
seminggu telah berlalu dan kini adalah hari ulang tahun perusahaan dari Ridwan,ia mengundang seluruh koleganya.
ulang tahun kali ini terlihat begitu megah dan sangat mewah,turut juga Fairuz,Maya dan juga Satria hadir dalam undangan tersebut.tak lupa juga Sean,Reina,dan juga Daren hadir dalam acara tersebut
acara demi acara kini telah di lewati dengan begitu sistematis dan tidak ada kendala satupun
"wow.....baru kali ini aku menghadiri acara berkelas ini"ucap Maya heboh sendiri mengangumi dekorasi dari ruangan itu
"ia sama aku juga baru kali ini menghadiri acara berkelas seperti ini"ucap Fairuz kikuk
nampak dari kejauhan Sean menatap Fairuz dengan tatapan terkejutnya begitu juga dengan Reina
"pah ayo kita samperin Fairuz"ajak Reina kepada Sean
"ayo..... berhubung satria tidak berada di sampingnya"ucap dari Sean
mereka pun menghampiri Fariz dan juga Maya "Fairuz......"panggil Sean dengan lembut
merasa tak asing dengan suara yang memanggilnya Fairuz pun menoleh ke arah suara "ada apa tuan"tanyanya dengan dingin
__ADS_1
"kami ingin berbicara denganmu"ucap Reina yang tak percaya dengan perubahan sifat dari Fairuz
"maaf....kami sangat sibuk jadi tidak bisa berbicara dengan kalian"sambung Maya yang melihat Fairuz ingin mengiyakan permintaan mereka
"ooh seperti itu......jadi kapan kalian punya waktu"tanya dari Reina dengan perasaan menyesal
"kami tidak punya waktu untuk bertemu dengan kalian"ucap Maya lagi dengan sarkas "asal kalian tau betapa banyak luka yang kalian berikan kepada Fairuz dan dengan seenak jidat kalian datang untuk bertemu dengannya"sambung Maya lagi
"maaf.......kami telah salah"ucap Sean dengan perasaan bersalah
terdengar suara tawa dari Fairuz "maaf.........apakah kalian merasakan apa yang aku rasakan,aku di fitnah dan kalian tidak mendengarkan penjelasan ku,aku di rendahkan oleh kalian layaknya sampah tak berguna"ucap dari Fairuz dengan pandangan yang sudah kabur akibat menahan tangis
"huh.......coba saja kalian mendengar penjelasan ku waktu itu pasti kalian tidak akan menyesal seperti ini dan memang tanpa tuan dan nyonya suruh waktu itu aku akan tetap menceraikan anak kalian.supaya kalian tau anak kalian setelah menikahi saya memberikan surat kontrak yang mana surat itu tertulis bahwa Sanya saya hanya menjadi istrinya selama 4 bulan lamanya tetapi jika ada salah satu yang ingin mengakhiri kontrak maka itu tidak masalah dan satu lagi selama kontrak berjalan anak kalian tidak menafkahi saya,saya berusaha untuk menghasilkan uang sendiri dari meminjam untuk memulai usaha saya"ucap Fairuz panjang lebar dengan daraian air mata di pipinya
satria yang dari kejauhan melihat itu pun mendekatinya "dek kamu kenapa"tanya satria yang memang tak mengetahui apa yang terjadi kepada Fairuz
"nak......pulanglah kerumah"ucap Sean dengan tatapan rindu
"apa.....pulang ingat kata kata dari nyonya Reina bahwa Sanya aku adalah anak yang hanya menumpang besar di rumah kalian"ucap dari satria
__ADS_1
pesta yang tadinya tenang kini berubah gaduh akibat banyak dari kolega dari Ridwan berkumpul melihat pertengkaran dari Fairuz dan juga Reina
"untuk apa kalian datang menemui kami,jika hanya datang untuk minta maaf maka kembalilah dan renungkan apa kesalahan kalian"ucap satria dengan tegas
sementara Ridwan yang melihat itu pun mendekati mereka "ada apa ini"tanyanya
"tidak ada apa apa tuan"ucap dari Fairuz yang berusaha menyembunyikan rasa sedihnya dari Ridwan
tiba tiba terdengar suara keras dari Reina "dasar anak tidak tau di untung bersyukur kami membesarkan mu jika tidak kau sudah mati di jalanan"ucap Reina dengan keras
"hahahahahaha..........nyonya Reina yang terhormat saya juga tak berharap waktu itu anda membesarkan saya dan juga memungut saya dan satu lagi jangan berharap kalian bisa bertemu dengan adik saya ini"ucap dari satria
"dia adalah menantu saya jadi terserah saya bisa bertemu dengannya"ucap Reina tak tau malu
"menantu....apakah kalian sudah gila.waktu dia di berotak dengan berita yang tidak benar kalian malah merendahkannya dan menganggap dia adalah sampah tak berguna bahkan kalian menyebutnya ****** terus sekarang kebenaran telah terungkap malah kalian menganggap kembali bahwa ****** yang telah Kalina buang itu adalah menantu kalian dan satu lagi dia bukan menantu kalian dia juga bukan dati keluarga kalian semenjak sertifikat cerai sudah berada di tangannya"ucap satria panjang lebar
"kak.....mengapa kau memperlakukan ibu seperti itu"ucap Daren yang tak menyangka jika satria bisa berubah
"maaf tuan darendra athmar Nugroho aku bukanlah bagian dari keluarga kalian jadi aku permisi tetapi sebelum itu alangkah baiknya kalian menyuruh nyonya Reina agar tak berfikir terlalu jauh"ucap satria sarkas "untuk tuan Ridwan mohon maaf telah mengganggu acaranya"ucap Ridwan sambil membungkukkan badannya
__ADS_1
to be continued