pagi, ke diaman Ken kedatangan pengantar surat.


"Tuan....ada yang mengantarkan surat untuk tuan." Ucap pelayan.


Ken ingin berdiri namun di tahan karin, "Mas lanjutkan saja sarapannya biar karin yang menerima suratnnya," Karin bangkit berdiri dan menghampiri pengantar surat yang menunggu di depan pintu.


Karin pun menerima dan menandatangani penerimaan surat. Karin kembali kemeja makan dan menyerahkan surat itu pada ken.


Ken segera membacanya dan setelah selesai di letakkannya surat itu tanpa komentar.


Karin meminta pengasuh Arthur untuk membawa Arthur bermain.


Karin yang penasaran pun ikut membaca dan ternyata surat dari pengadilan tentang hak asuh anak yaitu Joy dan Ken sudah mangkir dua kali dan ini surat yang di kirim untuk ke tiga kalinya jika ken tidak datang Joy akan di serahkan kepada pemerintah dan di titipkan ke panti asuhan.


" Mas.... kenapa mas tidak datang ke pengadilan sudah dua kali pula dan Karin tidak mengetahuinya. Sebenarnya ada apa dengan mas? joy itu anak mas."


"Joy bukan anakku, aku hanya di jadikan alat Sasa untuk menutupi aibnya. Masih ada ayah kandungnya dan masih hidup serahkan saja pada ayahnya. Aku sudah bersusah payah melupakan joy selama bertahun- tahun dan saat aku sudah bisa melupakannya kenapa dia harus datang lagi." jelas Ken dengan raut kesal.


" Mas, mas gak boleh begitu, Karin tahu joy bukan darah daging mas, tapi mas sudah merawatnya selama tiga tahun, itu waktu yang lama kenapa mas dengan mudah mau melupakannya. Jangan salahkan joy dia masih anak-anak, Dia tak tahu menahu kesalahan orang tuanya. Dia masih mebutuhkan kasih sayang bukan kebencian, dan yang dia tahu mas adalah ayahnya."


"Tapi, setiap aku melihat joy, yang ada di benakku hanyalah kebencian terhadap ibunya. Sasalah yang membuat aku jadi benci pada joy. Lagian selama di pelarian mungkin joy sudah di cuci otaknya untuk membencimu bahkan bisa jadi di juga di peralat untuk melukaimu. Joy sudah besar dia paham dengan perintah ibunya."


"Singkirkan ego mas. Jangan berfikir yang macam-macam tentang joy itu tidak baik. Kita bisa rawat joy seperti anak kandung kita sendiri bisa mendidiknya ke arah yang lebih baik jika dia salah jalan, kita coba lagi pelan- pelan untuk menghilangkan kebencian mas pada joy."


"Apa kamu yakin sayang mau menerima joy sebagai anakmu? itu bukan pilihan baik. kita sudah punya Arthur anak kandung kita dan kita bisa memiliki anak lagi yang melengkapi keluarga kita."


"Kita ambil hak asuh atas joy ya, Itu sepertinya keputusan yang tepat." bujuk Karin.


Ken menarik nafas panjang dan menjawab, "Baiklah, jika itu maumu, mas akan berusaha menyayanginya kembali tapi itu butuh waktu. Dan jangan salahkan aku jika sewaktu-waktu aku khilaf atau bertindak diluar kendaliku."

__ADS_1


"Kita akan sama- sama berusaha menjadi orang tua yang adil buat joy dan juga Arthur."


Akhirnya Ken sepakat akan menghadiri sidang terakhir yang akan di adakan minggu depan dan mengambil hak asuh atas joy selama ibunya mendekam di balik jeruji besi atas tindak pidana yang ia lakukan.


Selama belum ada keputusan joy tinggal lembaga perlindungan anak. Sedangkan Sasa menghabiskan waktu di penjara. Setelah berhasil si tangkap di belanda dan si kirim kembali ke indonesia bersama joy.


Sasa di pidana atas perencanaan pembunuhan dan kasus penipuan keluarga Ken. Sasa di vonis penjara 15 tahun.


Arthur berlarian dari kamarnya menghampiri papanya yang masih di meja makan besama karin walaupun dengan wajah sedikit kecewa atas keputusan yang di pinta karin.


"Pa, jadi gak kita ke tempat nenek. Arthur sudah gak sabar mau menihat nenek." tanya Arthur


"Jadi dong sayang. Tapi kita belanja dulu buat oleh- oleh nenek dengan paman di kampung." saut Karin.


"Hore. . .kita jadi tempat nenek."


"Kalian siap- siap sana papa akan nemani kalian jalan- jalan sekalian belanja,"ucap Ken.


"Bun, kalau Arthur punya nenek kenapa nenek gak pernah kesini? Arthur kan jadi baru tahu." tanya Arthur pada karin yang sedang merepikan baju putranya.


" Bukannya nenek gak mau jenguk, Tapi terlalu jauh tempatnya. kalau perjalan bisa memakan waktu 12 jam. Arthur tahu kan 12 jam itu sangat lama." jelas karin.


"Kita disana lama gak?"


"Kata papa kita di sana kurang lebih satu minggu. Sekalian papa menjenguk villanya yang sudah di bangun di sana. Nah Arthur sudah ganteng sekarang kita ajak papa berangkat."


Ken, karin dan Arthur seharian menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencari oleh- oleh. Entah berapa banyak oleh-oleh, tapi setidaknya itu hal yang wajar diberikan untuk orang tuanya.


Malam harinya Karin menyibukan diri untuk persiapan keberangkatan besok.

__ADS_1


"Yang, sudah dulu siap-siapnya, sayang sudah cukup lelah seharian nyari oleh-oleh dan sekarang masih sibuk siap-siap. Biar dilanjutkan bibi besok pagi."


"Gak papa mas, nanggung tinggal dikit nie. takutnya sudah sampai kampung malah bingung ada yang tertinggal"


"Baiklah, Mas kasih waktu setengah jam, selesai gak selesai sayang harus tidur. Ingat jaga kesehatan sayang. Itu lebih penting dari yang lain."


"Siap. . . bos"


Ken memilih menunggu karin di balkon sambil memainkan ponsel. Tak lama panggilan telpon dari Anton mengusik game Ken.


"Ada apa malam - malam begini nelpon?" tanya ken pada Anton.


"Maaf pak, saya sudah mendapatkan informasi mengenai Billi ayah Joy."


"Katakan apa informasi yang kamu dapat."


"Billi bersikeras tidak mau mengakui joy sebagai anaknya, Walaupun bukti-bukti dari hasil DNA dan pengakuan Sasa. Billi tetap tidak goyah pada pendiriannya tidak mengakui joy. Bahkan Billi mengancam Sasa akan menuntut Sasa dalam kasus pencemran nama baik jika dia terus melibatkan dirinya tentang hak asuh anak."


"Dasar, Pria baji**an mau bermain-main denganku lagi dia. Enak saja melimpahkan hasil perbuatannya padaku."


"Terus apa yang akan bapak lakukan pada joy."


" Karin memintaku mengambil hak asuh atas joy. Ya walaupun dengan berat hati aku menyetujuinya."


"Istri bapak memang berhati mulia, mau menerima joy yang jelas-jelas anak dari wanita yang mau membunuhnya. Baiklah kalau begitu keputusannya, semoga keluarga bapak selalu bahagia dan acara mudiknya selamat sampai tujuan."


Anton pun mematikan panggilannya dan ken kembali kekamar dan mendapati karin sudah tertidur.


Ken menyelimuti tubuh karin yang terbaring dan sudah tertidur pulas.

__ADS_1


"Kamu memang bidadari hatiku, tak salah mas memilih mu menjadi pendamping hidupku dan menjadi ibu dari anak-anakku. Tetaplah selalu di sampingku selama-lamanya." ken mengecup kening karin dan menyusul merebahkan diri di samping Karin.


__ADS_2