Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 98


__ADS_3

setelah itu fairuz oun di obati tangan nya yang luka oleh dokter dan Fransiska pun di bawah oleh oak afiq dan juga roki ke ruangan pribadi mereka tetapi apa yang terjadi pada mereka sehingga Fransiska bisa melarikan diri dan mereka tidak sadar akan hal itu


hari-hari berlalu dan kino ridwan sudah di perbolehkan untuk pulang "sayang biar aku aja yang membereskannya"ucap ridwan


"tidak.....lebih baik kamu duduk dan diam"ucap fairuz dan Ridwan pun menuruti nya sebab kilatan kilatan mengenai kekejaman fairuz masih terus berputar diatas kepala ridwan


kini pak afiq dan juga roki sedang menyebarkan foto dari fransiska yang tertulis di situ


"barang siapa yang menemukan orang ini baik dalam keadaan hidup maupun mati akan di beri imbalan"


bahkan berita ini menjadi topik terpanas yang terus saja di bagikan seluruh pengguna media sosial.


sintya juga kini telah bebas,ia di bebaskan oleh orang tuanya "sudah saatnya aku kembali beraksi"ucapnya


ia pun kembali ke apartemennya dan menyusun rencana untuk mencelakakan fairuz


hari berganti minggu dan minggu berganti bulan,kini usia kandungan fairuz tetap ukur 5 bulan dan untuk selama itu belum ada gangguan dari para para semut merah yang jahat


Fransiska terus bergerak secara diam diam agar ia tidak tertangkap oleh orang orang karena sampai saat ini berita mengenai pencarian nya masih menjadi berita teratas di berbagai media


fairuz yang kala itu sedang jalan jalan di mall milik suaminya bersama dengan buk rini.tiba tiba saja sintya datang dan mencengkeram tangan fairuz dengan erat "kali ini akan ku buat kau tersiksa"ucap Sintya "oooh rupanya kau sedang hamil, bagaimana jika aku menghilangkan anakmu dahulu kemudian dirimu"ucapnya lagi sementara buk rini kini telah pingsan akibat pukulan dari sintya yang terlaku keras meskipun hanya menggunakan tas mahalnya


"jangan harap kau bisa mengambil bayiku"ucap fairuz lagi

__ADS_1


"aku tak peduli kalau aku tidak bisa mengambil nyawa bayi yang ada dalam perutmu alangkah baiknya aku mengambil nyawamu"ucap sintya lagi


Sintya kemudian mengeluarkan pisau yang berada di dalam tasnya,ia tak mengetahui jika pisau itu tidak dalat melukai fairuz


"rasakan ini wanita ******"teriak sintya sambil menerjang fairuz


fairuz pun menangkap tangan sintya kemudian memukulnya menggunakan tasnya hingga sintya terpental dan meringis kesakitan


"kau belum mengenali ku dengan baik dan hari ini akan ku jelaskan siapa diriku sebenarnya"ucap fairuz dengan senyum kejamnya


"aku tau kau adalah wanita murahan yang merebut kebahagiaan ku"ucap Sintya lagi


"aku bukanlah wanita seperti yang kau ucapkan.aku tidak merebut kebahagiaanmu"ucap fairuz yang semakin mendekat ke arah sintya


Fairuz pun mencengangkan wajah sintya dengan keras kemudian mengambil pisau yang tergeletak si samping sintya kemudian menggores nya dengan perlahan di wajah sintya


aaaakhhhhhh.........teriak sintya kesakitan akibat perbuatan dari Fairuz


"Nikmati kesakitanmu"ucap fairuz dengan seringai kejamnya


"dasar iblis"teriak sintya sambil melayangkan tangannya kemudian fairuz pun menangkap nya


"apa yang bisa di perbuat oleh krang yang akan meninggal"ucap fairuz

__ADS_1


ia semakin liar memainkan pisau di wajah sintya dan sintya hanya bisa meringis kesakitan


"lepaskan manusia iblis"ucap sintya


"apa.....lepaskan"ucap fairuz


sintya semakin ketakutan melihat ekspresi dari fairuz pasalnya ia baru saja mengetahui sisi kejam dari Fairuz


"apakah kamu ingin merasakan yang lebih sakit dari ini"tanya fairuz


"tidak.....tidak.....aku tidak mau"ucap sintya sambil menggelengkan kepalanya


"kata tidak berarti iya kepadaku"ucap Fairuz sambil memiringkan kepalanya


sementara para pelanggan yang berada di mall tersebut idak ada yabg berani mendekat akibat melihat perbuatan dari fairuz.meskipun perutnya yang kini sudah agak membuncit tetapi tidak menyurutkan kekejamannya


fairuz pun mengambil tangan sintya kemudian mematahkannya


kreeeeek......suara lengan yang di patahkan terasa sangat nyaring di telinga dan sintya hanya bisa berteriak akibat sakit yang tiada tara.kemudian fairuz mengambil tangan satu lagi milik sintya kemudian mematahkannya.lagi lagi Sintya berteriak kencang akibat perbuatan fairuz.


belum juga puas fairuz pun melanjutkan aksinya........


to be continued

__ADS_1


...untuk kelanjutan nya akan di ceritakan pada bab selanjutnya mohon tunggu Yah....


__ADS_2