Bukan Salahku Menjadi Pelakor

Bukan Salahku Menjadi Pelakor
season 2 : ada yang mengawasi


__ADS_3

Bel pintu berbunyi, seseorang datang di kediaman Kenzo. Rara yang saat itu mendengar bunyi bel segera saja membukakan pintu untuk tamu tersebut.


Seorang pria tengah berdiri di ambang pintu menunggu seseorang membukakan pintu untuknya. Pria yang sudah tak lagi muda namun masih terlihat gagah dengan mengenakan pakaian formal.


Rara membukakan pintu dan membuat pria itu terkejut.


"Kar..." ucapannya terhenti saat Ken datang menghampiri.


"Sudah lama aku menunggu kedatangan mu, masuklah ada hal penting yang ingin aku bicarakan. " Saut Ken yang muncul di depan Anton.


"Maaf saya sedikit terlambat, karena ada pekerjaan yang harus saya selesaikan dulu." jawab Anton.


"Kamu memang pria yang sangat bertanggung jawab, gak salah aku selalu mengandalkanmu." Ken dan Anton pun memilih ngobrol di halaman belakang sambil menikmati suasana sejuk pepohonan yang tertanam di halaman belakang.


Anton sempat melirik kembali Rara yang yang kembali menutup pintu.


Sesampainya di halaman belakang Mereka pun mengobrol sambil menikmati secangkir kopi.


"Dari tadi aku perhatikan setiap dinding di rumah ini, kenapa tak ada satu pun foto almarhumah Karin di pajang sebagai kenangan terakhir darinya." tanya Anton.


"Arthur melepas semua kenangan bundanya dan menyimpannya di gudang dan tak boleh ada lagi yang memasang foto bundanya di dinding, dia bilang 'walaupun bundanya sudah tak bersamanya tapi bundanya selalu ada di hati'. Arthur selalu menangis saat melihat foto bundanya, makanya dia turunkan semuanya." jelas Ken.


" Lalu gadis yang membukakan pintu itu apakah dia anakmu?" tanya Anton.


"Maksudmu Rara? bukan dia temannya Joy dia tinggal di sini untuk sementara sampai ibunya yang sedang sedang sakit sembuh. Memangnya kenapa?" tanya balik Ken.

__ADS_1


"Aku kira dia tadi Karin, soalnya wajahnya sangat mirip dengan almarhumah istrimu." jelas Anton.


"Itu dia yang ingin aku bicarakan padamu. Apa kamu masih ingat kejadian 18 tahun yang lalu, tentang penembakan Karin dan meninggalkannya Karin? Sepertinya ada sesuatu yang janggal dan itu baru aku sadari setelah Sasa menegurku.


" Maksud bapak? Saya masih belum paham."


"Sasa beberapa waktu lalu datang menemui ku dan mengatakan bahwa itu bukan jenazah Karin melainkan orang lain sedangkan Karin sendiri masih hidup. Aku menjadi bimbang dengan ucapan Sasa jika benar Karin masih hidup dimana dia sekarang dan bagaimana keadaannya. Setiap aku melihat Rara aku selalu teringat dengan Karin istriku."


"Apa bapak percaya dengan omongan Sasa? Bapak tahu sendiri kan Sasa itu wanita ular dan dia sangat pandai berbohong. Bagaimana bapak bisa dengan mudah mempercayainya. Bahkan aku tak habis pikir dari mana Sasa bisa mengarang cerita seperti itu bahkan dia sendiri tak ada saat kejadian itu."


Ken bangkit dari kursi dan membelakangi Anton. "Tapi apa salahnya jika di selidiki lagi. Aku tak bisa banyangkan nasib Karin saat ini jika dirinya masih hidup dan kemungkinan besar anakku juga masih hidup. Aku memintamu kesini untuk menyelidiki kembali kematian Karin dan aku butuh hasilnya secepatnya. Aku mengandalkanmu."


"Baik pak, akan segera saya selidiki. Bapak bisa andalkan saya untuk hal ini."


Ternyata pembicaraan Ken dan Anton di dengar oleh Rara tanpa sengaja.


Saat dia berangkat pergi. tanpa sengaja Rara kembali bertabrakan dengan Arthur.


"Kenapa sih setiap aku bertemu denganmu selalu apes. gak kemarin gak sekarang selalu saja bertabrakan denganmu atau jangan-jangan kamu sengaja ya mau cari perhatian padaku dengan cara begini, sudah gak mempan tau." ucap Arthur yang membuat Rara tertunduk.


"Arthur..." teriak Joy dari anak tangga. " Dimana adab mu yang selalu mama ajarkan. Jangan merendahkan wanita. Lagian Rara gak sengaja dan juga kamu-nya jalan juga gak lihat-lihat." Joy membela Rara.


"Kok kakak malah membela dia? kan dia yang salah. Ah sudahlah, malas aku berdebat pagi begini, lebih baik aku pergi joging saja. Kak Joy juga mau joging kan ayo kita pergi bersama."


"Ayo Ra, kamu juga ikut. Biar kamu gak suntuk di rumah." Ajak Joy. Mereka pun akhirnya joging bersama mengelilingi taman.

__ADS_1


Rara nampak bahagia, ia merasa memiliki keluarga baru. Joy selalu berlari di samping Rara sedangkan Arthur berada di belakang mereka.


"Kak aku boleh tanya sesuatu gak?" tanya Rara


"Mau tanya apa? katakan saja." jawab Joy.


"Mamanya kak Joy, seperti apa sih wajahnya? Tadi gak sengaja Rara dengar pembicaraan Om Ken dengan tamunya kalau wajah mamanya kak Joy mirip dengan Rara, apa benar itu kak?"


Joy pun langsung berhenti dari larinya. Arthur yang ada di belakangnya hampir menabrak Joy, Rara yang tak menyadari Joy berhenti masih saja terus berlari.


"Ada apa kak? kok mendadak berhenti?" tanya Arthur.


"Gak papa, sepertinya aku harus kembali dulu, tolong jagakan Rara dan bawa pulang dengan selamat tanpa ada yang lecet." Joy pun lalu pergi meninggalkan Arthur dan Rara tanpa mendengar persetujuan Arthur.


"Emangnya aku ini pengasuh, suruh jagain gadis itu segala. Kalau bukan karena permintaannya, sudah pasti aku biarkan dia sendirian di sini dan menghilang, bikin repot saja.


"Ra... tunggu aku." panggil Arthur.


Joy kembali ke rumah dan segera mengambil mobil dan pergi. Ternyata ia pergi ke rumah sakit, seseorang mengabari bahwa ada orang mencurigakan mondar-mandir di depan kamar Karin. Dan Joy ke sana untuk memastikan bahwa mamanya baik-baik saja dan tak ada yang berniataan buruk pada mama Karin.


Sesampainya di rumah sakit Joy bergegas menuju kamar rawat Karin dan tak ada yang mencurigakan. Joy pun bernafas lega. Namun saat ia masuk ke dalam kamar pasien Joy dikejutkan ada seseorang berada di dalam kamar rawat Karin dan sedang membawa pisau. Dengan memakai masker dan jaket hitam pria itu ingin memotong selang-selang yang terpasang di tubuh Karin.


"Siapa kamu? apa yang kamu lakukan disini? Jangan -jangan kamu mau mencelakai mama?" Joy mengagetkan pria itu, sontak pria itu tiba-tiba menyerang Joy dan dengan segera Joy pun melawan pria itu sehingga di dalam kamar tersebut terjadi peperangan antara Joy Dangan pria tak dikenal.


Dengan sedikit kemampuannya akhirnya Joy pun bisa mengalahkan laki-laki itu, namun tak sayang pria itu bisa lolos dan segera kabur sebelum Joy berhasil bertanya apa tujuannya yang berani mencelakai mamanya.

__ADS_1


"Siapa laki-laki itu, dan dari mana dia tahu mama masih hidup dan dirawat di sini. sepertinya selama ini mama ada yang mengawasinya, makanya mama tak bisa kembali menemui papa. Aku harus cari tahu siapa dalang dari semua ini." gumam Joy dalam diamnya.


__ADS_2