Bukan Salahku Menjadi Pelakor

Bukan Salahku Menjadi Pelakor
ceroboh


__ADS_3

Cinta itu buta, tak peduli apakah wanita yang ia cintai juga merasakan hal yang sama. Inilah yang tengah melanda gejolak hati Adit, yang hampir membutakan hatinya.


Adit diam-diam menghampiri Dinda yang masih dalam keadaan terikat, dengan tubuh yang lusuh dan berantakan. Adit mulai mendekat menghampiri Dinda dengan pelan.


"Dinda..." panggil Adit dengan suara pelan.


"Adit, apa yang kamu lakukan di sini bagaimana kalau ada yang tau kamu masuk kesini." tanya Dinda


"Jangan berisik, aku akan membebaskanmu dari sini, setelah itu pergilah sejauh mungkin yang kamu bisa. Aku hanya bisa membantumu keluar dari sini." Jelas Adit dan mencoba berusaha melepaskan ikatan di Dinda.


Belum sempat Adit melepaskan semua ikatan yang mengikat tubuh Dinda. Terdengar gebrakan pintu yang begitu nyaring mengagetkan Adit dan Dinda, sontak mereka pun ketakutan.


"Apa yang kamu lakukan Adit?" bentak Ken, " Kamu mau mencoba membebaskan tawanan kita, apa yang ada di otakmu."


"Mas Ken..." saut Adit yang ketakutan, Ken yang geram langsung menarik kerah baju Adit hingga Adit pun berdiri. Satu tinjuan melayang di wajah Adit.


"Apa yang kamu lakukan, Adit. Kamu lebih memilih membebaskan Dia daripada menyelamatkan keponakanmu sendiri, aku tak habis pikir dengan pikiranmu itu, bagaimana jika kakakmu tahu perbuatan yang kamu lakukan pasti dia akan kecewa berat padamu." Sekali lagi tinjauan melayang di tubuh Adit, Karena Ken begitu geram atas usah Adit yang tak ia duga.


"Maafkan aku mas, aku khilaf. Tolong jangan beritahu mbak Karin, dia pasti akan marah pada Adit, aku mohon mas tolong jangan beritahu mbak Karin, Adit rela mas menghajar Adit asal mas jangan katakan apa-apa padanya." Adit pun tak hentinya memohon pada Ken.


"Kesalahan mu, sudah hampir membuat semua rencanaku gagal. Sebagai hukuman kau akan mendekam di sini juga bersama wanita pujaanmu. Saat ini aku tak ingin melihat wajahmu di hadapanku." Ken memerintahkan anak buahnya untuk mengikat Adit bersama Dinda men memperketat pengawasannya.


______


"Ini yang kamu bilang om Reval baik, yang sudah mengurung kita di sini. Dari awal aku sudah curiga dengan om Reval ada yang tidak beres dengannya, dan benar kan dia sekarang mengurung kita entah dimana." Joy memarahi Arthur yang terlalu polos dan dengan senang hati menerima ajakan Reval.

__ADS_1


"Kenapa kamu marah padaku, aku juga gak tahu kalau om Reval jahat. Papa pasti akan segera menjemput kita, papa gak mungkin tinggal diam melihat kita sedang diculik."


"Aku harap papa bisa segera menemukan kita, aku gak mau berlama-lama di tempat ini, aku juga sudah bosan di kurung di sini" saut Arthur.


_____


Reval yang sudah jatuh cinta pada Karin, tak bisa berpikir secara sehat lagi. Ia meminta Ken menyerahkan Karin dengan balasan akan mengembalikan Kedua putranya. Ia pun tak menghiraukan dengan Dinda yang menjadi tawanan Ken yang ia inginkan hanya Karin seorang.


"Hanya laki-laki gila yang menginginkan istri orang dan mengabaikan adiknya sendiri yang saat ini jadi tawanan." Ucap Ken yang kesal sambil berkacak pinggang saat mendengar keinginan Reval.


"Sabar tuan, mungkin ini hanya jebakan dari Reval. Dia itu cerdik banyak cara ia lakukan untuk menghancurkan anda. Kita tak bisa lengah dan terpancing dengannya. Pasti ada jalan yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan Arthur dan Joy." ucap Anton.


"Kamu benar, kita tidak boleh terpancing dengannya. Apapun rencana Si brengsek itu gak akan ku biarkan di berhasil."


"Pak saya ada sedikit ide, tapi jika bapak menyetujuinya. mungkin ini sedikit berbahaya."


"Apa kamu sudah gila, tidak aku tidak ingin membahayakan Karin apalagi sekarang dia tengah hamil. Aku tidak mau membahayakan mereka, apa lagi menjadikan istriku umpan."


"Tapi pak hanya itu ku rasa jalan satu-satunya yang bisa membuat Reval keluar dari persembunyiannya. Jika tidak kita akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelidiki keberadaan Reval, apalagi anak buah kita belum ada yang menemukan keberadaannya."


Ken pun terpaksa berfikir kembali dengan saran Anton,"Baiklah akan aku pikirkan lagi usulanmu."


____


"Nyonya, makan dulu setidaknya walau sedikit, kasihan janin di dalam perut nyonya." bujuk ni Tika.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa makan bi, sedangkan anak-anak ku tak tahu keberadaannya, apakah Reval memberinya makan atau tidak. Aku tidak menyangka Reval begitu tega melakukan ini hanya untuk balas dendam." Karin pun terlihat pucat badannya lemah, ia hanya terbaring di atas pembaringan.


"Yang sabar nyonya, mudah-mudahan penculiknya tak sekejam itu dan masih mau mengurus den Arthur dan den Joy. Tapi nyonya juga jangan lupa nyonya sedang mengandung, tuan pasti akan marah melihat nyonya yang seperti ini." Karin hanya menggeleng dan menangis.


Setelah beberapa hari sibuk di luar mencari keberadaan Arthur dan Joy. Ken memutuskan untuk pulang dan melihat kondisi istrinya.


"Apa yang kamu lakukan sayang, kenapa kamu tidak mau makan. Jangan siksa dirimu dan juga anak yang dalam kandungan. percayalah pada mas anak-anak kita akan segera kembali dengan ke adaan selamat." ucap Ken sesaat setelah ia sampai depan pintu kamar Karin.


" Mas... Bagaimana aku bisa tenang mas, aku ini seorang ibu yang melahirkan Arthur. Setelah aku di beri kesempatan untuk membesarkan Arthur hingga sekarang dan tiba-tiba saja ada orang yang ingin menjahati anak kita karena kesalahanku mas, bagaimana aku bisa tenang." Ken pun langsung memeluk Karin menenangkannya.


"Mas tahu sayang. mas janji akan membawa mereka dengan keadaan selamat walaupun nyawa mas sebagai taruhannya, ini adalah tanggung jawab mas sebagai seorang papa bagi mereka. Bisakah kau percaya padaku." Ken berkali kali mengusap pucuk rambut Karin.


"Bawa mereka kembali mas, mereka pasti sedang ketakutan atau bahkan kelaparan."


"Iya sayang, sekarang sayang harus makan biar mas yang suapi." Ken pun mengambil bubur yang ada di meja dan mengambil sesendok untuk di siapkan pada istrinya.


"Makanlah, Arthur dan Joy pasti tak mau melihat mamanya kelaparan karena memiliki mereka." bujuk Ken dan Karin pun mau menerima suapan walaupun hanya beberapa sendok.


________


Dinda dan Adit pun tertunduk lesu, dengan tubuh terikat di kursi dan mereka saling membelakangi.


"Dasar lelaki ceroboh, mau membebaskan singa betina malah terperangkap di kandang singa juga." ledek Dinda yang sekaligus kesal dengan Adit.


"Jangan berisik, aku hanya kasihan padamu.Gak tahu kalau malah ketahuan."Saut Adit.

__ADS_1


"Makanya kalau bertindak dipikir dulu pakai otak jangan cuma pakai dengkul." Adit hanya terdiam dan menunduk meratapi nasibnya yang sial.


__ADS_2