Bukan Salahku Menjadi Pelakor

Bukan Salahku Menjadi Pelakor
Season 2 : cepat atau lambat


__ADS_3

Sebuah foto terselip di antara sekat dompet berwarna biru. Foto dua orang wanita, antara ibu dan gadis kecil yang tengah di gendong. itu Karin bersama dengan putrinya.


Selama di perjalanan Ken memperhatikan dengan seksama wajah gadis kecil yang sedang di gendong Karin.


" Siapa pemilik dompet ini? kenapa dia memiliki foto Karin dan siapa gadis kecil ini?" gumam Ken.


"Itu sepertinya dompet non Rara pak yang tertinggal?" sebut pak supir yang memperhatikan Ken memegang dompet tersebut.


"Rara? ya gadis kecil ini sangat mirip Rara, apa mungkin ibunya yang di maksud adalah Karin? aku harus segera memastikannya sebelum terlambat."


"Pak... kita kembali ke rumah sakit sekarang." perintah Ken pada sang supir. Sang supir pun segera berputar arah kembali ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Ken bergegas masuk dan menuju tempat terakhir berpisah dengan Rara.


Ken menatap lorong panjang yang ada di hadapannya dan di salah satu kamar pasti ada Karin. Ken segera mencari keberadaan Karin, ia melihat satu persatu pasien VVIP yang ada dan berharap segera menemukan sosok istrinya.


Hampir seluruh ruangan ia cek namun tak juga menemukan keberadaan Karin.


"Dimana Rara merawat ibunya? jika mamang itu kamu sayang tunjukkan keberadaan mu, jangan patahkan harapanku untuk bisa bertemu denganmu lagi." Ken mulai putus asa saat ia tak menemukan keberadaan Karin. Tinggal dua ruangan lagi yang tersisa dan belum ia cek, dengan langkah yang sudah mulai putus asa Ken mencek kembali sisa kamar yang tersisa.


Ken membuka salah satu di antara dua ruang yang tersisa. Ia melihat seorang wanita yang tengah terbaring dengan alat bantu pernafasan. Ken berjalan menghampiri.


Ia shok melihat apa yang ada di hadapannya, seorang wanita yang disangkanya sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu, kini ada di hadapannya dalam keadaan masih bernafas.


" Ini nyata kan? aku tidak bermimpi kamu masih hidup sayang."


Ken menggenggam tangannya dan berkali-kali menciumnya. "Sayang... bangun, jangan tinggalkan aku untuk kedua kalinya, Maafkan aku yang menjadi suami yang tak peka dengan tak mengenali dirimu. Untuk ke empat kalinya aku gagal menjagamu hingga membuatmu terbaring di sini untuk ke empat kalinya, aku memang bukan laki-laki yang bertanggung jawab tak bisa menjagamu sesuai janjiku. Berikan aku kesempatan sekali lagi untuk bisa menjagamu, berikan aku kesempatan untuk menebus waktu yang terbuang sia-sia yang membuatmu menderita di luar sana." Ken menangis seunggukan dihadapan Karin, Rasa bersalah menyelimuti dirinya, Ia mengutuk dirinya sendiri yang tak bisa menyadari bahwa yang ia tangisi selama ini adalah orang lain bukan istrinya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚

__ADS_1


Joy dan Rara yang berselisihan saat pulang tak mengetahui bahwa Ken telah bertemu dengan Karin.


Selama di perjalanan pulang Joy teringat dengan laki-laki yang ingin mencelakai mamanya.


"Apa mungkin ini perbuatan Beni. Apa kah sebegitu bencinya dengan papa hingga membuat mama menderita bahkan selama ini mengawasi garak gerik mama. Jika benar itu adalah dia, aku tak akan pernah bisa memaafkannya lagi dan akan ku pastikan ia menerima balasannya atas apa yang ia lakukan pada mama dan juga papa Ken. Gumam Joy dalam lamunan.


"Kak.. kak Joy, kalau nyopir jangan sambil melamun nanti bisa nabrak orang." tegur Rara yang memperhatikan Joy yang sedang melamun.


"Iya... maafkan. Aku sedang ada yang fikirkan jadi kurang fokus, makasih sudah menegurku." saut Joy dan kembali fokus nyupir.


Rara menepuk jidatnya seakan menyadari sesuatu,


"Kenapa Ra?" tanya Joy.


"Dompetku tertinggal di mobil om Ken. Aku tadi buru-buru keluar jadi gak ingat kalau bawa dompet. Kira-kira om sudah sampai rumah belum ya?"


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Tak sedetikpun Ken melepaskan genggaman tangannya pada Karin, ia tak ingin kehilangan istrinya lagi, terlalu sakit buatnya kehilangan wanita yang sangat ia cintai. Ken tak ingin kehilangan kesempatan yang diberikan untuk menjaga cintanya yang pernah mati.


Sebuah keajaiban dan kekuatan cinta yang kembali menyatukan apa yang pernah hilang untuk kembali lagi. Inilah Cinta suci yang sebenarnya, tak perduli walaupun kecantikan dan ketampanan sudah hilang di makan usia, namun kesetiaan cinta akan tetap abadi selamanya.


Sebuah gerakan jemari menyadarkan Ken akan respon Karin walaupun hanya beberapa gerakan saja, namun itu sudah membuat Ken bahagia.


"Akan ku tunggu sayang, akan ku tunggu sampai kau sadar kembali, dan kita akan menghabiskan waktu bersama-sama kembali. Apa kamu lihat sayang putramu Arthur kini sudah dewasa, tampan dan baik, Joy juga sudah dewasa sama seperti Arthur, kamu pasti bangga melihat mereka yang sudah dewasa. Cepat bangun sayang."


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Joy dan Arthur berkali-kali menghubungi papanya namun tak ada satu panggilan pun yang di angkat membuat kedua putranya cemas dan takut terjadi apa-apa pada papanya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan papa? tak biasanya papa pergi hingga larut malam dan panggilan pun tak ada yang di angkat." ucap Arthur.


"Ada apa dengan om Ken kak?" tanya Rara


"Gak tahu juga aku Ra? gak seperti biasanya papa seperti ini, aku kuatir terjadi sesuatu dengan papa" jawab Arthur.


Tak lama mobil milik Ken pun masuk ke halaman parkir dan buru-buru saja Arthur, Joy dan Rara keluar dan memastikan itu papanya, namun sayang yang keluar hanya sang supir.


Arthur bergegas menghampiri sopir itu dan menanyakan keberadaan papanya, walau bagaimanapun Arthur sangat dekat dengan Ken bahkan sejak bayi.


"Dimana papa?" tanya Arthur.


"Maaf tuan muda, bapak meminta saya untuk pulang duluan. Bapak nginap di rumah sakit."


"Apa?... rumah sakit! apa yang terjadi dengan papa? kenapa papa bisa dirawat di rumah sakit dan tidak memberitahu kami." Arthur terus mencecar pertanyaan pada sopir itu hingga tak ada kesempatan untuknya menjawab pertanyaan Arthur.


"Arthur... tenang dulu! beri kesempatan buatnya untuk menjelaskan." tegur Joy pada Arthur. Arthur pun akhirnya menghentikan pertanyaannya lalu mendengarkan penjelasan sopir tersebut.


"Bapak tidak sakit dan tidak di rawat di rumah sakit. Tadi waktu di perjalanan bapak menemukan dompet non Rara yang tertinggal di mobil dan tanpa sengaja membuka dompet tersebut, tiba-tiba bapak meminta untuk putar balik kembali ke rumah sakit. Saya gak tahu beliau menemui siapa, cuma bapak bilang bapak gak pulang, bapak sedang menunggu seseorang dan meminta saya untuk pulang." Jelas sopir tersebut dan membuat Arthur, Joy dan Rara bertanya-tanya siapa yang sedang di tunggu papanya.


"Ra... di dalam dompetmu ada foto seseorang? tanya Joy yang sedikit curiga bahwa papanya melihat foto Karin.


"Rara cuma menyimpan foto ibu waktu masih muda sedang menggendong Rara." jawab Rara.


"Sudah ku duga, cepat atau pun lambat ini akan terjadi" ucap Joy


"Apa maksud kak Joy?" tanya Arthur yang tak faham.


"Lebih baik sekarang kita susul papa, nanti akan ku jelaskan di sana." Mereka pun akhirnya pergi menuju rumah sakit menemui Ken.

__ADS_1


__ADS_2