Bukan Salahku Menjadi Pelakor

Bukan Salahku Menjadi Pelakor
S1-27


__ADS_3

Ken pergi begitu saja mengendarai mobilnya tanpa tujuan, berharap bisa bertemu dengan Karin, yang tak tahu dimana keberadaannya.


Ken sudah memerintahkan orang untuk mengawasi gerak-gerik Sasa dan sebagian mencari keberadaan Karin.


Rasa lelah di tubuh Ken, tidak lagi dirasakan, rasa gelisah dan bersalah terus menyelimuti pikiran Ken.


____


Sandi dan Karin pergi meninggalkan rumah sakit setelah Sandi selesai bekerja. Sedikit senyum mulai menghias wajah Karin. Sikap Sandi yang sopan, lembut dan perhatian. Membuat Karin terasa nyaman bersamanya, namun hatinya tak ingin mengingkari bahwa bersama Ken jauh lebih nyaman, walaupun cuek dan tak terlalu peduli dengan Karin tapi Karin bisa merasakan bahwa Ken benar-benar tulus menjaga dan melindunginya walaupun tak pernah di tunjukan nya.


"Karin, mau minum kelapa muda dimana?, tunjukkan padaku biar kita bisa singgah." tanya sandi


"Itu yang di ujung sana mas, Karin pengen yang kelapanya besar." Karin menggunakan jari telunjuknya untuk menunjukkan tempat yang dia inginkan.


"Baiklah kita meluncur ke sana." Sandi pun mengarahkan mobilnya ketempat yang dituju.


Sesampainya di sana Sandi dan Karin duduk di salah satu meja yang masih kosong dan memesan dua buah kelapa muda.


"Makasih mas, sudah mau membawa Karin kesini" ucap Karin.


"Gak masalah, yang penting kamu senang aku rela melakukannya." jawab Ken dengan santai


Tak lama dua buah kelapa muda sudah diantarkan. "Mas Sandi boleh tukar gak, Karin pengennya yang punya mas sandi." ucap Karin tanpa rasa malu.


"Karin mau yang ini. Baiklah kita tukaran." mereka pun menukar kelapa muda yang ingin diminum, walaupun sebenarnya sama aja tetap kelapa muda.


Sandi dan Karin menikmati kelapa muda sama di temani beberapa makanan ringan.


Ken yang lelah mengendarai mobil berhenti disisi jalan dan memarkirkannya sebentar. Ken bersandar di kursi mobil merenggangkan otot tubuhnya yang mulai lelah. Menghisap sepucuk rokok untuk menghilangkan sedikit sakit dikepalanya.


Tanpa disadari, Ken melihat wanita yang ia kenali sedang duduk dengan seorang pria.


Hati Ken tiba-tiba memanas, bukannya bahagia telah menemukan Karin. Ken malah cemburu melihat keduanya.

__ADS_1


Saat Karin dan Sandi yang tak melihat keberadaan Ken, ingin pergi karena sudah selesai menghabiskan kelapa muda.


Karin dan Sandi berjalan menuju mobilnya yang di parkir.


Tak tahu dari mana datangnya dan tanpa persiapan Sebuah tinjuan tiba-tiba mendarat wajah Sandi dan membuat sandi terjatuh.


Ken yang masih di selimuti amarah di tambah rasa cemburu, hingga beberapa kali melayangkan tinjunya di wajah Sandi hingga berdarah.


Karin yang sadar itu Ken mencoba untuk menghentikan amukan Ken, namun sepertinya Ken sudah hilang kendali dan membabi buta menghajar Sandi.


"Dasar laki-laki brengsek, berani-beraninya mau mengambil Karin dari ku. kamu pikir kamu siapa berani mengambil wanitaku." ucap Ken di sela amukan nya.


"Tuan tolong hentikan, tuan salah paham. tolong tuan jangan diteruskan." teriak Karin disertai tangisnya.


Sandi yang merasa dirinya tak bersalah melawan dan kembali menghajar Ken.


"Kamu yang brengsek yang gak pantas dapatkan Kirin. laki-laki bejat yang bisanya cuma menyiksa dia. Karin gak pantas dapat pria se brengsek kamu. Kamu pikir dirimu siapa bisa seenaknya menyakiti hati wanita. Karin terlalu baik sama kamu sampai dia rela menjadi budakmu, tapi apa balasannya kamu siksa dan sakit dia terus." ucap Sandi yang tak perduli lagi dengan yang diomonginnya benar atau tidak sambil terus saling menghajar.


Ken dan Sandi yang sadar dengan teriak Karin berhenti dan menoleh kearah dimana Karin berdiri dan ternyata sudah hilang.


Ken dan Sandi berteriak mencari karin namun tak ada jawaban.


"Ini semua gara-gara kamu, jika tidak menghajar duluan gak mungkin Karin hilang."


"Ini semua salah kamu, yang berani merebut Karin dariku."


Mereka berdua beradu mulut sejenak sebelum mereka memutuskan untuk mencari Karin bersama.


Karin yang sudah di bius oleh dua pria yang menariknya hingga dirinya pingsan.


Mobil yang membawa Karin pergi menjauh meninggalkan Ken dan Sandi yang baru menjalankan mobilnya.


Sasa yang sudah mendapat laporan dari anak buahnya langsung meluncur menuju ke rumah praktek aborsi ilegal yang sudah di persiapkan sebelumnya.

__ADS_1


Ken bingung harus mencari Karin kemana karena sudah kehilangan jejak. Tak lama ponsel Ken mendapat kiriman foto dari orang yang mengintai Sasa yang menunjukkan bahwa Sasa masuk dalam rumah praktek berkedok rumah kecantikan. Dan ada pesannya bahwa Sasa terlihat mencurigakan kan


Tak lama sebuah foto kembali di kirim dan itu terlihat seorang wanita sedang di bopong pria kekar masuk kedalam rumah praktek itu.


Ken yakin itu Karin dan segera meminta alamat tempat itu. Ken dan Sandi pun langsung menuju kesana.


Karin yang belum sadar sudah dibawa masuk seorang pria, tubuhnya diletakkan di atas ranjang dan tangannya di ikat hingga Karin tak bisa bergerak.


Sasa sedikit berdiskusi dengan dokter gadungan itu.


"Aku ingin wanita itu di aborsi sekarang, masalah biaya yang sudah kita negokan akan segera saya kirim jika sudah dikerjakan dan benar-benar janin itu lenyap." ucap Sasa


"Jangan kuatir aku sudah biasa melakukan ini, kamu tinggal tunggu kabarnya saja." jawab dokter itu.


"Baiklah aku akan pergi dari sini, segera lakukan, aku ingin segera mendapatkan kabar baik itu." Sasa pun pergi meninggalkan tempat itu dan menyisakan beberapa anak buahnya untuk berjaga-jaga, kemungkinan yang terjadi.


Karin mulai sadar dari obat biusnya. Karin langsung ketakutan saat dirinya tahu berada di ruang yang sangat mengerikan dan dengan tangan terikat.


Seorang dokter gadungan dan satu perawatan yang memakai masker dan membawa peralatan datang menghampiri Karin.


"Siapa kalian, mau apa kalian dengan ku." teriak Karin dan mencoba memberontak.


"Tenang saja mbak, ini hanya sebentar." ucap dokter itu.


"Apa yang mau kalian lakukan, apa kalian ingin membunuh bayiku." tebak Karin di sela ketakutannya.


Karin mencoba memberontak ingin melepaskan diri namun sayang Karin tak bisa berkutik hanya bisa teriak minta tolong yang tak mungkin di dengar orang tangis Karin menjadi jadi di sela ketakutannya.


Seorang perawatan mendekat dan memegang lengan karin dan sebuah suntikan bius mendarat di lengan Karin, Karin berlahan mulai kehilangan kesadaran lagi pandangannya mulai kabur, "Tolong jangan bunuh anakku." ucap Karin yang berusaha ingin tetap sadar namun tak mampu menahannya hingga akhirnya dirinya tak berdaya.


Ken terhalang dengan kemacetan yang ada kerena terjadi kecelakaan hingga dirinya tak bisa pergi secepat mungkin. Ken mulai gelisah takut terjadi sesuatu pada Karin karena kesalahannya yang terlalu gegabah.


terimakasih sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak 👍❤️⭐🧿✍️ di tunggu

__ADS_1


__ADS_2