
ia pun membersihkan bekam makan mereka.setelah itu ia pun masuk ke kamar dan membersihkan diri soalnya badannya terasa sangat lengket akibat keringat.usai sudah ia membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.kali ini Fairuz memakai pakaian yang begitu indah gamis berwarna pink dan juga hijabnya yang selaras dengan warna bajunya.
ia pun duduk di bangku taman sambil membaca novel yang ada di tangannya.sedangkan Daren yang berada di balkon kamar terus saja memperhatikan gerak gerik dari fairuz.hari ini Daren tidak ke kantor sebab ia masih merasa pusing akibat dari alkohol semalam sehingga semua pekerjaannya harus di ambil alih oleh satria.
beberapa menit kemudian Fairuz pun merasa sangat bosan dan ia pun mengambil sekop kecil yang di khususkan untuk menanam bunga dan mulai menggali tanah.setelah tanah siap ia pun mengambil bunga mawar putih dan menanamnya.salah satu kebiasaan dari Fairuz yaitu suka sekali menanam bunga.
sedangkan Daren yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik dari Fairuz pun merasa jengah
shhhit
"mengapa saya harus memperhatikannya"umpatnya
setelah itu ia pun masuk ke kamarnya dan mulai membersihkan diri kemudian mengganti pakaiannya dengan pakaian yang casual.setelah itu ia pun turun ke bawah dan menuju dapur berharap ada makanan yang disisakan untuknya
__ADS_1
"mengapa tidak ada makanan disini"ucapnya karena melihat makanan di dapur tidak ada yang tersisa
dengan terpaksa ia pun memesan makanan online karena tak mungkin ia memanggil Fairuz untuk memasakan untuknya nanti tambah besar kepala diannya karena Daren menyuruhnya memasak.
tak lama kemudian masuklah pak Budi sambil membawa kantong yang berisi sarapan lagi dari tuannya itu "permisi tuan,ini ada makanan sudah sampai"ucapnya sambil menyodorkan kantong makanan ke Daren
"okeh,sekarang kamu kembali ke tempat mu"ucap Daren dengan datar
pak Budi pun mengundurkan diri dari tempat itu dan menuju lokasinya,disana masih terdapat pak Tono yang sedang menatap kosong ke depan.
"astagfirullah Budi,untung aja kau nggak punya riwayat penyakit jantung kalau punya udah mati aku kena serangan jantung sekarang"ucapnya sedangkan sang pelaku hanya tertawa terbahak bahak sampai sampai perutnya kram
Fairuz hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah lak budi yang begitu jahil dari kejauhan.ia terus saja menanam bunga di tempat itu.setelah semuanya siap ia pun berlalu dari tempat itu dan masuk kedalam mansion kemudian membersihkan tangannya yang kotor akibat tadi ia bermain dengan tanah.pada saat ingin membersihkan tangan ia melihat Daren sedang menikmati sarapannya dengan begitu tenang dan damai
__ADS_1
tanpa menegurnya Fairuz pun berlalu dan membersihkan tangannya setelah tangannya bersih,ia pun mengambil bahan bahan makanan sebab jika ia menundanya bisa bisa sebentar nggak keburu masaknya.
daging sapi dan juga bumbu rendang lainnya udah siap tahun tempe juga tak lupa rempah untuk sambal juga tak lupa sekarang yang ia bingungkan ia mau masak sayur apa.lama ia berfikir dan tak lama kemudian ia pun berteriak "ahhhh,untuk sayurnya bagaimana kalau aku masak sayur nangka di santan"ucapnya
"berisik,kalau mau masak yah masak bukannya berteriak"ucap Daren yang merasa terganggu akibat teriakan Fairuz
"maaf tuan saya tidak bermaksud untuk mengusik anda "ucap Fairuz sambil meminta maaf
setelah ucapan Daren tadi ia pun terdiam seribu bahasa seolah olah suaranya adalah suara yang edisi terbatas sehingga nggak sembarang orang bisa mendengarnya tetapi Fairuz tak memperdulikan hal itu.tiba tiba saja terdengar keributan diluar
"biarkan saya masuk,saya mau bertemu dengan Daren"ucap Vivi dengan keras di hadapan pak Budi
"maaf nona tetapi tuan tidak ingin di ganggu"ujar pak Budi sambil menghalangi Vivi di bantu oleh pak Tono "iya nona mohon di mengerti"ucap pak Tono.mereka ingin sekali berlaku kasar kepada Vivi tetapi mereka takut jika tuannya murka maka mereka akan kehilangan pekerjaan mereka sebab mereka tau jika Vivi itu dekat dengan tuan mereka.
__ADS_1
to be continued