Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 88


__ADS_3

setelah itu pak afiq pun angkat suara "kamu lebih mementingkan sahabatmu di banding istrimu,sudahlah tidak usah cari dia mungkin sekarang dia sudah bahagia dan satu lagi jika memang kamu tidak bisa membahagiakan dia maka lepaskan dan untuk bayinya jangan harap kamu bisa mengambilnya dari fairuz.aku yang akan membela mati matian jika kau melakukan hal itu"ucapnya


ridwan pun merasa sangat bersalah akibat perbuatannya bulan bulan kemarin "aku terlalu bodoh pah mah"ucapnya


"sadat sudah kau sekarang, Fairuz terlalu mencintaimu tetapi kau tidak mencintainya"ucap sang mommy lagi


"aku mencintainya mommy daddy,dia istriku sampai kapanpun tetap istriku"ucap ridwan menengahi pembicaraan mereka


"mencintainya sadar kau ridwan anakku,dua bulan kemarin kau kemana bahkan kau tidak memperhatikan lagi istrimu kau lebih fokus ke siapa dia yang tidak tau siapamu.apakah itu yang di namakan cinta"ucap pak afiq geram "sudahlah tidak usah kau tanya lagi mengenai nya sudah cukup air matanya jatuh hanya untuk suami sepertimu"ucap pak afiq lagi


ridwan pun kembali ke kamarnya dengan lesu sebab ia sudah tidak bisa lagi bertemu dengan istrinya.entah setan apa yang merasukinya kemarin sehingga ia melupakan istrinya


"aku tidak bisa terlalu larut dalam penyesalan aku harus mencari dimana fairuz berada"ucapnya sambil mengepalkan tangannya

__ADS_1


sementara pak afiq memperhatikan itu oun tersenyum "jangan harap kamu bisa bertemu dengan setelah apa yang kamu perbuat akan ku buat kau benar benar kapok dan menyesal telah mengabaikan istrimu"ucap pak afiq dengan senyum terkejamnya


sementara fairuz dan vivi kini telah berada di desa dan disana udaranya sangatlah sejuk serta sangat indah hamparan sawah yang luas,air yang jernih.fairuz merasa tenang berada disini tetapi pikirannya berada pada Ridwan dan vivi yang mengetahui hal itu lun menghampiri nya "apa sedang kamu pikirkan"tanya Vivi


"aku sedang memikirkan ridwan,apakah dia baik Baik saja disana atau bagaiman"ucap fairuz


"kamu tenang saja semua akan baik baik saja dan ingat jangan terlalu banyak pikiran kasihan bayi yang ada di perutmu itu"ucap vivi


"aku juga pengen belajar memasak biar seperti kamu"ucap vivi dengan semangat


"okeh tapi makananmu itu cepat habiskan setelah ini kita tidur"ucap fairuz yang senang melihat sahabatnya itu senang


pagi telah menyapa terlihat di mansion hanya terdapat ridwan roki dan juga orang tua ridwan yang sedang duduk di meja makan "roki kemana pacarmu itu biasanya selalu saja lengket"tanya ridwan

__ADS_1


"dia ada pulang ke kampung halamannya"jawab roki "yang perlu saya tanyakan istri mu kemana kok hanya sendiri"ucap roki


"dia lagi liburan"jawab ridwan "liburan kok hanya sendiri kamu kan tau dia lagi hamil mana mungkin kamu biarkan dia pergi sendiri.makanya kalau sudah punya istri itu tahu batasan mana yang lebih di pentingkan itu yang harus di prioritaskan kan sekarang sudah kena batunya.sudahlah terima ajalah apa yang terjadi dan ingat jangan usik kehidupan fairuz jika dia sudah tidak mau bersamamu lagi.kamu tidak tau bagaimana tersiksanya fairuz kemarin dan kamu enak enaknya jalan sama sahabatmu itu"ucap roki paniang lebar


"tidak dia tidak akan pernah meninggalkanku"teriak ridwan


"kedepannya siapa yang tau"ucap pak afiq lagi sambil membersihkan mulutnya


"iya,kesalahan yang begitu besar dia anggap sepele.enaknya ia jalan jalan sama wanita lain istrinya di rumah tersiksa akibat menunggunya dan hampir saja kenapa napa dengan seenak jidatnya dia berucap bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan nya"sambung sang istri setelah itu merek apun pergi dari meja makan meninggalkan ridwan yang masih sendiri


ridwan pun segera berangkat menuju kantor dengan wajah yang sudah kusut akibat perbuatan orang di mansion


to be continued

__ADS_1


__ADS_2