
baru saja mereka melakukan pekerjaan.tiba tiba saja fairuz di panggil menuju ruangan daren.fairuz bingung ia tidak melakukan kesalahan apapun, mengapa ia harus bertemu dengan bosnya itu?.
dengan segera fairuz menuju ruangan bosnya "permisi pak,saya fairuz yang di panggil pak bos bertemu dengannya"ucap fairuz sopan
"mari ikuti saya"ucap Riki Yanuar sang asisten daren
fairuz mengikuti Riki dari belakang layaknya anak bebek.
tok.....tok....tok....
suara ketukan pintu membuyarkan lamunan daren "permisi pak,nona fairuz ingin bertemu dengan anda"ucap riki
"bawa dia masuk dan kamu segera menuju ruangan kamu"ucap daren dingin
Riki segera mempersilahkan fairuz masuk dan ia kembali ke ruangannya dengan perasaan kesal akibat perlakuan daren tadi "untung aja kamu bos ku kalau bukan udah ku cabein tuh mulut"gerutu Riki
Fairuz pun masuk kedalam ruangan daren dan langsung bertanya tujuan daren memanggilnya "permisi pak,ada apa memanggil saya?"tanyanya
"baca ini"ucap daren melemparkan map berwarna merah ke arah Fairuz
fairuz pun memunggutnya dan membacanya dengan seksama "mohon maaf pak,saya menolak permintaan bapak.kalaupun saya hamil anak bapak sebentar nanti biar saya yang merawatnya.untuk kejadian malam itu saya merasa ada yang menjebak saya.jadi,pada saat malam itu saya sepenuhnya bersalah"ucap fairuz dengan tegas
__ADS_1
"aku tidak peduli dengan penolakan kamu.jika kamu menolak maka silahkan keluar dari perusahaan ini dan jangan harap kamu bisa mendapatkan pekerjaan"ancam daren
"tapi pak, pernikahan tentang dua orang dan harus di dasari oleh cinta.pernikahan juga bukanlah hal yang bisa di mainkan,jika bapak ingin saya menikahi bapak dengan persyaratan bodoh ini lebih baik bapak cari wanita di luar sana"ucap fairuz
"saya tidak peduli,intinya minggu depan kamu harus menikah dengan saya.tapi,ingat kamu tidak akan pernah mendapatkan cinta saya.sebab saya punya kekasih yang lebih cantik dari kamu"ucap daren dengan kasar
"baiklah saya akan menikah dengan bapak tapi syaratnya,bapak jangan pernah menyentuh saya lagi selain malam itu"ucap fairuz dengan lantang
"okeh...... sepakat"ucap daren
...----------------...
setiap malam ia selalu berdoa agar benih yang di tanamkan oleh daren tidak tumbuh di janinnya.sebab,ia belum tau apakah daren akan mencintai nya atau hanya sekedar main main saja.
acara pernikahan mereka di lakukan secara tertutup dari publik,sebab daren tidak mau memperkenalkan istrinya ke khalayak umum.ia merasa jika itu adalah hal yang memalukan bagaimana tidak seorang CEO yang tampan dan rupawan harus menikahi seorang office girl.
pernikahan ini di tolak secara keras oleh orang tua daren
karena mereka merasa yang lebih pantas melahirkan penerus keluarga mereka harus dari kalangan atas bukan dari kalangan bawah.tetapi,daren meyakinkan mereka bahwa pernikahan ini tidak akan berlangsung lama dan daren juga akan menetap di mansion utama.
Fairuz yang baru pertama kali bertemu dengan orang tua daren tidak mendapatkan sambutan yang baik dari kelurga mereka bahkan ada yang terang terangan menatap fairuz dengan tajam siapa lagi kalau bukan Rindu adellia sementara sang suami menatap fairuz dengan tatapan merendahkan yakni Fikar Abdullah
__ADS_1
...----------------...
malam telah berganti siang dan terlihat fairuz sudah siap dengan baju kerjanya "mau kemana kau"tanya daren
"mau kerjalah"ucap fairuz dengan santai
"mulai saat ini kau diam di mansion ini,kagak usah bekerja"ucap daren
"hellow pak,saya tidak akan lama berada terus dengan bapak.jadi,pada saat saya pergi dari kehidupan bapak saya harus punya persiapan matang"ucap fairuz
"berani kau menantang saya"ucap daren yang kala itu sudah emosi
plak.......
"itu adalah pelajaran buat kamu karna sudah membuat saya marah pagi ini"ucap daren
"huh,tak lantas disebut seorang lelaki jika ia berani menyakiti secara fisik wanita"ucap fairuz dengan menohok
grep......rambut fairuz di tarik dengan kuat sehingga sang empu merintih kesakitan "kamu tidak pantas berbicara seperti itu kepadaku,jika bukan karna terpaksa mana mungkin aku menikahi wanita murahan sepertimu"ucap daren sambil melepaskan tangan dengan kasar dari rambut fairuz
tbc
__ADS_1