Bukan Salahku Menjadi Pelakor

Bukan Salahku Menjadi Pelakor
sensitif


__ADS_3

Gara-gara mangga muda dan jus strawberry. Ken pagi harinya mual dan muntah-muntah.


Bukannya kasihan, Karin malah marah-marah pada suaminya, dan menyalahkannya yang tak mau menuruti perkataan istri.


"Sudahlah jangan marah- marah terus, gak kasihan apa denganku yang sudah lemas seperti ini."


"Karin kasihan, juga marah sama mas yang gak bisa dibilang istri dan itu kan akibatnya, Lebih baik kita ke dokter, biar tahu penyebab mualnya mas."


____


Mereka pun pergi ke rumah sakit dan sudah ada janji dengan dokter Bara.


Setelah di periksa, ternyata Ken tidak memiliki penyakit apa-apa dan semuanya dalam kondisi baik.


"Tidak ada yang perlu di kuatirkan, semuanya baik-baik saja tidak ada masalah, justru sekarang saya mau tanya apakah istrimu sedang hamil" tanya dokter Bara pada Ken.


"Apa hubungannya, mas Ken yang mual dengan akunya yang hamil atau tidak, itu kan tidak ada hubungannya." Saut Karin.


"Iya bener yang di katakan Karin, itukan tidak ada hubungannya." imbuh Ken.


"Tentu saja ada, mungkin lebih baik coba istri mu ini suruh tes kehamilan jika memang positif kalian bisa datang ke dokter kandungan dan tanyakan tentang masalah ini, beliau pasti akan menjelaskannya secara detail." Jelas dokter Bara.


"Baiklah, terimakasih atas sarannya, nanti biar di coba istriku. Lain waktu kau tak sibuk bisa kita berjumpa lagi, sekarang aku harus pergi dulu." ucap Ken pada Bara.


Saat mereka hendak pulang tanpa sengaja mereka berpapasan dengan dokter Sandi yang baru keluar dari ruang kerjanya.


"Karin ..." panggil Sandi saat melihat Karin keluar dari ruangan dokter Bara.


"Dokter Sandi, gimana kabarnya. Sudah lama kita tak pernah jumpa " jawab Karin dan mereka pun saling berpelukan.


"Aku senang banget bisa melihat kamu sudah sadar dan sekarang sudah sehat." ucap Sandi


Ken yang ada di belakang Karin pun berdehem. Sandi dan Karin pun melepas pelukan.


"Maafkan aku, aku tidak ada maksud apa-apa, hanya ungkapan bahagiaku melihat istrimu sudah sembuh total." ucap Sandi pada Ken


"Aku paham, tapi jangan lama-lama pelukannya, karena ada aku di sini."


"Sudah lah mas, jangan cemburu gitu, nanti mas cepat tua." goda Karin sambil tersenyum dan sandi pun ikut tersenyum namun tidak dengan Ken yang sedang sensitif.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, kalian sedang apa datang kesini?"


"Oh... mas Ken habis periksa."


"Kamu sakit apa Ken? pantas saya wajahmu terlihat pucat dan ketampananmu sedikit pudar."


"Aku gak papa, ya sudah kalau gak ada yang penting, aku harus pergi, masih banyak urusan lain waktu kita sambung lagi." ucap Ken lalu menarik lengan Karin dan membawanya pergi meninggalkan Sandi.


Setelah sampai mobil, Karin terus menatap suaminya yang sedikit aneh dan tak seperti sikapnya yang biasa. Kali ini dia sangat sensitif Dan sangat cemburu saat dirinya berpelukan dengan dokter Sandi.


"Mas, kali ini aku sangat bingung dengan mas, ingin rasanya aku tertawa atau sedih aku bingung sendiri."


"Memangnya kenapa, apa yang salah dariku. Aku hanya gak suka kamu dekat-dekat dengan orang yang pernah membuatku ingin membunuhnya." jawab Ken.


"Gak Sampai segitunya juga mas. ingat dokter Sandi menyelamatkan Karin beberapa kali. Jadi kita banyak berhutang Budi padanya."


"Iya aku tahu itu, Tapi hati ini tak bisa terima kalau istri mas ini dekat dengan laki-laki manapun. Sayang harus paham itu. Jadi tolong jaga perasaan mas. Mas sendiri gak tahu kenapa mas jadi kaya gini terlihat sangat lemah."


"Sabar mas."


Mereka pun pergi dari rumah sakit dan kembali ke ke rumah.


_______


Setumpuk dokumen, di letakkan di meja Adit dengan kasar oleh Dinda, membuat Adit kaget dengan yang di perbuat Dinda.


"Wii, punya mata gak sih. Kamu bisa lihat aku sedang ngapain." ucap Adit sambil bangkit berdiri dari kursi kerjanya.


"Sorry aku kira gak ada orangnya." jawab Dinda dengan santainya.


"Kamu ..." Adit menunjuk wajah Dinda dengan telunjuk.


"Apa nunjuk- nunjuk, gak terima. Itu semua dokumen yang harus kamu pelajari lagi dan itu perintah langsung dari pak Anton, kalau kamu mau marah sana marah dengan pak Anton." ucap Dinda dengan nada meninggi.


"Kalau bukan wanita, sudah ku robek mulutmu yang tajam itu." ucap Adit dan pergi meninggalkan Dinda di ruangan dan membanting pintu dengan nyaring.


"Dasar, laki-laki brengsek, kalau bukan karena kak Reval aku gak mau lagi bertahan di sini." Dinda pun keluar ruangan.


______

__ADS_1


Reval sedang duduk di kursi kerjanya sambil memainkan jari jemarinya dan menatap layar laptop yang ada di hadapannya.


Seseorang mengetuk pintu ruang kerja Reval dan masuk kedalam.


"Maaf bos mengganggu, saya hanya mau menyerahkan ini. Saya sudah mendapatkan informasi yang bos pinta dan semuanya ada di dalam."


Reval mengambil amplop besar yang di berikan laki-laki itu dan segera membukanya. Dengan senyum kecutnya Reval melihat satu persatu foto yang ada di dalam amplop itu.


"Kerja bagus, aku suka kinerjamu yang sangat bagus, sisa uangnya akan segera ku transfer. Sekarang kamu boleh keluar." ucap Reval dan pria itupun pergi meninggalkan Reval.


"Suatu kebetulan yang tak terduga, Aku bisa bertemu denganmu tenang sayang, aku hanya akan balas dendam pada suamimu, jangan kuatir aku tak akan menyakitimu. Karena aku sudah jatuh hati padamu." Reval pun tertawa sendiri sambil terus melihat foto-foto yang ia dapatkan.


________


"Arthur ... " panggil Joy yang sedang bermain di kamar bermain.


"Ada apa memanggilku, aku sedang bermain." Teriak Arthur dari dalam kamar bermain.


"Ini sudah siang, sudah waktunya makan. Ayo makan dulu, mainnya bisa di lanjutkan nanti. Cepat turun aku tunggu kita makan bersama-sama."


"Iya sebentar lagi." Arthur pun meletakkan mainannya dan berjalan menuruni anak tangga lalu menghampiri Joy yang sudah menunggu.


Bi Eka pun segera mengambilkan makan siang buat Joy dan juga Arthur. Bi Eka sangat senang melihat kedua tuan mudanya sudah akrab dan sudah saling menyayangi satu sama lain.


"Nyonya Karin pasti sangat bahagia melihat kedua putranya sudah saling menyayangi." gumam bi Eka.


Dengan sabar bi Eka menemani kedua tuan mudanya makan siang.


"Bi, mama karin kapan pulang, mama ada cerita gak?" tanya Joy.


"Mama Karin katanya seminggu lagi pulang." Jawab bi Eka.


"Hore ... Bunda bentar lagi pulang dan bawa adik buat Arthur dan Joy." Arthur kegirangan mendengar bundanya akan pulang.


"Memangnya bunda bilang mau bawa adik?" tanya bi Eka


"Iya, mama sendiri yang bilang sama Arthur, waktu mama mau berangkat."


"Mudah-mudahan saja, Arthur dan Joy segera punya adik."

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, RITE, HADIAH.


__ADS_2