Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 42


__ADS_3

satria pun menyuruh orang kepercayaan nya untuk menyelidiki siapa Fransiska sebenarnya dan apa motifnya untuk mendekati Daren


"jangan menyesal Daren jika suatu saat Fairuz meninggalkan mu"ucap satria geram dengan sifat Daren yang begitu keterlaluan


sementara Fairuz sedang mengantarkan kue ke pemiliknya.semua kue telah di antarkan tinggal kue terkahir yang harus ia antarkan tetapi ia mengantar kan ke perusahaan erapasific.ia tidak tau jika perusahaan itu adalah milik dari Daren suaminya.ia pun mengantarkan nya menuju perusahaan itu sementara pak Tono tidak berbicara selama perjalanan menuju perusahaan.ia pun masuk ke dalam perusahaan dan berbicara dengan resepsionis


"permisi nona,saya mau mengantar pesanan atas nama Fransiska"ucap Fairuz dengan sopan


"oooh iya mbak tunggu sebentar"ucap resepsionis A.


sang resepsionis ingin menghubungi Fransiska tetapi yang di cari cari telah keluar dari ruangan Daren bersama dengan Daren sambil bergandengan tangan dengan mesra


"mbak itu nona Fransiska"ucap resepsionis sambil menunjuk wanita yang mengandeng tangan Daren


Fairuz pun mendekati mereka kemudian bertanya"permisi tuan nona sudah mengganggu,nona kami mau mengantar kue pesanan anda"ucap Fairuz sambil menunduk


"oooh iya terimah kasih sudah mengantarnya"ucap Fransiska sambil memberikan uang 100 ribu sebanyak 4 lembar dan Fairuz pun mengambilnya kemudian berlalu dari tempat itu

__ADS_1


sedangkan Daren yang melihat itu terkejut karena selama istrinya berjualan kue untuk biaya hidupnya,ia pun berfikir usah sebulan lebih ini ia tak pernah memberikan Fairuz uang saku ataupun uang belanja tetapi Fairuz tak pernah mengeluh.ia pun melepaskan tangan Fransiska kemudian menyusul Fairuz.


"paman ayo pulang aku sudah selesai"ucap Fairuz dengan wajah mendung


"mari......"ucap pak Tono


Fairuz punasuk kedalam mobil tetapi tangan di tarik oleh Daren "ada apa tuan"tanya Fairuz


"ada yabg ingin aku bicarakan denganmu"ucap Daren dengan dingin dan juga tegas


"apa yang perlu di bicarakan jika hanya membicarakan hal hal yang tidak penting aku permisi"ucap Fairuz dengan tegas


"cepat katakan"ucap Fairuz dengan tegas untuk kali ini Fairuz bertindak secara tegas karena ia tak mau di katakan wanita lemah oleh Daren


"mengapa kau melakukan hal itu aku bisa membiayai hidupku jika kau memintanya kepadaku"ucap Daren dengan sombongnya


"huh.....aku melakukan semua ini karena aku sadar diri kita menikah bukan karena cinta tetapi karena perjodohan dan kita juga di batasi oleh kontrak pernikahan jika kontrak itu berkahir atau ada salah satu dari kita yang mengakhirinya meskipun kontrak nya masih panjang aku bisa hidup sendiri"ucap Fairuz dengan panjang lebar dan Daren yang mendengar semua itu pun merasa sangat geram.apakah daren lah yang terlebih dahulu mencintai Fairuz.mungkin saja iya tetapi Daren bersembunyi di balik kata gengsi.

__ADS_1


setelah mengucapakan hal itu Fairuz pun pergi dari hadapan daren.sedangkan Daren hanya termenung mencerna perkataan dari fairuz.tak lama kemudian Fransiska pun menyusul Daren dan duduk di depannya


"Daren ayo,katanya kamu mau menemani aku jalan jalan ke mall dan membelikan ku tas keluaran terbaru"ucap Fransiska dengan sedikit cemberut


"maaf sayang aku lupa,kalau begitu ayo kita pergi"ucap Daren


dalam perjalanan Daren terlihat tidak semangat seperti biasanya.ucapan dari Fairuz terus saja terngiang-ngiang di otaknya.sementar Fairuz yang dalam perjalanan pulang terus saja melamun memikirkan keputusan yang ia akan ambil setelah ini.ia telah memikirkan akan meninggalkan daren.


"semangat Fairuz keputusan yang kau ambil adalah keputusan yang benar dan jangan pernah bersedih untuk orang orang yang tidak menghargai mu"ucap Fairuz dalam hati


sesampainya di mansion Daren terlihat Maya yang sedang duduk di gazebo sambil menikmati kue buatannya dengan segelas teh hangat.fairuz pun mendekatinya "wah kayaknya enak nih"ucap Fairuz sambil mengambil kue yang ada di atas piring


"bagaimana rasanya"tanya Maya dengan penasaran.melihat ekspresi Maya yang seperti itu Fairuz pun berniat mengerjainya "kayaknya ada yang kurang"ucapnya


"apa yang kurang cepat katakan kepada kakak"ucap Maya dengan cepat seakan akan tidak sabar untuk mengetahuinya


"kurangnya aku tidak punya segelas teh seperti punya kakak"ucap Fairuz sambil tertawa karena melihat ekspresi Maya yang sudah cemberut.maya pun mencubit lengan Fairuz dengan keras "kamu yah udah berani membuat kakakmu ini mati penasaran"ujar maya dan mereka pun tertawa bersama sama

__ADS_1


to be continued


__ADS_2