Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 35


__ADS_3

sementara di Perusahaan erapasific terlihat Daren yang sedang meeting dengan karyawan nya.kareja ia mendapat laporan bahwa perusahaan cabang sedang bermasalah yang dimana pemimpin di perusahaan cabang tersebut menggelapkan dana sebanyak 200 triliun rupiah untuk pembangunan jalan disana.daren tidak mempermasalahkan mengenai uang yang ia permasalahkan sekarang adalah orang yang mengkhianatinya.


orang yang mengambil uang perusahaan itu kini sedang di buru oleh bawahan daren.ia harus cepat di temukan dalam keadaan hidup maupun mati.usai meeting Daren pun kembali keruangan nya dan disana ia di libatkan kembali dengan berkas berkas yang tiada habisnya sedangkan Satria terlihat agak begitu renggang.melihat itu Daren pun memanggilnya


"satria...."panggil Daren yang kala itu melihat satria melintas di depan pintu ruangannya


merasa dirinya di panggil satria pun menoleh ke arah suara yang memanggilnya "ada apa"tanyanya


setelah bertanya seperti itu satria pun masuk kedalam ruangan Daren dan betapa terkejutnya ia melihat kondisi meja kerja Daren yang begitu berantakan.


"karena kamu ada disini lebih baik bantuin saya mengerjakan berkas berkas laknat ini"ucap Daren dengan senyuman tipisnya tetapi terkesan menyeramkan.


sementara di bandara terlihat Fransiska yang baru saja sampai di tanah air.begitu banyak media yang meliputnya tetapi ia memilih untuk menghindar agar kehadirannya tidak di ketahui oleh Daren sang kekasih hati nya.ia terus tersenyum membayangkan bagaimana ekspresi Daren nanti.dalam perjalanan menuju apartemen nya senyum itu terus mengembang di pipinya.

__ADS_1


kembali ke perusahaan erapasific,terlihat disana Daren dan juga Satria sedang mengerjakan berkas berkas yang ada di meja Daren meskipun sudah di bantu oleh satria berkas berkas itu seakan akan tidak akan mau habis.jam makan siang pun tiba mereka pun istirahat sebentar untk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.daren sudah memesan makanan mereka dengan menggunakan jasa pengantar makanan.tak lama kemudian datanglah seorang security yang mengantarkan makanan mereka.mereka pun makan dengan tenang.


usai sudah makan siangnya mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka,berkas berkas yang tadinya menggunung kini perlahan lahan mulai turun.


keadaan Daren dan juga Satria tidak usah di tanya bagaimana,keadaan mereka sungguh memprihatinkan sebab kondisi setelan mereka yang sudah entah bagaimana modelnya,matahari yang tadinya kokoh menyinari bumi kini perlahan mulai tenggelam ke arah barat.jam kantor telah usai, karyawan sudah membubarkan diri dari perusahaan kecuali karyawan yang masih ada jam tambahan atau biasa di sebut lembur.begitu juga dengan Daren dan juga Satria mereka terus saja mengerjakan berkas berkas yang tadi.


"Daren,aku balik dulu"ucap satria dengan santainya


"terus berkas berkas ini bagaimana"tanya Daren sambil melihat berkas berkas yang belum habis tadi


Daren pun membersihkan mejanya kemudian keluar dari ruangannya di susul oleh satria mereka pun turun ke lobi perusahaan dan menuju ke parkiran.mereka pun mengambil mobil mereka masing-masing dan mengemudikannya menuju ke mansion mereka.jalanan yang sudah agak renggang karena tak banyak kendaraan yang lalu lalang.mobil mewah satria dan juga Daren pun membelah jalanan kota yang agak sepi.angin malam pun menjadi perjalanan mereka kali ini yang dimana satria pengen cepat sampai agar bertemu dengan istrinya sedangkan Daren pengem cepat sampai agar cepat membaringkan badannya yang lelah seakan akan ia telah lupa bahwa ia sudah memiliki istri di rumah.


sesampainya mereka di kompleks perumahan elite,satria pun pamit menuju ke mansionnya "Daren,aku duluan yah"ucapnya sambil melambaikan tangannya

__ADS_1


"okeh"ucap Daren seadanya


Daren pun membelokan mobilnya di depan gerbang mansionnya dan membunyikan klaksonnya beberapa kali


tiiiiin


tiiiiin


tiiiiin


begitulah kira kira suara klakson Daren dan dengan segera pak Budi membukanya.tak lupa juga pak Budi memberikan ucapan selamat datang kepada tuannya itu


"selamat malam tuan"ucap pak Budi dengan ramah tetapi Daren selalu mengabaikan hal itu.

__ADS_1


to be continued


__ADS_2