Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 10


__ADS_3

fairuz memanjat pohon mangga itu dengan lihai seolah olah itu adalah ha yang sering ia lakukan.


"nona hati hati entar jatuh"ucap zizi khawatir


"kamu tenang saja,udah kumpulkan saja buah yang aku jatuhkan tadi dan kupas kulitnya.aku akan segera turun"ucap fairuz


Zizi pun mengumpulkan mangga yang di jatuhkan oleh fairuz dengan senang hati,setelah sekian lama ia ngiler dengan mangga yang berada di pekarangan mansion daren baru kali ini ia merasakannya.


mereka pun makan rujak yang mereka berdua buat dengan senang hati.tiba tiba saja datang lah cici dan juga gengnya


"hey kampungan,mengapa kalian makan makanan jorok seperti itu.cici tidak mengetahui jika itu ada makanan yang sangat enak"ucap cici yang merasa jijik


"jika anda mengatakan ini adalah makanan jorok,maka anda adalah orang paling kurang beruntung dalam hal makanan"jawab fairuz dengan entengnya


"jangan bercanda nona muda yang tak di anggap, kurang beruntung apa aku dalam hal makanan.bahkan makanan paling mahal pun bisa aku beli"ucap cici dengan bangga


"oooh iyaaa.......masa rujak mangga aja kagak tau"ucap fairuz lagi dan kali ini telah menyulut emosi dari cici


plak.........(hah....balasan berkali kali lipat telah datang). tamparan keras mendarat dengan sempurna di wajah fairuz dan hal itu membuat fairuz marah dan juga kesal

__ADS_1


"itulah akibat jika ingin melawan saya"ucap cici bangga


belum lama juga kebanggaan yang ia pamerkan.tamparan pun kini ia dapatkan


"maaf aku menghancurkan duku sedikit kepercayaan dirimu dulu"ucap fairuz


"kamu udah berani kepada saya"ucap cici dengan nada begitu keras


"mengapa saya tidak berani"tantang fairuz "dan jangan salahkan saya jika kau berakhir mengenaskan"sambung nya lagi


"emangnya apa yang bisa di lakukan oleh orang kampung seperti anda"tantang cici yang tak mengetahui sepak terjang fairuz dalam dunia bela diri


fairuz pun berdiri dan melangkahkan kakinya agar lebih dekat dengan cici.ia pun memberikan tendangan telak ke arah perut cici


"baru gitu aja udah jatuh,wanita kok lemah"ucap fairuz tapi dengan nada mengejek


cici pun bangkit dengan niat membalas perbuatan fairuz tetapi apa yang ia niatkan semua hanyalah mimpi di siang bolong.berapa bogeman dan juga tendangan maut mengenai cici dan fairuz tidak tersentuh sama sekali.wajah yang kini sudah babak belur membuat cici geram dan juga dendam terhadap fairuz


"nona cici, silahkan lihat wajah anda dengan teliti.apakah masih ada yang mencintai anda jika wajah anda sudah rusak seperti itu"ucap fairuz dengan entengnya

__ADS_1


"awas aja kau,aku akan membalas berkali kali lipat yang telah kamu perbuat hari ini"ucap cici sambil meninggalkan fairuz yang merasa puas akan karyanya yang begitu menawan


Zizi yang melihat semua itu hanya bisa melongo.bagaimana tidak,ia tak percaya jika fairuz mampu mengalahkan cici dan gengnya dengan mudah.melihat Zizi yang masih kondisi terkejut membuat fairuz tersenyum kecil


"ayoooo lanjut makan lagi"ucap fairuz dengan senyum menawannya


mereka pun melanjutkan makan mereka yang sempat tertunda tadi dengan wajah riang.


tanpa fairuz ketahui jika orang tua daren telah tiba di mansion daren dengan wajah angkuh.daren menyambut orang tuanya dengan tatapan datar.


"mengapa kalian mengunjungi mansion saya"ucap daren dengan dingin


"memangnya kami tidak bisa datang ke mansion kamu dan melihat kondisimu"ucap Reina berlin malves


"mana istrimu"tanya Reina dengan wajah menelisik


"dia aku pindahkan ke rumah yang ada di belakang mansion ini,aku tak mau jika ia harus tinggal di mansion mewah saya ini"ucap daren tanpa ada rasa bersalahnya


"bagus,jangan sampai ia mengotori mansion ini dengan asal usulnya yang tidak jelas"ucap Reina dengan mata berapi api dan penuh kebencian

__ADS_1


"betul apa yang ibumu bilang,saya tidak mau keluarga kita menjadi jelek karna ulahnya"ucap Herry Zudianto malves


tbc


__ADS_2