Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 53


__ADS_3

sampailah mereka di kantor pengadilan agama dan Sina juga terlihat Reina,Sean, Fransiska dan juga daren.satria Maya dan juga Fairuz pun turun dan masuk kedalam


"hallo istriku,bagaimana kabarmu"tanya Daren


"aku baik baik saja"jawab Fairuz dengan santai


"aku udah tidak sabar melepas istri murahan sepertimu,kamu jangan nangis yah jika perceraian nya sudah selesai"ucap Daren mengejek


"iya ....."jawab Fairuz singkat padat dan jelas


sebelum masuk Reina pun bersuara "hey wanita murahan,jika sebentar nanti sidang kamu jangan minta apapun dari anakku"ucap Reina


"iya buk saya tidak akan menuntut apapun dari keluarga ibu"ucap Fairuz


"nikmati masa jandamu bodoh"ucap Fransiska


"ayo cepat masuk agar sidangnya cepat di mulai sehingga aku cepat bebas dari wanita ****** ini"tunjuk Daren


"iya ayo cepat masuk agar Fairuz cepat terbebas dari pria Dajjal ini"ejek Maya "dan satu lagi aku malah bersyukur jika Fairuz harus cerai denganmu"sambungnya


"aku juga bersyukur harus berpisah dengannya"sambung Daren lagi


"jika suatu saat terbongkar semua kebenaran nya jangan harap kau bisa bertemu dengan Fairuz lagi dan aku tidak Sudi jika kau harus bersamanya lagi.ingay penyesalan selalu mengintaimu dan bisa saja kapan ia datang"ucap Maya dengan sarkas


"aku tidak akan pernah menyesal,aku akan menyesal jika harus terus bersamanya"ucap Daren sedangkan Reina dan juga Sean menatap sinis Fairuz


setelah kejadian kemarin Reina menghasut Sean agar membenci Fairuz dan upayanya itu berhasil.

__ADS_1


mereka pun masuk kedalam dan sidang pun di mulai.beberapa jam kemudian sidang telah selesai dan sekarang Fairuz sudah berstatus janda muda.


"akhirnya selesai dan aku terbebas dari wanita ular sepertimu"ucap Daren sambil tertawa terbahak bahak


"aku juga bersyukur wanita sebaik Fairuz harus berpisah denganmu yang tidak ada apa apanya"sambung Maya lagi


Maya tidak mau kalah jika harus mengalah dengan keluarga yang begitu angkuh itu.


"aku tidak ada apa apanya,ingat aku punya perusahaan dan segala kekuasaan aku miliki"ucap Daren sombong


"iya mengenai kekayaan dan juga kekuasaan kaku pemenangnya tetapi hati sangat kotor Daren"ucap Maya kemudian berlalu dari tempat itu


"awas aja kalian,suatu saat kalian kan meminta pertolongan kepadaku"ucap Daren dengan wajah angkuhnya


"itu tidak akan pernah terjadi pak"ucap satria "Karena aku akan berusaha agar kita tidak meminta pertolongan kepadamu"sambungnya


"aku akan membalas perbuatan mu Fairuz karena telah membuat Daren malu"ucap Fransiska dalam hati


dalam perjalanan pulang Fairuz terlihat sangat kurung "kaku kenapa"tanya Maya


"aku merasa sangat berdosa karena tidak bisa mempertahankan rumah tanggaku"ucap Fairuz


"jika memang kau merasa tak bisa mempertahankan rumah tanggamu maka jalan satu satunya yah seperti ini tetapi yakinlah semua itu ada hikmahnya"ucap Maya dengan bijak


"ooh iya mas,katanya kita mau ke lokasi pembangunan toko kue"ucap Maya mengalihkan pembicaraan


"ooh iya hampir aja aku lupa"ucap satria

__ADS_1


"Fairuz tengoklah abangmu itu,belum aja tua usah pikun"ucap Maya mengejek suaminya


"awas aja kamu yah,sampai rumah tak kan kubiarkan kau keluar kamar semalaman"ancam Satria


"alamat nih"ucap Maya panik.


melihat itu Fairuz pun tertawa terbahak bahak "makanya kak jangan ganggu Abang satria masih mengemudi tuh kan dapat hadiahnya"ucap Fairuz


"iya nih,kakak harus cari cara agar tidak mendapat hadiah"ucap Maya berbisik


"janganlah kak dosa"ucap Fairuz


sampailah mereka di lokasi pembangunan toko kue.dan dosa terlihat lahan yang begitu luas sekitar 1 hektare luasnya.mereka pun mulai berjalan jalan di arae tersebut


"kak pahanya sangat luas"ucap Fairuz "dan satu lagi tempatnya begitu strategis"sambungnya


"kamu suka"tanya satria kepada Fairuz


"iya saya suka bang tapi bagaimana dengan kak Maya,apakah dia suka"ucap Fairuz


"kamu lihat aja sendiri"ucap satria sambil menunjuk Maya yang terlihat mengagumi lahan ini


"kak Maya,apakah Kakak suka dengan lokasinya"tanya Fairuz sambil menyadarkan Maya


"iya kakak suka,kapan pembangunannya.semakin cepat semakin baik"ucap Maya tidak sabaran


"secepatnya sayang"jawab Satria sambil memeluk pinggang Maya dengan romantis

__ADS_1


to be continued


__ADS_2