Bukan Salahku Menjadi Pelakor

Bukan Salahku Menjadi Pelakor
??????


__ADS_3

"Karin mana bi, kok gak kelihatan?" tanya Ken


"Non Karin dari tadi di kamar gak keluar-keluar, mungkin lagi nonton film. Tadi sempat keluar sebentar nanyain tuan lalu kembali masuk lagi. Oya tadi ada yang kirim paket buat non Karin." jelas bi Wiwik


"Dari siapa bi? Kan gak ada yang tahu alamat sini"


"Gak tau juga tuan."


Ken masuk ke kamar dan melihat istrinya yang masih memejamkan mata dan belum mandi sedangkan tv dikamar masih menyala.


Ken mencium bibir Karin. "Aku tahu kamu gak tidur kan, sayang habis makan apa di kamar."


Karin membuka mata, karena ketahuan. "Mas tahu dari man karin makan sesuatu? Karin kan gak bilang."


"Makanya kalau pengen gak ketahuan, kalau makan di bersihkan mulutnya." Ken membersihkan sisa coklat di ujung bibirnya dan menunjukkan pada Karin.


"Sayang belum mandi dari tadi? kok masih kucel mukanya."


"Belum, males mandi, dingin." jawab Karin.


"Ayo mandi, mas gak mau punya istri yang jorok."


"Tapikan Karin masih wangi" Karin mencium bau tubuhnya sendiri.


"Cepat mandi sekarang, atau tidur di luar. Mas gak mau dekat-dekat kalau istri mas jorok." Ucap Ken. Dengan bete Karin pergi mandi.


Ken mendapati sebuah paket yang di simpan Karin di atas meja. Dengan rasa penasaran Ken membuka isi paketannya dan ternyata sebuah buku dan sebuah baju bayi laki-laki dan cuma tertera nama Sandi tidak ada kalimat lainnya.


"Apa maksud dokter Sandi ini?" tanya Ken dalam hati.


Tak lama Karin keluar dari kamar mandi dan masih melilitkan handuk di tubuhnya dengan rambut basah setelah keramas. Ken menghampiri Karin dan langsung jongkok didepan Karin meletakkan kepala di Perut Karin.


"Mas kenapa?" tanya Karin namun Ken hanya terdiam.


Ken sudah menyiapkan piyama untuk Karin pakai.


"Makasih mas, dah nyiapkan Karin baju," ucap Karin.


"Cepat dipakai nanti Kedinginan. habis itu mas keringkan rambutnya."


Karin mengenakan piyama yang sudah di siapkan suaminya dan duduk di depan meja rias.


Ken mengambil hairdryer dan mengeringkan dan rambut Karin.

__ADS_1


"Mas, tadi pergi kemana, kok baru pulang?" tanya Karin.


"Mas cuma ada perlu sebentar, memangnya kenapa?" tanya Ken balik Sambil tangannya sibuk mengeringkan rambut Karin.


"Aku cemas aja mas, entah kenapa aku sering gelisah, aku takut sendirian." Karin mendongakkan kepalanya menatap Ken yang sedang berdiri.


"Mas, jika nanti aku pergi lebih dahulu, aku harap mas mengenangku sebagai seorang istri bukan seorang budak." Karin menitikkan air mata dan Ken langsung mengecup kening Karin dari atas.


"Jangan pernah bicara seperti itu lagi, aku sekarang adalah suami mu, sampai kapanpun aku akan selalu menemani dan menjagamu. Tak akan kubiarkan sesuatu terjadi padamu."


"Mas, beri aku kesempatan untuk bisa mencari Nisa, aku ingin bertemu dengannya, entah kemana aku selalu teringat dia, seperti ada pertanda."


"Baiklah, jika itu maumu kita akan mencarinya, tapi sayang harus janji apapun yang terjadi sayang harus kuat."


"Iya mas, walaupun cuma sekali bertemu dengannya aku tak keberatan."


"Ya sudah kita bahas nya nanti sekarang ayo kita makan malam dulu, baru kita ngobrol lagi."


Karin dan Ken pun makan malam, namun terlihat Karin tak terlalu berselera entah apa yang ada di fikirannya.


Setelah selesai makan malam mereka nonton TV masing-masing. Karin memilih nonton Drakor di kamar dan Ken memilih nonton live sepak bola di ruang tamu.


______


Kabar itu langsung sampai pada Ken, Anton dan anak buahnya sudah bergerak mencari Nisa begitu juga dengan pihak kepolisian sudah berpencar mencari keberadaan Nisa.


Sebuah pesan singkat masuk di ponsel Ken. "Temui aku di jalan Flamboyan, aku menunggumu, aku ingin menemuimu untuk yang terakhir kalinya." isi pesan tersebut.


Ken segera memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi tempat yang di sebutkan Nisa dan dilarang bertindak sebelum mendapatkan perintah.


Ken menghampiri Karin, sesuai janjinya akan mempertemukan Nisa dan Karin.


"Sayang, mau ikut jalan-jalan gak?" tanya Ken sedangkan Karin sudah rebahan di kasur.


"Mau kemana mas, ini kan sudah malam?"


"Mau ikut gak, kalau gak mas tinggal. Mas mau pergi sebentar."


"Karin ikut, tapi beli makanan ya." Karin pun langsung ikut walaupun masih pakai piyama.


Selama di perjalanan, Ken menatap Karin yang seperti gelisah.


"Kamu kenapa sayang, apa kamu sakit?" tanya Ken sambil memeriksa dahi Karin.

__ADS_1


"Entah mas, tiba-tiba Karin gelisah lagi. Kita akan baik-baik saja kan, aku merasa akan ada sesuatu yang terjadi."


"Jangan kuatir, kita akan baik-baik saja, tak perlu cemas, lagian kita hanya akan jalan-jalan saja." Ken memeluk Karin mungkin Ken sudah paham apa yang akan terjadi jika Karin bertemu dengan Nisa.


Nisa yang masih menggunakan baju pasien merasa gelisah, takut dirinya di tangkap sebelum bertemu dengan Ken.


Sebuah mobil berhenti di depan sebuah bangunan yang terbengkalai yang terdiri dari dua tingkat.


"Mas ngapain kita kesini malam-malam bukannya mas takut hantu, kenapa mau nyari hantu di sini?"


"Siapa juga mau cari hantu, mas mau menemui seseorang di sini. Mas gak takut lagi dengan gelap soalnya sayang kan nemenin, ayo turun. hati-hati jalannya nanti jatuh." Ken membimbing Karin dan menjaganya agar tetap aman.


Ken membawa masuk Karin kedalam bangunan dua tingkat dan hanya cahaya rembulan yang menerangi.


"Sayang tunggu di sini jangan kemana-mana, mas mau menemui seseorang." perintah Ken.


"Mas, hati-hati. perasaan Karin gak enak."


"Doain mas, baik-baik saja."


Ken pun meninggalkan Karin di sudut ruangan sedangkan Ken berjalan menemui Nisa yang Sudah menunggunya.


Suara sepatu beradu dengan lantai mengiringi langkah Ken yang mulai mendekati Nisa.


Wajah pucat, berselimut ketakutan menandai penampakan Nisa.


"Aku sudah datang Nisa, apa yang kau inginkan, meminta ku datang kemari?" tanya Ken dengan tegas.


"Mas Ken, akhirnya kamu datang, aku menunggu mu." Nisa mulai mendekati Ken.


"Berhenti di situ dan jangan mendekat, jika kamu ingin bicara langsung saja, aku masih bisa mendengar."


Karin menilik dari tempat dia bersembunyi memastikan siapa yang di temui suaminya di tempat seperti ini.


Dari kejauhan Karin melihat samar-samar seorang wanita yang sedang berdiri tak jauh dari Ken namun wajahnya tak begitu jelas.


"Mas kamu bertemu dengan siapa? kenapa ada seorang wanita di tempat seperti ini. Apa sebenarnya yang mas sembunyikan dariku, kenapa masih ada hal yang di sembunyikan dariku?" gumam Karin di iringi rasa penasaran yang kuat.


🍁Kenapa ceritanya jadi kaya gini ya, otakku yang eror atau jarinya yang mulai lelah. Aaahhh Sudahlah. Biarkan itu terjadi dan berjalan apa adanya🍁


Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak 👍❤️⭐🧿✍️ selalu di tunggu.


AUTHOR LAGI BUTUH DUKUNGAN TENAGA DALAM 🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2