Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 18


__ADS_3

setelah semua selesai Fairuz pun menatanya di atas meja selesai ia menata terdengar suara azan berkumandang dan ia pun terkejut karena sudah terlalu asik di dapur sedangkan Daren berada di dalam kamar sambil mengganti pakaiannya karena ia ada urusan sebentar.fairuz pun masuk ke kamarnya dan membersihkan diri setelah itu ia pun mengambil mukenanya dan mengenakannya dan mulai melaksanakan sholat Maghrib setelah itu ia mengambil ayat suci Alquran dan membancanya.lantunan ayat Yat yang keluar dari mulut Fairuz terdengar sangat merdu dan sangat indah


Daren pun keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sangat rapi meskipun ia hanya menggunakan kemeja dan juga celana tetapi semua terlihat sangat elegan dan juga berwibawa.pada saat ia melewati pintu kamar Fairuz terdengar lantunan ayat ayat suci yang di bacakan oleh Fairuz "sangat merdu"ucapnya


setelah itu ia pun pergi.sesampainya di garasi ia mengambil mobil mewah kesayangannya yang berwarna putih.tetapi ia mengemudinya sendiri padahal ada supir pribadi di mansionnya ini tetapi itu hanya ia gunakan jika ia sedang badmood aja atau malas mengemudi mobil.


tak lama kemudian terdengar azan isya dan Fairuz pun menutup kitab suci Alquran dan menyimpannya kemudian ia melaksanakan sholat isya dengan sangat khusyuk.di akhir sholat ia selalu memanjatkan doa agar sang maha kuasa membuka hati suaminya agar bisa bisa mencintainya.setiap kali ia memanjatkan doa seperti itu ia tak kuasa menahan tangisnya.


setelah puas Fairuz menangis di atas sajadah ia pun mengganti mukenanya dengan hijabnya setelah itu ia pun keluar menuju lantai bawah dan menuju dapur.makanan yang ia masak tadi ia panaskan kembali setelah semuanya selesai ia pun membagikannya kepada pak Budi dan juga pak Tono


"paman,ini makanannya silahkan di makan"ucap Fairuz sambil memberikan Pring yang berisi makanan sampai Samapi nasinya sudah tidak kelihatan akibat sudah tertutup oleh lauk

__ADS_1


"astaga nak Fairuz kan paman sudah bilang tidak usah repot repot.kita bisa cari makan sendiri"ucap pak Budi


setelah memberikan itu Fairuz pun masuk kembali ke dalam mansion dan makan "wow makanan saya memang enak"ucapnya sambil memuji makanannya sendiri


meskipun tanpa kehadiran suaminya saat ia makan tetapi ia tetap tersenyum walau sedang hancur.wanita kuat itulah salah satu kata yang pantas untuk fairuz.setelah makan malam ia pun duduk di taman belakang mansion sambil menatap luasnya langit malam disana terlihat bintang dan juga bulan.


Fairuz mengarahkan tangannya ke arah bintang bintang dan mencoba mengambilnya "dapat,aku dapat bintang yang paling terang"ucapnya


lega itulah yang Fairuz rasakan setelah mencurahkan seluruh bebannya dengan cara menangis.malam seakan tau jika Fairuz sedang bersedih tiba tiba saja rintik hujan membasahi bumi padahal tadinya cerah tanpa adanya mendung.


sedangkan Daren berada di salah satu club melam bersama sahabatnya yang tak lain dan tak bukan Raka elviara Abraham

__ADS_1


"bro,kok Melamun saja dari tadi"tanya Raka karena melihat Daren yang sedang melamun dari tadi


"nggak apa apa,ayo minum"ucapnya sambil menyodorkan gelas yang berisikan alkohol


malam ini Daren mabuk berat sampai sampai ia tak bisa berjalan begitu juga dengan Raka tetapi sebelum Raka mabuk berat mengikuti Daren ia sempat menelpon satria.sehingga pada saat mereka mau pulang Satria sudah menunggu mereka dan membawanya pulang.


"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"ucap satria sambil memberikan salam di mansion milik Daren


"waalaikumssalam warahmatullahi wabarakatuh"jawab Fairuz yang pada saat itu sudah selesai sholat malam


"ada apa kak"tanya Fairuz pada saat melihat satria "ini dek,kakak mau antar suamimu,ia sedang mabuk berat"kata Satria sambil memperlihatkan kondisi Daren kepada Fairuz.

__ADS_1


to be continued


__ADS_2