
Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa hari sudah mulai senja, Rara pun harus segera pulang, karena Arthur sudah menunggunya.
Key tak mau ditinggalkan Rara. Namun dengan bujuk rayu, akhirnya key membiarkan Rara pulang dengan syarat meninggalkan nomor ponsel milik Rara agar saat key kangen bisa saling menghubungi.Rara pun memberikannya dan bergegas pergi.
Tak lama berselang, Varo pun pulang. Sesampainya di depan pintu key langsung menyambutnya.
"Papa...." Key berlari dan memeluk Varo.
"Halo sayang, anak papa ini kelihatan ceria sekali?" Tanya Varo sambil menggendong key membawanya masuk ke kamarnya dan mendudukkannya ke sofa.
"Tante cantik tadi kesini dan bermain dengan key."
"Tante cantik siapa?" Tanya Varo lagi yang tak paham, sambil melepas kancing kemeja yang ia kenakan.
"Masa papa lupa, Tante yang kemarin malam ngobrol dengan papa di parkiran. Tante itu orangnya baik banget pa, dia mau menemani key bermain."
"Key... Dengarkan papa... Key jangan terlalu dekat dengan Tante itu dan jangan terlalu cepat menilainya. Karena papa gak suka key dekat-dekat dengannya mengerti."
"Tapi key suka dengan Tante cantik. Key mau Tante cantik itu jadi mamanya key."
"Key..." Bentak Varo" Sudah papa katakan papa gak suka dengannya mengerti." Bukannya paham key malah nangis dan berlari pergi ke kamarnya.
Varo mengacak rambutnya, pusing dengan tingkah anaknya. Hanya dengan telanjang dada, Varo menghampiri kamar key dan masuk kedalam. Key sedang menangis dengan posisi tengkurap di atas kasur.
Dengan lembut Varo mengusap rambut key."Maafkan papa key. Papa benar-benar gak bermaksud buat bentak key." Ucap Varo dengan lembut mengucap kata maaf pada anaknya.
Key pun langsung berhenti menangis dan langsung duduk di sisi ranjang sambil menghapus sisa-sisa air mata yang keluar."Key mau memaafkan papa, kalau papa bisa bujuk Tante cantik main lagi ke rumah ini dan bermain dengan key."
"Tapi key...!!!"
"Tidak ada kata tapi, kalau papa gak mau, key gak mau maafin papa, titik." Key melipat kedua tangannya dan menunjukkan wajah marahnya pada Varo.
"Baiklah, akan papa usahakan." Jawab Varo dengan lemas. Key pun mengambil selembar kertas dari kantor celananya dan memberikan pada Varo.
"Apa ini key?" Tanya Varo dan Varo membuka lembaran kertas yang berlipat tersebut. Varo mengangkat alisnya sebelah saat mengetahui isi dari kertas tersebut adalah nomor ponsel.
"Itu nomornya Tante cantik, key mau papa menghubungi Tante cantik dan ajak dia main kesini."
"Baiklah akan papa usahakan.Tapi sekarang key mandi dan bersiap kita akan pergi ke pesta. Okey..."
Varo pun keluar dari kamar key dan masih membawa kertas yang di berikan key.
"Apa yang dilakukan gadis gila itu di rumah ini, sampai-sampai key langsung jatuh hati hanya.
Varo yang penasaran, memutar ulang rekaman cctv yang tersambung dengan ponsel miliknya.
Varo mendapati key sangat bahagia bermain dengan Rara. Mereka nampak begitu bahagia. Varo memperhatikan Rara dengan seksama wajah dan senyumannya.
"Ternyata dia cukup cantik." Tanpa sengaja kata-kata keluar dari mulut Varo.
__ADS_1
ππππ
Malam pun tiba, Mereka pun berangkat ke pesta. Selama di perjalanan, Rara terlihat sangat gugup. Karena baru kali ini ia akan bertemu dengan orang-orang baru dan tentu tidak di kenalnya.
"kenapa kamu Ra? Wajahmu terlihat pucat, apa kamu sakit?" Tanya Arthur yang duduk di sebelah Rara dan Joy di kursi depan samping sopir. Mereka sengaja berangkat bersama.
"Rara gugup kak. Baru kali ini Rara datang ke pesta, dan bertemu dengan orang yang gak Rara kenal." Jawab Rara.
"Santai saja Ra, kami ada bersamamu." Jawab Joy sambil menoleh ke Rara.
ππππ
Varo berangkat bersama key dan juga Ivan. Selama di perjalanan, key tak hentinya menceritakan aktivitasnya seharian bersama Rara. Sedangkan Varo hanya mendengar tanpa komentar.
"Pak!! Memangnya, gadis itu datang ke rumah? Tanya Ivan yang penasaran.
"Iya... Tapi aku juga pas gak ada di rumah, key yang menemuinya dan bermain dengannya. Entahlah racun apa yang di sebar gadis gila itu, sampai membuat key tak berhenti memuji-muji dirinya." Jawab Varo sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil.
"Memangnya tahu dari mana dia rumah bapak? Atau jangan-jangan dia memang sudah mencari tahu tentang bapak." Terka Ivan.
"Aku yang memberinya kartu nama. Aku kira dia gak senekat itu. Tapi ternyata nyalinya begitu besar. Apa kamu tahu semalam dia nekat memberhentikan mobilku, dengan menghadangnya. Untung saja aku sempat merem nya. Kalau tidak terulang lagi kejadian waktu itu."
"Gadis itu nekat juga rupanya."
ππππ
Rara yang mengenakan gaun warna grey. Dengan rambut di sanggul dengan sedikit hiasan bunga, membuat penampilan Rara semakin cantik dan imut.
Rara menggandeng Joy dan Arthur yang berada di kanan dan kirinya. Saat masuk kedalam ruangan. Rara pun melangkahkan dengan menunduk, ia malu jika orang lain memperhatikan dirinya.
Saat akan duduk di salah satu tempat yang kosong. Tiba-tiba Salah satu wanita datang menghampiri Arthur. Wanita itu mengenakan gaun merah maron dengan makeup tegas.
"Hai... Mantan terindah, ternyata kamu juga datang kemari. Dan ini siapa, pasanganmu? Ternyata seleraku gadis ingusan." Hina wanita tersebut yang tak lain adalah mantan Arthur.
Rara yang tak terima kakaknya di hina dan direndahkan. Ingin membalas perkataan wanita tersebut namun di tahan Arthur.
"Biarpun dia masih belia, tapi dia jauh lebih baik daripada kamu, yang lebih dewasa tapi memiliki pemikiran kekanak-kanakan. Memangnya aku menyesal apa sudah kamu putuskan. Yang ada aku malah bersyukur karena bisa mengetahui sifat aslimu lebih awal." Setelah Arthur mempertegas ucapannya wanita itu pun pergi dengan kesal menjauh dari Arthur dan menghampiri pasangannya.
Varo pun sampai di tempat dengan menggandeng key Varo memasuki ruangan. Key sibuk melihat- lihat orang-orang yang datang. Varo membawa key duduk di salah satu tempat yang masih kosong.
Key nampak senang dan begitu bahagia bisa menikmati keramaian.
Tanpa sengaja key melihat Rara yang sedang ngobrol dengan Joy dan Arthur.
"Papa, Tante cantik ada di sini." Bilang key yang sangat senang dengan apa yang di lihat sambil menggoyangkan tangan Varo. Varo yang awalnya ngobrol dengan Ivan pun langsung menatap ke tempat yang di tunjukkan key.
Varo terdiam saat melihat penampilan Rara yang begitu berbeda, jauh dari pertama kali ia melihatnya. Tapi yang mengganjal hatinya. Kenapa Joy dan Arthur bisa bersamanya.
"Apa hubungan mereka. kenapa tampak begitu akrab?" Gumam Varo dan di buyarkan key yang ingin ikut duduk bersama dengan Rara.
__ADS_1
"Pa... Ayo datang Tante cantik, key mau ngobrol dengan Tante cantik." Ajak key namun Varo menolak.
"Key ini tempat umum, bukan waktunya bermain dengan Tante itu. Apa kamu lihat mereka yang ada di samping Tante itu, mereka akan marah kalau key mengganggu mereka." Bujuk Varo namun membuat key makin nekat.
Key berlari meninggalkan Varo menuju kearah Rara, namun langkahnya terhenti Saat ia terjatuh tepat di dekat Rara. Rara yang kaget pun langsung menoleh dan mendapati key yang terjatuh. Rara pun bergegas menghampiri dan mengangkat tubuh key agar bisa berdiri.
Sambil berjongkok mensejajarkan dengan key, Rara pun bertanya.
"key dengan siapa kamu di sini? Kamu gak papa kan sayang?" Rara merapikan baju key.
"Tante cantik kita bertemu lagi. Apa key boleh memeluk Tante. Key rindu dengan Tante." Rara pun langsung memeluk key, dan mengecup keningnya.
Varo datang menghampiri. Ia pun berjongkok mensejajarkan posisinya dengan key juga.
"Kamu gak papa key, sudah papa bilang, jangan menghampiri nya, masih saja nekat." Ucap Varo sambil memeriksa keadaan key.
"Ini siapa Varo?" Tanya Joy yang penasaran.
"Ini putraku. Kenalin ini key."
"Halo key? Sejak kapan kamu nikah, kenapa gak pernah cerita, tahu-tahu sudah sebesar ini anak kamu."
" Ceritanya panjang. Lain kali akan aku ceritakan."
"Kakak kenal dengan orang gila ini." Saut Rara sambil menunjuk ke arah Varo.
"siapa yang kamu maksud gila Ra? Ini sahabat kakak namanya Alvaro dan bukan orang gila." Jelas Joy.
"Gak boleh begitu Ra....Oya Varo kenalin ini adik kami Rara namanya, dia yang aku ceritain tadi padamu. Cantik kan orangnya." Ucap Arthur memperkenalkan Rara.
"Jadi dia adik kalian?"
"Ia ... Apa kamu sudah kenal dengannya?"
"Tidak. Aku saja belum Pernah bertemu dengannya." Jawab Varo.
"Papa bohong om, Tante cantik ini pacarnya papa, key pernah lihat papa ngobrol dengan Tante cantik. Tante cantik juga tadi main tempat key." Jelas key yang mempermalukan Varo begitu juga dengan Rara.
"Ra..." Arthur sedikit melotot mendengar pernyataan key.
"Kami tidak ada hubungan apa-apa kak. Jangan dengarin kata key dia kan masih kecil, kami Hanya sekali saja bertemu dan itu gak sengaja aja." Ucap Rara sambil memberi kode pada Varo
Sebelum pembicaraan berlanjut, pesta pun di mulai dengan berbagai acara. Akhirnya Varo pun ikut bergabung dengan Joy dan Arthur membuat Rara salah tingkah.
__ADS_1