
Anton menyusul Ken kerumah sakit dan menghampiri bosnya yang sedang duduk di kursi tunggu. Dengan langkah berlahan Anton duduk di samping Ken yang terlihat sangat sedih.
"Pak, bagaimana kondisi istri bapak?" tanya Anton. Ken langsung memeluk Anton menumpahkan kesedihannya melihat kondisi Karin yang sedang kritis di UGD.
"Kenapa dia diam, kenapa dia tidak Cerita padaku kalau dia menderita selama ini, Jika aku tahu aku pasti akan berusaha mencari jalan keluar."
"Yang Sabar ya pak, mudah-mudahan Karin dan anaknya bisa selamat."
"Lihatlah dia kembali sekarat di dalam sana, aku sebagai suaminya tak bisa apa-apa sekarang."
Sandi yang sudah kembali dari luar negeri yang akan menangani Karin untuk yang kedua kali.
"Ken, doakan agar operasinya lancar dan keduanya selamat." ucap Sandi Sebelum masuk ruang operasi.
"Dok, aku mohon selamat mereka, aku berhutang banyak padamu."
Sandi hanya menepuk bahu Ken dan mengangguk kemudian pergi keruang operasi.
"Pak, Karin sempat mengirim pesan pada saya untuk mengambil surat yang ia simpan untuk diberikan pada bapak." Anton memberikan sepucuk surat pada Ken. Dengan segera kenzo mengambil surat itu dari tangan Ken dan membacanya.
💌 Untuk suamiku tercinta 💌
Maafkan Karin, jika Karin tak bisa berbicara langsung dengan mas.
Karin hanya ingin mengucapkan terimakasih sudah mau menjadi suami Karin dan mempercayakan Karin mengandung darah daging mas.
Karin sangat bahagia, bisa mengenal dan mendapatkan kasih sayang mas.
__ADS_1
Mas, Karin akan berjuang agar anak kita selamat, walaupun rasa sakit ini menyiksa Karin, Karin akan tetap bertahan demi mas dan anak kita.
Jika Tuhan masih memberikan Karin kesempatan untuk bersama mas lagi, izinkan Karin menghabiskan waktu untuk mengukir kenangan bersama mas dan anak kita.
Namun jika usia Karin hanya sampai disini, Karin titip anak kita, besarkan anak kita dengan penuh kasih sayang dan Carikan ibu sambung untuknya, jangan siksa hati mas karena kehilangan ku. Aku akan sangat sedih jika itu terjadi.
Salam sayang dari istri lemahmu KARIN.
Surat yang di tulis Karin, saat dirinya sadar dari koma, sekitar tiga bulan yang lalu, dengan penuh perasaan dan air mata Karin mengungkapkan isi hatinya yang tak tersampaikan.
Karin melakukan itu, jika suatu hari dirinya pergi dan tak mampu bertahan, setidaknya dia sudah menitipkan pesan terakhirnya.
Setelah membaca surat Karin, Ken Langsung merobeknya menjadi potongan kecil.
"Tidak kalian berdua akan selamat. aku tidak akan membiarkan ini semua terjadi."
"Selamat Ken, putramu telah lahir dengan selamat dan sehat hanya saja dia harus di rawat di inkubator selama beberapa waktu untuk mematangkan usianya."
"Terimakasih kok, bagaimana dengan Karin, dia baik-baik saja kan, keduanya selamat kan?"
"Maafkan aku, Karin sekarang dia diantar hidup dan mati. Setelah selesai operasi kondisinya tiba-tiba drop lagi, dan dia kembali koma mungkin akan koma panjang dan entah apakah dia akan sadar kembali, semuanya sekarang ada di tanganmu, menunggunya sampai sadar entah kapan waktunya atau melepaskannya untuk selamanya." Sandi kembali menepuk pundak Ken dan pergi.
Saat itu juga tubuh Ken lemas dan syok, "Tidak Karin akan sadar, Karin akan kembali bersama aku dan putranya, aku akan menunggu sampai kapanpun itu. Aku yakin dia akan kembali."
Anton pun ikut sedih melihat bosnya yang terpukul dengan ke adaan istrinya. Anton pun merasa kehilangan sosok Karin, wanita yang lugu dan sangat baik, sangat peduli padanya.
Sandi yang kembali ke ruang kerjanya, memandang foto Karin yang sedang tersenyum. "Karin, begitu malangnya nasibmu, andai saja kau tak mempertahankan kandungan mu mungkin kamu akan selamat, tapi kamu memilih bertahan untuk bayi mu, kau sendiri yang menderita, dan sekarang dirimu di antara hidup dan mati tak bisa melihat putra mu, putra yang kau perjuangkan. Apa yang kau harapkan lagi sekarang kamu sekarat, kamu tak bisa melihat putra dan suamimu lagi, mereka bahagia di atas penderitaan kamu." Sandi merasa amat sangat kecewa dengan keputusan yang di ambil Karin.
__ADS_1
Ken bersama Anton melihat putranya yang baru di lahirkkan Karin putra mungil yang sangat mirip Karin.
"Selamat datang sayang Arthur ( dalam bahasa Itali artinya kekuatan) kamu adalah kekuatan untuk ibumu bertahan." ucap Ken seraya menatap putra yang baru saja lahir.
Arthur yang masih lemah dan tertidur pulas di dalam inkubator, lahir dengan berat 1800g. Arthur akan mendapatkan perawatan intensif sampai Arthur siap bernafas dan beradaptasi dengan lingkungan baru
Sedangkan Karin, sekarang tertidur pulas untuk waktu yang panjang, mungkinkah suatu hari ia akan sadar kembali.
Mungkin Karin sudah lelah berjuang, walaupun baru sesaat ia merasakan kasih sayang dari suaminya dan belum sempat melihat wajah putranya.
Ken memutuskan agar Karin di rawat di rumah setelah luka operasi nya sembuh, agar Ken bisa merawatnya setiap saat dan akan tetap menunggu sampai istrinya sadar kembali.
Keputusan itu Ken ambil Setelah di fikirkan secara matang, dan atas saran kedua keluarga.
Sedangkan Arthur akan tetap di rumah sakit sampai dokter mengizinkan Arthur untuk di bawa pulang.
Ken menghampiri Karin yang terbaring, dan mencoba kuat.
"Sayang, mas yakin kamu kuat, mas akan terus ada di sisimu sampai kapanpun, mas akan merawat Arthur putra kita dengan kasih sayang, agar suatu hari saat kamu sadar dan melihat putra kita yang sangat tampan dan sangat mirip dengan kamu kamu bisa bangga telah berkorban demi anak kita. Cepat sadar sayang agar kamu bisa melihat betapa imutnya dia sekarang ini dan sedang tertidur pulas." Ken menghapus air mata nya yang jatuh membasahi pipi.
SEDIKIT RENUNGAN
"Buat yang masih di bawah umur, Kakak di sini menyelipkan sedikit nasehat buat kalian, lihatlah ibu kalian yang telah berjuang melahirkan kalian, menahan derita dan sakit saat mengandung kalian selama sembilan bulan, bahkan ada yang rela menukarnya dengan nyawanya hanya agar kalian bisa merasakan dan bernafas di dunia ini. Cintai dan sayang ibu kalian dengan setulus hati jangan biarkan air matanya menetes karena kalian, sudah cukup derita yang ia pikul selama mengandung dan membesarkan kalian, Lihatlah ibu kalian tak pernah berhenti berdoa untukmu, setiap langkah mu Selalu di iringi doa dari ibumu, kesuksesan mu adalah doa dari ibumu. sudahlah hari ini kalian minta maaf, sudahkah kalian hari ini membuat ibu kalian bahagia walaupun dengan hal kecil."
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak 👍❤️⭐🧿✍️ ditunggu.
Peluk cium untuk ibu ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1