Bukan Salahku Menjadi Pelakor

Bukan Salahku Menjadi Pelakor
S1-19


__ADS_3

"Neng Karin, kalau lagi kangen-kangenan di dalam jangan di sini, liat itu ibu-ibu yang lihatin, besok neng Karin jadi topik utama." ucap Bejo yang mengagetkan Ken dan karin.


"Iya kang, maaf terbawa perasaan." Ken dan karin pun kembali ke teras menemui ibunya.


"Pak kades, Rian ada apa ya ini semuanya kok pada di sini."


"Ini bos besar Kenzo, minta di antarkan kesini."


"Emangnya kamu kenal sama tuan Ken?" tanya Karin pada Rian.


"Ya jelas kenal lah, beliau kan yang punya villa yang belum jadi itu, saya pengawas proyeknya. Ya sudah kalau begitu kami permisi dulu."


"Anton tolong antarkan mereka dulu. Aku tunggu disini saja." perintah Ken


Setelah semuanya pergi tinggal Ken saja yang masih tinggal.


"Ibu, ini tuan Ken, majikan Karin di kota." jelas Karin pada ibunya


"Iya nak ibu sudah tahu, ayo di ajak masuk. Ibu siapkan makan siang dulu buat tamunya."


Ken pun masuk ke rumah Karin yang sederhana dan duduk di kursi kayu yang mungkin akan membuat pantat Ken sakit.


"Maaf tuan, inilah keadaan rumah kami."


"Karin, duduklah sini aku ingin bertanya padamu." Karin pun menghampiri Ken dan duduk disebelahnya.


"Kenapa kamu terlihat pucat, kamu sakit apa, Kenapa gak ngabarin aku kalau kamu sakit." Ken menangkup kedua pipi Karin dan mentapnya


"Aku gak papa tuan, hanya kurang darah. Tuan apakah Karin bisa bertanya sesuatu pada tuan."


"Katakan, mau bertanya apa padaku."


"Apa tuan masih ingat janji tuan terakhir kali waktu itu, kalau tuan akan bertanggung jawab apapun yang terjadi pada Karin."


"Iya aku masih ingat, aku akan bertanggung jawab, memangnya apa apa Karin katakan padaku."

__ADS_1


"Karin....Karin....sedang....." ucapan Karin terputus saat ibunya memanggilnya.


"Karin bantu ibu sebentar, menyiapkan makanan di meja." panggil ibunya dan Karin langsung menghampiri menggantung kata-kata yang membuat Ken penasaran.


Tak lama Anton pun datang lagi dan langsung menghampiri Ken.


"Malam ini kita akan menginap disini, kita pulang besok bersama Karin."


"Bapak yakin mau bermalam disini."


"Memangnya kenapa kalau gak suka kamu bisa tidur di mobil."


Ken dan Anton pun berdebat untuk menentukan tempat menginap. Karin pun memanggil mereka untuk makan siang.


Mereka pun bersamaan-sama duduk untuk makan siang. Anton memperhatikan makan siang yang terlihat asing buatnya.


"Maaf Karin ini sayur apa ya?" tanya Anton yang sangat penasaran.


"Ini sayur daun singkong sama sayur daun kacang dan lauknya tahu tempe dan ikan asin. Ini makanan enak Lo cobain aja." jawab Karin


"Bu, bolehkan saya bermalam di sini, soalnya besok saya harus membawa Karin kembali ke Kota, sesuai janji saya, setelah saya kembali saya akan menjemputnya." ucap Ken pada Bu asih.


"Gak papa sih nak, tapi apa kamu bisa tidur di tempat ibu yang kaya gini berbeda jauh dengan tempat tinggal nak Kenzo."


"Gak papa Bu, bagi saya semuanya sama saja."


"Baiklah, nanti nak Kenzo sama nak Anton tidur dikamar Karin biar Karin tidur sama ibu." jelas Bu asih.


Setelah ngobrol di tempat makan, Karin duluan pergi untuk minum obat dari dokter. Anton memilih jalan-jalan melihat-lihat suasana desa sedangkan Ken bersantai di teras, entah kenapa Ken tak terlalu banyak bicara.


Karin pun menghampiri, takutnya Ken tidak nyaman berada di rumahnya." Tuan kenapa tuan diam saja tak seperti biasanya. Apa tuan gak nyaman disini."


"Gak papa, aku cuma kangen sama kamu tapi gak enak sama ibumu. Kenapa kamu sekarang terlihat kurus dan seperti tak terawat." Ken mengangkat dagu Karin dan memandang wajahnya.


"Maaf tuan, saya disini gak bisa berdandan yang aneh-aneh, soalnya takut pada tetangga ngomongin Karin.

__ADS_1


"tapi setelah kembali, kamu harus perawatan dan harus cantik lagi mengerti." Karin pun mengangguk.


Dari siang sampai malam Anton begitu gelisah, mau mandi bingung, mau istirahat bingung, bahkan mau makan pun bingung.


Anton memilih tidur di mobil dan Ken tidur di kamar Karin. Sedangkan Karin sendiri tidur bersama ibunya.


Karin tak dapat memejamkan mata, memikirkan apa yang harus dikatakan pada Ken dan kemungkinan yang terjadi setelah Ken mengetahuinya.


Sampai tak terasa pagi pun tiba. Karin sudah menyiapkan diri mendengar gosip ibu-ibu tentang dirinya. Ingin rasanya tak keluar rumah namun jika tidak keluar tidak ada sarapan untuk mereka. Dengan menarik nafas dalam-dalam karin melangkah keluar dan benar saja Karin jadi topik utama gosip pagi ini.


"Karin, itu yang nginap di rumah kamu siapa?" tanya salah satu ibu-ibu yang penasaran.


"Kenapa Bu, itu majikan saya, dia yang punya villa yang belum jadi di ujung sana itu Bu." jelas Karin dengan gugup.


"Tapi ibu lihat, kamu kelihatan peluk-pelukan sama dia, belum muhrim Karin gak boleh kaya gitu."


"Lah emangnya gak boleh, itu kan calon suami saya, lagian saya juga gak ngapa-ngapain. ibu sendiri tahu banyak juga yang melihat. Bilangin aja Bu sama tetangga sana sini Bu Asih mau mantu. Karin mau menikah dengan orang kaya." ucap Karin untuk membukam ibu-ibu yang ada.


Karin memilih beberapa sayuran dan daging untuk dimasak. Anton yang melihat Karin belanja langsung menghampiri.


"Eh ibu-ibu pada belanja sayur ni. Belanja sayur apa nie Bu?" sapa Anton pada ibu-ibu yang ada. Ibu-ibu tukang gosip pun pada melongo melihat gantengnya Anton


"Eh...ada mas ganteng, mampir ke rumah mas biar tak kenalin anak saya cantik Lo mas."


Anton pun hanya tertawa sambil menggaruk kepalanya." Iya terimakasih, sore nanti saya sudah pulang ke kota jadi kapan-kapan aja ya Bu saya mampirnya." Anton pun lari menjauh.


"Calon suami saya malah lebih ganteng dari dia Bu, Lo ibu lihat bisa kepincut."


Tak lama Ken pun keluar memperhatikan pesona kegantengannya di hadapan ibu-ibu. Membuat semuanya melongo lagi, disajikan orang-orang ganteng.


"Awas Bu, nanti bapaknya cemburu." Karin pun pergi meninggalkan ibu-ibu yang masih belanja. dan menghampiri Ken yang baru saja keluar.


"Tuan di sini sangat berbeda dengan di kota, lebih baik tuan masuk dan berdiam di dalam rumah. biar orang-orang sini gak menambah-nambah bahan gosip." Ken yang paham pun mengikuti Karin kembali masuk ke dalam rumah.


⭐ Terimakasih sudah mau mampir sejenak buat membaca. jangan lupa kalau kalian suka buat tinggalkan jejak LIKE, KOMEN, VOTE, HADIAH sebagai bentuk dukungan pada karya ini.terimakasih.⭐

__ADS_1


__ADS_2