Bukan Salahku Menjadi Pelakor

Bukan Salahku Menjadi Pelakor
terimakasih menjadi istri setia


__ADS_3

Karin dan Ken pun sampai ke apartemen.


"Ini apartemen siapa?" tanya Ken


"Kakak lupa, ini kan baru kakak beli. Ayo masuk Bi Wiwik sudah menunggu di dalam." ajak Karin.


Sampai di dalam apartemen bi Wiwik sudah menunggu kedatangan kedua majikannya.


Saat Karin dan Ken masuk, bi Wiwik langsung memeluk Ken dan menumpahkan air matanya, prihatin dengan apa yang menimpa Ken.


"Ya Allah, tuan kenapa bisa jadi begini, bibi benar-benar gak nyangka musibah bertubi-tubi menimpa Kalian." Bi Wiwik memegang pipi Ken yang sudah di anggap anak sendiri.


"Sudah bi, aku gak papa jangan menangis." Ken menghapus air mata bu Wiwik.


"Tuan ingat saya?" tanya bi wiwik.


"Ya iya lah bi, saya ingat. bibi kan sudah lama kerja dengan saya gak mungkin aku lupa."


"Ternyata nasib ya, menjadi orang baru, dilupakan sendirian dan tak sedikitpun di ingat." saut Karin sambil berjalan ke kamar.


"Tuan gak ingat, nyonya?" tanya bi Wiwik memastikan.


"maksud bibi Tiara."


"Ah, ya sudah, tuan mau istirahat atau mau makan malam dulu, sudah saya siapkan." bi Wiwik mengalihkan pembicaraan.


"Saya istirahat dulu bi, sambil lihatin Tiara kenapa sikapnya Kaya gitu tadi." Ken berjalan menghampiri Karin di kamar.


"Kasian non Karin, begitu berat cobaan yang harus di hadapi, mudah-mudahan non Karin kuat dan bisa kembali bahagia bersama tuan."


Bi Wiwik yang sudah lama mengenal Karin dan sudah mengagap seperti anak sendiri, merasa kasihan dengan beban hidup yang di jalani Karin.


"Tiara, kamu kenapa, marah ya dengan kakak." Ken menghampiri Karin yang menangis di kamar.


"Katakan kalau kakak salah, kakak minta maaf. Katakan dimana letak kesalahan kakak, kalau kakak gak tau bagaimana kakak mau memperbaikinya. Sudah jangan marah, Kakak janji akan menuruti semua keinginan Tiara sayang."


Karin langsung memeluk Ken dan menghambur tangis.


"Aku cuma ingin mas ingat denganku, aku ingin mas mengingat semua kenangan yang sama-sama kita jalani suka duka bersama."


"Apa maksudmu, kakak gak paham."


"Sudahlah, mungkin sebentar lagi akan kembali."

__ADS_1


______


Keesokkan harinya tiba. Dimana dokter Bara sudah mengabari Karin untuk datang kerumah sakit untuk pemeriksaan Ken.


Tak lama keduanya datang dan dokter Bara sudah menunggu kedatangan mereka.


Setelah, dokter melihat hasil lab Ken sebelumnya Ken akan di periksa ulang untuk memastikan kondisinya. Ken langsung dibimbing masuk ruang pemeriksaan ulang dan Karin menunggu di luar.


"Dok bisa bicara sebentar." ucap Karin pada Bara


"Ada apa Karin, apa yang bisa aku bantu." jawab dokter Bara.


"Dok bisa tidak menemani saya, untuk konsultasi tentang keadaan mas Ken, Karin gak bisa bahasa Inggris, bagaimana Karin bisa paham nanti. Dokter pasti lancar bahasa Inggrisnya, mau kan dokter membantu saya."


"Tapi Karin."


"Please dok, saya akan bayar berapa pun waktu dokter yang terbuang, hanya untuk membantu Karin. Selain dokter siapa lagi yang bisa membantu saya, jadi saya mohon ya dok bantu saya." bujuk Karin.


"Sudah Karin gak usah di pikirkan, aku akan temani kamu, tapi dengan satu syarat."


"Apa itu dok?"


"Setelah, Ken sembuh kamu harus minta ajari suamimu untuk belajar bahasa Inggris, kamu masih muda, sayang kalau gak bisa bahasa asing."


"Baik dok, Karin janji. Lagian ini salah Karin juga. Waktu sekolah gak pernah memperhatikan kalau sedang belajar bahasa Inggris. Eh gak tahunya jodohnya orang berpendidikan kan jadi malu, kalau gak bisa apa-apa."


"Iya dok, akan aku ingat pesan dokter, dan aku janji akan meminta mas Ken mengajari aku bahasa Inggris."


Tak lama dokter yang memeriksa Ken keluar dan ingin berbicara mengenai kondisi Ken.


Dokter spesialis dan dokter Bara yang konsultasi, sedangkan Karin hanya mengangguk-anguk tak paham, cukup lama dokter itu menjelaskan pada bara mengenai keadaan Ken.


Setelah selesai dokter bara kembali menjelaskan pada Karin mengenai kondisi Ken.


Bara menjelaskan bahwa amnesia Ken terjadi karena ada bagian saraf otaknya yang mengalami masalah. Ken bisa sembuh dengan melaksanakan operasi kecil agar sarafnya kembali normal dan bisa kembali mengirim informasi ke otak.


"Prosedur terakhir, persetujuan kamu. Jika kamu setuju, malam ini Ken bisa langsung di operasi. Lebih cepat lebih baik."


"Aku akan melakukan apapun untuk mas Ken, kapan Karin harus tanda tangan dok."


"Baiklah jika kamu setuju, berarti Ken malam ini akan di operasi, doakan suamimu agar segera pulih."


Dokter bara dan Karin mengurus prosedur sebelum operasi Ken. Karin tak mengenal lelah, sampai lupa bahwa ia sedang hamil.

__ADS_1


Dokter bara membimbing Karin yang tak begitu paham tahap demi tahap yang harus di urus.


Dari kejadian ini, Karin mulai paham dan mengerti dengan hal-hal baru yang belum pernah ia ketahui.


Dokter mengatakan bahwa operasinya hanya sebentar, namun akan berakibat fatal jika gagal.


Anton yang baru bisa datang karena kesibukan mengurus perusahaan Ken, menemani Karin Menunggu suaminya selesai operasi.


Setelah operasi selesai Ken belum bisa di jenguk, Ken harus beristirahat total.


Karin hanya bisa menunggu di luar, sampai pagi di temani Anton.


Keesokkan harinya Ken sudah sadar, namun karena Karin terlalu lelah ia masih tertidur sebelum akhirnya Anton membangunkan Karin.


"Karin, bangun pak Ken sudah sadar." ucap Anton.


Mendengar suaminya sadar Karin langsung bangun dan buru-buru menghampiri Ken.


Dengan suara lemah Karin ingin memastikan apakah suaminya mengingatnya.


"Mas, apa mas ingat aku?" tanya Karin penuh hati-hati.


"Kamu siapa, apa aku mengenalmu?"


Mendengar ucapan Ken Karin menangis sejadi-jadinya meluapkan semua tangisnya.


"Mas Ken. mas Ken gak ingat aku, mas Ken benar-benar lupa dengan ku." Karin masih berdiri di depan Ken yang duduk bersandar.


Ken menghapus air mata Karin.


"Apa kamu gak mau meluk Suami tersayang mu ini." ucap Ken


Tangis Karin langsung terhenti seketika, saat mendengar ucapan Ken. Karin pun langsung memeluk Ken sangat erat.


"Mas ngerjain aku, mas sudah ingat kan dengan Karin."


"Ia sayang, mas ingat semuanya, sudah jangan menangis lagi, jangan sambut kesembuhan mas dengan tangisan." menghapus air mata yang membasahi pipi Karin.


"Terimakasih sudah menemaniku, dan bertahan di saat aku tak mengingat istriku sendiri. Mas benar-benar minta maaf."


"Karin senang, mas sudah bisa mengingat Karin. Karin sungguh bahagia sekali. Maafin Karin juga mas, ini semua gara-gara Karin, hingga mas sampai mengalami amnesia."


Ken mengambil memeluk Karin, Ken bangga bisa memiliki Karin, seorang istri setia yang mampu bertahan menghadapi cobaan yang bertubi-tubi yang menghampiri."

__ADS_1


"Maaf, ceritanya sedikit saya ringkas biar kalian gak bosen."


terimakasih sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak 👍❤️⭐🧿✍️ di tunggu.


__ADS_2