Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 103


__ADS_3

kini tibalah acara yang dinantikan yaitu syukuran kelahiran putra pertama keluarga kamil dan juga sebagi penerus perusahaan sang ayah.acara yang di buat sangatlah megah dan elegan.selain itu juga acara ini di buat untuk memperkenalkan kepada khalayak umum bahwa keluarga kamil kini telah memiliki putra pertama mereka dan juga cucu pertama yang telah lama mereka nantikan.


serangkaian acara kini telah di lewati banyak para kolega yang datang mengucapkan selamat kepada Ridwan.tak lupa juga mereka memberikan hadiah yang sangat banyak tapi tak di sangka sangka datanglah Fransiska dan juga sisilya


"hey pelakor...yakin ini anak dari Ridwan"ucap Fransiska dengan keras sehingga para undangan melirik kepadanya.


mendengar ucapan dari Fransiska dan juga sisilya membuat para undangan berbisik bisik


"jaga mulutmu"ucap fairuz dengan sorot mata tajam


"jujur saja fairuz kalau itu bukan anak dari ridwan melainkan anak dari pria hidung belang di luar sana"ucap sisilya seolah olah memprovokasi para undangan


fairuz pun maju ke arah mereka "lanjutkan apa yang ingin kalian katakan mengapa diam"ucap Fairuz


"aku merasa kasian pada ridwan yang telah kau tipu demi hartanya"ucap Fransiska dengan begitu dramatis


"aku menginginkan hartanya,maaf seribu maaf saya bisa menghidupi diri saya sendiri dan anak saya meskipun tanpa ridwan"ucap fairuz dengan lantang


"benar.....apa yang fairuz katakan"sambung maya dari arah belakang diikuti roki satria dan juga vivi

__ADS_1


"alah hanya ngomong banyak aja"ucap Sisilya


keributan di tempat acara itu semakin menjadi jadi akibat perbuatan sisilya dan juga Fransiska dan para undangan pun sudah pamit mengundurkan diri dari acara sebab mereka tidak mau terlibat dalam kasus keluarga itu


"memang betul apa yang fairuz katakan, emangnya kamu yang hanya mengincar harta dari daren"ucap vivi


"diam kau tidak ada yang menyuruh mu bicara"teriak Fransiska


"kau yang diam goblok.....datang datang buat keributan emangnya ini rumah sakit jiwa apa"ucap Vivi


"dasar wanita ular"ucap sisilya


Fransiska dan juga Sisilya pun naik pitam dan maju ingin menghajar vivi tapi tangan Fransiska di tahan oleh fairuz sehingga hanya sisilya yang maju untuk menghajar vivi tanpa dia ketahui jika vivi bukanlah vivi yang dulu yang bisa mereka remehkan


bugh......bugh....bugh.....bugh....empat bogeman mendarat sempurna di wajah sisilya dan hal itu membuat sisilya tersungkur.vivi pun mendekatinya "mau tambah lagi"ucapnya


sisilya hanya bisa menggelengkan kepalanya tanda tak mau di sakiti lebih oleh vivi sementara Fransiska kini menatap fairuz dengan garangnya "aku tidak akan ceroboh seperti kemarin"ucap Fransiska


"coba aja"tantang fairuz

__ADS_1


Fransiska pun mengambil pisau lipatnya yang ada di saku jaketnya dan menyerang fairuz tetapi dengan sigap fairuz menghindari nya "oooh mau main kotor yah"ucap fairuz


tetapi hanya perlu waktu singkat untuk melumpuhkan fransika.tak lama kemudian datanglah polisi karena memang sedari tadi maya sudah menelpon polisi "pak.... silahkan tangkap mereka"ucap maya


"iya pak mereka mencoba melakukan keributan di tempat ini dan juga melakukan percobaan pembunuhan"ucap satria dengan tegas "secepatnya saya akan mengirimkan pengacara terbaik"sambungnya lagi


setelah tenang mereka pun kembali ke mansion milik ridwan.mobil mewah milik ridwan membelah jalanan yang kini telah sepi.


sampai lah mereka di mansion milik Ridwan "besok adakan konferensi pers"ucap ridwan


setelah mengucapkan hal itu satria segera menelpon karyawan ridwan yang lain untuk segera menyiapkan konferensi pers yang akan di adakan besok.satria pun pamit untuk menyiapkan apa yang diinginkan bossnya itu.


"Muhammad Fahri Hamzah Al Jazeera Kamil"ucap ridwan dengan senyum terbaiknya


"itulah nama yang aku berikan untuk putraku ini"ucapnya lagi


sementara pak afiq,buk rini,maya dan juga vivi pun tersenyum mendengar nama yang di berikan Ridwan


to be continued

__ADS_1


__ADS_2